
Kabarjawa – Ratusan warga terdampak, hujan deras yang mengguyur wilayah Kulon Progo mengakibatkan banjir bandang di Perumahan Bumi Progo Sejahtera, Dusun Karangtengah Kidul, Kalurahan Margosari, Pengasih.
Banjir ini terjadi akibat luapan Sungai Serang yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Dampaknya, ratusan rumah terendam, dan satu unit rumah mengalami kerusakan parah. Pemerintah daerah bergerak cepat untuk menangani situasi ini dan memastikan keselamatan warga.
Penyebab dan Upaya Penanganan
Banjir di kawasan ini disebut sebagai fenomena yang berulang setiap tiga tahun sekali. Penyebab utama adalah sedimentasi di Sungai Serang yang semakin parah akibat material tanah yang terbawa arus dari daerah hulu seperti Kokap dan Pengasih.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk segera melakukan normalisasi sungai. Dengan langkah ini, diharapkan risiko banjir dapat ditekan agar tidak terus berulang.
Selain itu, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat area tersebut berada di sekitar kelokan sungai yang rawan terkena dampak erosi.
Dampak Banjir terhadap Warga
Bencana ini terjadi pada Jumat malam, 28 Maret 2025, merendam lebih dari 200 rumah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Akibatnya, sebanyak 411 warga terdampak, termasuk 160 kepala keluarga. Empat warga harus mendapatkan perawatan medis akibat kondisi darurat seperti hipotermia dan sesak napas, namun mereka telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pertolongan.
Kerusakan paling parah terjadi pada satu unit rumah yang roboh pada Sabtu pagi, 29 Maret 2025. Pondasi rumah tidak mampu menahan derasnya arus banjir yang menggerus tanah di sekitarnya.
Selain itu, banjir juga menyebabkan gangguan pada jaringan listrik yang kini sedang diperbaiki oleh PLN.
Bantuan dan Fasilitas untuk Korban
Pemerintah setempat telah menyiapkan dua lokasi pengungsian di Kantor Kalurahan Margosari dan Masjid Al-Fitroh untuk menampung warga yang terdampak.
Selain itu, Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum untuk memastikan ketersediaan makanan bagi para pengungsi. Tim medis dan ambulans juga disiagakan guna memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
Tim pemadam kebakaran (Damkar) dan PDAM Kulon Progo telah dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang menumpuk di kawasan perumahan, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
Banjir bandang yang terjadi di Kulon Progo menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.
Langkah konkret seperti normalisasi sungai dan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, BBWSSO, dan instansi terkait, diharapkan solusi jangka panjang dapat segera diterapkan demi keselamatan dan kenyamanan warga.(Kabarjawa)