
Kabar Jawa – Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo tak hanya megah dan modern, tapi juga dikelilingi tempat wisata alam menawan seperti pantai, waduk, hutan mangrove hingga kebun teh. Ini dia rekomendasinya!
Yogyakarta kini memiliki wajah baru dalam hal transportasi udara. Yogyakarta International Airport (YIA), yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, telah mendapat pujian langsung dari Presiden Joko Widodo sebagai bandara terbaik di Indonesia.
Namun, bukan hanya keistimewaan bandara yang jadi daya tarik utama. Di sekitarnya, terbentang kekayaan alam dan destinasi wisata yang tak kalah memikat untuk dijelajahi.
Berikut ini adalah 10 rekomendasi tempat wisata di sekitar Bandara YIA yang siap memanjakan mata dan hati setiap wisatawan:
1. Menyambut Senja di Pantai Congot
Tersembunyi di balik megahnya Bandara YIA, Pantai Congot menyimpan pesona alami yang memikat. Terletak di ujung muara Sungai Bogowonto, pantai ini jadi favorit para pemancing karena airnya yang kaya akan ikan dari berbagai jenis—air tawar, payau, dan laut.
Tak hanya memancing, pengunjung juga bisa menyusuri hutan mangrove dengan perahu tradisional. Di tengah-tengah kawasan mangrove ini terdapat Jembatan Api-api yang terbuat dari kayu, lengkap dengan menara pandang yang menawarkan pemandangan dramatis, terutama saat matahari tenggelam.
- Tiket masuk: Rp 5.000
- Jam operasional: 08.00 – 17.00
- Parkir: Motor Rp 2.000, Mobil Rp 5.000
- Jarak dari YIA: 20 menit berkendara
2. Keunikan Pasir Besi di Pantai Glagah
Berada di Kecamatan Temon, Pantai Glagah menyuguhkan hamparan pasir berwarna hitam yang mengandung zat besi alami.
Pengunjung dapat merasakan sensasi seru mengendarai ATV atau motorcross di sepanjang garis pantai.
Yang unik dari Pantai Glagah adalah keberadaan tetrapod atau pemecah ombak yang memperindah lanskap dermaga. Laguna di sisi pantai juga menjadi lokasi menyenangkan untuk naik perahu bebek atau sampan kecil.
- Tiket masuk: Rp 5.000
- Parkir: Motor Rp 3.000, Mobil Rp 10.000, Bus Rp 20.000
- Jarak dari YIA: Sekitar 20 menit
3. Panorama Warna di Kebun Bunga Matahari Glagah
Masih dalam kawasan Pantai Glagah, Kebun Bunga Matahari Glagah jadi incaran pengunjung yang menginginkan foto-foto cantik.
Saat musim panas, antara April hingga September, bunga matahari bermekaran sempurna, menciptakan lautan warna kuning yang menawan.
- Tiket masuk: Rp 10.000
- Jam operasional: 06.00 – 18.00
- Jarak dari YIA: 15 menit
4. Eksotisme Alam di Hutan Mangrove Kadilangu
Bergeser ke kawasan pesisir Pantai Pasir Kadilangu, Hutan Mangrove Kadilangu menjadi tempat ideal untuk mengenal lebih dekat ekosistem bakau. Jalur bambu yang membelah hutan menciptakan suasana damai dan cocok untuk edukasi maupun fotografi.
Daya tarik tambahan? Dari sini, Anda bisa menyaksikan pesawat lepas landas dan mendarat di YIA. Sensasi unik yang jarang ditemukan di tempat lain.
- Tiket masuk: Weekdays Rp 5.000, Weekend Rp 6.000
- Jam buka: 07.00 – 18.00
- Parkir: Motor Rp 5.000, Mobil Rp 10.000
- Sewa perahu: Rp 10.000 per orang
- Jarak dari YIA: 15 menit
5. Waduk Sermo: Perpaduan Alam dan Aktivitas Outdoor
Beralih ke dataran tinggi, Waduk Sermo di Kecamatan Kokap menawarkan keindahan danau buatan yang menyejukkan. Di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut, tempat ini sering dijadikan lokasi berkemah, memancing, hingga naik perahu mengelilingi waduk.
Waduk ini juga kerap digunakan sebagai tempat pelatihan militer serta lomba perahu naga. Suasana sejuk dan tenang membuatnya cocok sebagai lokasi retreat bersama keluarga.
- Tiket masuk: Rp 6.000
- Biaya camping: Rp 15.000
- Jarak dari YIA: 30–35 menit
6. Kalibiru: Spot Ikonik dengan Gardu Pandang
Nama Kalibiru sudah melekat kuat di hati para pencinta wisata alam. Berada di kawasan Bukit Menoreh, Kalibiru menawarkan gardu pandang dengan pemandangan langsung ke Waduk Sermo dari ketinggian.
Spot ini juga menyediakan jasa fotografer lokal bagi Anda yang ingin membawa pulang foto berkualitas dari tempat yang Instagramable ini. Kalibiru sangat diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.
- Waktu tempuh dari YIA: Sekitar 35 menit
7. Menyusuri Hijau Kebun Teh Nglinggo
Masih di perbukitan Kulon Progo, Kebun Teh Nglinggo jadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Selain pemandangan kebun teh yang memesona, tempat ini juga menyuguhkan budaya lokal dari Desa Wisata setempat. Teh lokal bisa dibeli sebagai oleh-oleh langsung dari petani.
Bagi yang ingin menikmati udara pagi dan kabut tipis menyelimuti kebun, tersedia homestay milik warga yang ramah dan siap menjamu wisatawan.
8. Sentra Kerajinan Serat Alam Sentolo
Bagi Anda yang tertarik dengan kerajinan lokal, Sentra Kerajinan Serat Alam di Sentolo bisa menjadi pilihan wisata edukatif.
Di sini, berbagai produk dari bahan alami seperti eceng gondok dan mendong diolah menjadi aneka kerajinan tangan yang menarik, mulai dari tas, dompet, hingga dekorasi rumah.
Kegiatan ini juga membuka peluang untuk mengenal lebih dalam tentang kreativitas masyarakat lokal serta mendukung ekonomi kreatif Kulon Progo.
Penutup
Tak disangka, kawasan di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta bukan hanya gerbang menuju kota budaya, tetapi juga ladang keindahan alam yang luar biasa.
Dari pantai eksotis, bukit hijau, hingga hutan mangrove yang menenangkan, Kulon Progo menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap dan beragam.
Jadi, jika Anda memiliki waktu sebelum atau sesudah penerbangan di YIA, jangan ragu untuk mengeksplorasi pesona Kulon Progo yang tak kalah dengan destinasi utama lainnya di Yogyakarta.
***