
KabarJawa.com – Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar kegiatan Student Presentation and Discussion sebagai bagian dari rangkaian Summer Course Program bersama Eckerd College Amerika Serikat pada Sabtu (13/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus II Gedung St. Fransiskus Asisi UAJY tersebut menjadi forum bagi mahasiswa peserta program untuk memaparkan hasil pembelajaran sekaligus merefleksikan pengalaman selama mengikuti kunjungan lapangan bertema Nature and Cultural Visit.
Melalui sesi presentasi ini, para peserta menyampaikan berbagai temuan, pandangan, serta gagasan yang mereka peroleh setelah mengunjungi sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari program pembelajaran lapangan. Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, kegiatan tersebut juga dirancang untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai isu konservasi lingkungan, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.
Presentasi Menjadi Sarana Refleksi Pengalaman Lapangan
Wakil Dekan I FTB UAJY, Monika Ruwaimana, Ph.D., menjelaskan bahwa sesi presentasi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengolah berbagai pengalaman yang mereka peroleh selama program berlangsung.
Menurutnya, pengalaman lapangan yang dijalani selama tiga hari tidak hanya memberikan wawasan mengenai kondisi lingkungan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat setempat berperan dalam menjaga keberlanjutan wilayahnya.
“Melalui presentasi ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya melihat berbagai persoalan lingkungan yang ada, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat setempat mengambil keputusan dan mengembangkan solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui proses diskusi dan presentasi, mahasiswa didorong untuk menganalisis berbagai praktik yang mereka temui di lapangan, kemudian menghubungkannya dengan konsep konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang dipelajari selama program berlangsung.
Pengalaman Keberagaman dan Toleransi Menjadi Kesan Mendalam
Selain memperoleh pengetahuan mengenai lingkungan dan konservasi, para peserta juga mendapatkan pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat lokal yang memiliki latar belakang budaya dan keyakinan yang beragam.
Sebastian, salah satu peserta Summer Course dari Eckerd College, mengungkapkan bahwa nilai toleransi yang ditunjukkan masyarakat setempat menjadi pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Pada hari pertama, saya sangat menikmati perjalanan kami saat melihat gunung dan mengamati keberagaman keyakinan masyarakat di daerah tersebut. Tidak ada yang saling memperdebatkan, mereka hanya saling menghormati. Menurut saya, hal itu benar-benar istimewa,” ujarnya.
Menurut Sebastian, suasana harmonis yang tercipta di tengah keberagaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai kehidupan sosial masyarakat yang mampu hidup berdampingan dengan saling menghormati perbedaan.
Peserta Susun Proyek Berdasarkan Hasil Kunjungan di Empat Lokasi
Dalam pelaksanaan Student Presentation and Discussion, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun proyek dan mempresentasikan hasil analisis berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan lapangan.
Lokasi yang menjadi objek pembelajaran meliputi Desa Wisata Turgo, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Desa Wisata Purwosari, dan kawasan Mangrove Baros. Setiap lokasi menghadirkan pendekatan berbeda dalam mengelola sumber daya alam sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa dapat mengamati secara langsung berbagai praktik konservasi yang diterapkan oleh masyarakat maupun pengelola kawasan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar bagi peserta dalam menyusun proyek yang dipresentasikan pada akhir program.
Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinilai Berjalan Beriringan
Berdasarkan hasil pengamatan para peserta, berbagai lokasi yang dikunjungi menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dilakukan secara terpisah dari kehidupan masyarakat.
Pendekatan yang diterapkan di sejumlah destinasi tersebut dinilai mampu mengintegrasikan kegiatan konservasi dengan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Selain menjaga kelestarian alam, masyarakat juga diberikan ruang untuk memperkenalkan budaya lokal, pengetahuan tradisional, serta praktik-praktik berkelanjutan kepada para wisatawan.
Model tersebut dianggap mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui keterlibatan aktif warga dalam pengelolaan kawasan, manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan secara langsung tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.
FTB UAJY Dorong Perspektif Global tentang Pembangunan Berkelanjutan
Melalui penyelenggaraan Summer Course Program bersama Eckerd College, FTB UAJY berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai hubungan antara konservasi lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran perspektif internasional mengenai berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi di berbagai wilayah dunia. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di Yogyakarta diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam berbagai konteks sosial dan lingkungan pada masa mendatang.
Dengan menggabungkan pembelajaran akademik, pengalaman lapangan, dan interaksi langsung dengan masyarakat, program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian alam, tetapi juga melibatkan aspek sosial, budaya, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.