
KabarJawa.com – Kisah haru datang dari kawasan Kaligawe, Semarang. Seorang buruh proyek bernama Widodo, warga Kabupaten Karanganyar, berhasil dievakuasi setelah terjebak banjir selama dua hari.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 29 Oktober 2025, dan sempat menjadi perhatian publik. Tim Patroli Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan (BPSPP) Wilayah I Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah pun terjun ke lapangan untuk memberikan bantuan.
Proyek Dihentikan karena Banjir
Widodo diketahui datang ke Semarang untuk bekerja di salah satu proyek di kawasan Kaligawe. Namun, hujan deras yang mengguyur sejak awal pekan membuat kawasan tersebut terendam banjir.
Aktivitas proyek pun terpaksa dihentikan. Selama dua hari, ia menunggu kepastian kapan pekerjaan dilanjutkan, namun tiada kejelasan.
Hingga pada akhirnya, Widodo memutuskan untuk pulang ke rumahnya di Karanganyar. Sayangnya, tidak ada satu pun angkutan umum yang beroperasi menuju arah Banyumanik.
Ketika Tim Patroli BPSPP Wilayah I sedang melakukan peliputan situasi banjir di Kaligawe, Widodo menghampiri mereka dan memohon bantuan agar bisa diantar ke Jalan Setiya Budi, Sukun, tempat ia bisa melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Karanganyar. Melihat kondisinya yang memprihatinkan, tim patroli lalu membantunya.
Mereka mengajak Pak Widodo beristirahat sejenak dan memberinya sarapan sebelum melanjutkan perjalanan.
“Pak Widodo menghampiri dan meminta tolong diantar ke Jl. Setiya Budi Sukun agar bisa naik Bus menuju Karanganyar,” tulis keterangan Instagram @perhubunganjtg, dilansir KabarJawa.com pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Kondisi Terkini Banjir di Kaligawe
Sebelumnya, dikabarkan bahwa dalam data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang terungkap bahwa banjir kali ini merendam 23 kelurahan di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Semarang Utara, Gayamsari, Genuk, Pedurungan, dan Semarang Timur.
Rumah-rumah warga pun tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 80 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai hampir satu meter.
Di Kecamatan Gayamsari, air menggenangi sejumlah wilayah seperti Kelurahan Siwalan, Tambakrejo, Kaligawe, dan Sawah Besar. Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Kaligawe Raya, menjadi salah satu titik yang cukup parah.
Genangan tinggi membuat banyak kendaraan, termasuk truk dan mobil pribadi, mogok di tengah jalan. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total dan menimbulkan kemacetan panjang.
Banjir yang melanda sebagian besar kawasan Semarang ini bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal sementara. Tak sedikit orang terpaksa mengungsi ke lokasi lain.
Sementara itu, saat ini dikabarkan bahwa pihak kepolisian setempat juga turun tangan membantu proses evakuasi kendaraan yang mogok agar tidak semakin menghambat lalu lintas..***