Kabarjawa – Banjir kembali melanda wilayah Pantura Kaligawe, Semarang, pada siang ini. Genangan air yang cukup tinggi menghambat arus lalu lintas dan menyebabkan banyak kendaraan mogok. Kondisi ini diperparah oleh kombinasi hujan deras dan pasang air laut yang membuat surutnya banjir menjadi lebih lama. Warga pun terpaksa menyesuaikan diri dengan keadaan, bahkan beberapa memilih berjalan kaki untuk menghindari kendala kendaraan mogok di tengah jalan.
Kondisi Terkini Banjir di Jalan Kaligawe Raya
Jalan Pantura Kaligawe Raya, khususnya di sekitar Kampung Semarang, Kecamatan Gayamsari, masih digenangi air dengan ketinggian cukup signifikan.
Pada pukul 10.30 WIB, air masih merendam sebagian besar jalan, mengakibatkan kemacetan dan menyulitkan pengendara, terutama kendaraan roda dua. Banyak motor mogok karena terendam air, sementara beberapa mobil memilih berhenti di bahu jalan untuk menghindari risiko kerusakan.
Para pengendara yang melintas di kawasan ini harus ekstra hati-hati. Beberapa di antaranya bahkan memilih untuk menuntun motor mereka yang mogok.
Sementara itu, kendaraan besar seperti truk dan bus yang melintasi jalan semakin memperparah kondisi lalu lintas.
Dampak Banjir bagi Warga dan Pengendara
Banjir yang terjadi sejak kemarin menyebabkan aktivitas warga terganggu. Salah seorang warga setempat yang bekerja di toko sekitar Jalan Kaligawe Raya menyebutkan bahwa banjir kali ini lebih parah dari biasanya.
Ketinggian air yang mencapai lutut membuatnya enggan menggunakan motor karena takut mogok di tengah perjalanan. Banyak warga lainnya pun memilih berjalan kaki agar lebih aman.
Bahkan, sejumlah siswa yang pulang sekolah terlihat membawa sepatu mereka di tangan untuk menghindari genangan air.
Banjir ini tidak hanya disebabkan oleh air pasang atau rob, tetapi juga akibat meluapnya Sungai Tenggang setelah hujan deras yang mengguyur Semarang sejak kemarin. Hal ini membuat genangan air semakin dalam dan lebih lama surut dibandingkan biasanya.
Harapan Warga terhadap Pemerintah
Warga berharap agar pemerintah kota maupun provinsi segera mencari solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan banjir ini. Mereka menilai bahwa banjir yang terus berulang ini sangat merugikan, baik bagi masyarakat setempat maupun pendatang yang beraktivitas di Semarang.
Selain menghambat mobilitas, banjir juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada kendaraan serta membahayakan kesehatan warga akibat genangan air yang kotor.
Salah seorang warga yang melintas menyatakan bahwa perbaikan tata kota dan sistem drainase perlu segera dilakukan untuk menghindari banjir di masa mendatang.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang seharusnya memiliki infrastruktur yang lebih baik agar tidak terus-menerus mengalami permasalahan banjir seperti ini.
Banjir yang melanda Pantura Kaligawe Semarang siang ini kembali menunjukkan urgensi penanganan masalah tata ruang dan drainase kota. Kombinasi antara rob, hujan deras, serta luapan sungai menjadi faktor utama penyebab genangan yang mengganggu aktivitas warga dan pengendara.
Pemerintah diharapkan lebih sigap dalam menangani masalah ini agar tidak terus berulang di masa mendatang.
Selain itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, juga diperlukan untuk membantu mengurangi risiko banjir di kemudian hari.(Kabarjawa)