
KABAR JAWA – Kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia pada akhir Mei 2025 belakangan menjadi sorotan utama publik.
Rupanya, kedatangannya tak hanya bertujuan untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara yang kini telah memasuki usia 75 tahun kerja sama bilateral.
Agenda kunjungan Macron juga menyisipkan momen simbolik yang cukup istimewa, yaitu kunjungannya ke salah satu situs budaya paling terkenal di dunia, Candi Borobudur.
Kedatangan Macron ini bakal menandai fase penting dalam hubungan Indonesia dan Prancis, dengan berbagai kegiatan yang menunjukkan komitmen kedua negara dalam menjalin kemitraan di berbagai sektor.
Lantas, kapan tepatnya Presiden Macron mengunjungi Candi Borobudur? Berikut ulasan lengkapnya.
Macron Sudah Tiba di Jakarta
Emmanuel Macron diketahui telah mendarat di Jakarta pada malam hari, Selasa, 27 Mei 2025.
Kala itu, kehadirannya langsung disambut hangat oleh sejumlah pejabat tinggi Indonesia, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Keesokan paginya, Rabu, 28 Mei 2025, Macron langsung memulai rangkaian kegiatan kenegaraan.
Salah satu agenda utamanya adalah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berlangsung di Istana Merdeka.
Pagi itu, pemandangan di sekitar kawasan Monas hingga pintu masuk Istana Negara begitu semarak.
Ribuan siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas berbaris rapi sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Prancis sebagai bentuk sambutan terhadap tamu negara.
Tidak hanya itu, pasukan berkuda juga ikut memeriahkan prosesi penyambutan, menambah kesan sakral dan penuh kehormatan.
Kapan Macron ke Borobudur? Ini Jadwalnya
Menurut informasi yang beredar, kunjungan Emmanuel Macron ke Candi Borobudur dijadwalkan pada Kamis, 29 Mei 2025.
Sebelum menuju ke candi yang menjadi warisan dunia UNESCO itu, Macron terlebih dahulu akan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah.
Di Akademi Militer tersebut, Macron dijadwalkan meninjau fasilitas laboratorium Bahasa Prancis yang diperuntukkan bagi para calon prajurit Indonesia yang kelak akan mengikuti pendidikan militer di Prancis.
Kegiatan ini menjadi simbol kerja sama pertahanan yang semakin erat antara kedua negara.
Setelah itu, Macron dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke Candi Borobudur, yang berlokasi tak jauh dari Akmil.
Borobudur Ditutup Sementara untuk Umum
Sebagai bentuk pengamanan dan persiapan untuk menyambut kunjungan kenegaraan ini, pihak pengelola Candi Borobudur kabarnya akan menutup sementara kunjungan wisatawan pada hari Kamis, 29 Mei 2025.
Penutupan dilakukan demi menjamin keamanan dan kenyamanan dalam rangka penyambutan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Macron.
Bahkan, sejak beberapa hari sebelumnya, pengumuman mengenai pembatasan akses dan penutupan sementara telah disosialisasikan kepada masyarakat dan wisatawan.
Meskipun begitu, hari ini, wisatawan masih diperbolehkan mengunjungi kompleks Candi Borobudur.
Hanya saja, ada pembatasan akses, khususnya bagi mereka yang ingin naik ke puncak struktur candi.
Dan pengunjung yang telah melakukan reservasi hanya diizinkan menaiki hingga tingkat ketiga saja.
Tiket Normal Kembali Dijual setelah Kunjungan Macron
Bagi masyarakat yang berencana berkunjung ke Candi Borobudur dalam waktu dekat, maka mereka tak perlu khawatir.
Pengelola candi menyatakan bahwa penjualan tiket kunjungan akan kembali berjalan normal pada Jumat, 30 Mei 2025, sehari setelah agenda kenegaraan selesai dilaksanakan.
Dengan demikian, masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk berwisata ke Candi Borobudur, sekaligus merasakan atmosfer sejarah setelah dikunjungi oleh salah satu pemimpin negara besar di dunia itu.
Datang Hari Kamis
Jadi kesimpulannya, kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Candi Borobudur dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Mei 2025.
Tepatnya, setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Akademi Militer di Magelang.
Sebagai antisipasi dan bentuk penghormatan terhadap acara tersebut, pengelola candi akan menutup sementara akses bagi wisatawan.
Namun, operasional wisata akan kembali normal keesokan harinya.
Yang jelas, momen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan Indonesia dan Prancis, sekaligus mencerminkan nilai strategis Candi Borobudur sebagai ikon budaya bangsa di mata dunia.***