
Kabarjawa – Banjir melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Jumat dan Sabtu (7-8 Maret 2025). Selain itu, luapan air dari Sungai Lusi, Sungai Glugu, dan Sungai Tuntang memperparah kondisi hingga menyebabkan genangan di berbagai wilayah.
Bencana ini berdampak pada ratusan warga dan menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk jebolnya dua tanggul di beberapa titik.
Dampak Banjir di Grobogan
Menurut data terbaru, banjir telah berdampak pada 103 kepala keluarga (KK) dengan total 335 jiwa. Air meluap ke enam kecamatan dan 20 desa, menyebabkan pemukiman, jalan, serta area pertanian tergenang. Beberapa daerah yang mengalami dampak signifikan antara lain:
- Kecamatan Purwodadi: Air masih menggenangi beberapa rumah dan jalan di Desa Purwodadi, Kalongan, dan Karanganyar.
- Kecamatan Toroh: Desa Boloh yang sebelumnya tergenang kini mulai surut.
- Kecamatan Tawangharjo: Banjir di Desa Jono masih stabil dan merendam area persawahan serta jalan dusun.
- Kecamatan Kedungjati: Sebanyak 11 desa terdampak, di antaranya Kedungjati, Klitikan, Panimbo, Kentengsari, Padas, Deras, Ngombak, Wates, Jumo, Kalimaro, dan Karanglangu. Kondisi di beberapa desa mulai pulih.
- Kecamatan Gubug: Satu titik tanggul jebol di Desa Baturagung. Desa Panadaran, Papanrejo, dan Baturagung masih tergenang.
- Kecamatan Tegowanu: Tanggul jebol di Desa Sukorejo selebar lima meter. Saat ini kondisi banjir sudah mulai surut.
Tanggul Jebol Perparah Situasi
Banjir semakin parah akibat jebolnya dua tanggul, yaitu:
- Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug
- Sungai Kliteh di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu
Jebolnya tanggul ini menyebabkan air meluap dengan cepat, menggenangi rumah warga dan lahan pertanian. Beberapa akses jalan juga terputus akibat genangan yang cukup tinggi.
Langkah Penanganan oleh BPBD Grobogan
BPBD Kabupaten Grobogan bergerak cepat dalam menangani dampak banjir. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:
- Distribusi bantuan berupa 3.000 karung pasir ke Kecamatan Gubug untuk penguatan tanggul darurat.
- Penyediaan perahu evakuasi di Balai Desa Ringinkidul, Kecamatan Gubug.
- Koordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan perbaikan tanggul dan mitigasi bencana lebih lanjut.
- Pemantauan wilayah rawan guna mengantisipasi potensi banjir susulan.
Selain itu, BPBD telah mengajukan permohonan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar mempercepat perbaikan tanggul yang jebol serta memperkuat tanggul yang berpotensi mengalami kerusakan lebih lanjut.
Imbauan untuk Warga
Melihat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Kepala desa di wilayah terdampak diminta untuk memberikan peringatan dini kepada warganya agar dapat segera melakukan langkah antisipasi jika debit air kembali meningkat.
Jika kondisi semakin memburuk, warga diharapkan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko lebih besar.
Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan membawa dampak signifikan bagi ratusan warga serta infrastruktur di wilayah tersebut.
Jebolnya dua tanggul semakin memperparah situasi, namun berbagai langkah penanganan telah dilakukan untuk meminimalisir dampaknya.
BPBD dan pihak terkait terus berupaya menangani bencana ini dengan menyalurkan bantuan, melakukan perbaikan tanggul, serta menyiapkan langkah antisipasi untuk kemungkinan banjir susulan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi situasi darurat agar dapat mengurangi risiko yang lebih besar.(Kabarjawa)