Dua Kereta Pusaka Keraton Warnai Kemegahan Kirab Trunajaya di Malioboro

Bagikan :
Dua kereta pusaka Keraton Yogyakarta, Londoner dan Premili, memimpin dan menutup Kirab Trunajaya yang digelar untuk memperingati ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X di Malioboro. (Ist)

KabarJawa.com — Sore yang hangat di Jalan Malioboro mendadak berubah menjadi panggung kebudayaan. Suara gamelan berpadu dengan derap langkah para abdi dalem dan denting kentongan yang ritmis.

Dari arah utara, barisan panjang prajurit Keraton Yogyakarta perlahan melintas. Ribuan mata tertuju pada dua sosok megah yang mencuri perhatian: dua kereta pusaka milik Keraton Yogyakarta, yakni Kereta Londoner Surabaya dan Kereta Premili.

Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Nitya Budaya Keraton Yogyakarta, dengan dukungan Pemerintah Daerah DIY, kembali menghadirkan Kirab Trunajaya, salah satu tradisi yang menjadi simbol kehormatan dan kelestarian budaya Jawa.

Namun, kirab kali ini tampil istimewa, dua kereta yang sudah lebih dari satu dekade tidak keluar dari kandangnya akhirnya kembali menapak jalanan Yogyakarta.

Dua Kereta Pusaka yang Kembali Menyapa Rakyat

Abdi Dalem Kridhamardawa Keraton Yogyakarta, MB Renggowaditro, tampak bersemangat di sela-sela persiapan kirab. Dengan mata berbinar, ia menjelaskan makna hadirnya dua kereta pusaka itu.

“Kedua kereta ini terakhir keluar sekitar 12–13 tahun lalu. Kami memilih keduanya karena ceritanya sejalan dengan kisah Beksan Trunajaya. Kereta Londoner akan dinaiki oleh Tumenggung, pemimpin beksan, sementara Kereta Premili dinaiki oleh para penari dan pelatih tari,” ujarnya.

Baca juga  Tradisi Mubeng Beteng 1 Suro 2026 di Jogja Digelar 16 Juni: Ini Jadwal, Rute, dan Aturan Pesertanya

Kereta Londoner meluncur gagah di barisan depan, memimpin iring-iringan abdi dalem dan sentana dalem. Sementara itu, Kereta Premili menutup barisan dengan keanggunannya.

Roda-rodanya yang kokoh berputar perlahan di antara riuh tepuk tangan warga dan wisatawan yang berjubel di sepanjang Malioboro.

Tahun ini, jumlah peserta kirab meningkat signifikan. Jika tahun sebelumnya hanya sekitar 50 paraga, kini lebih dari 80 abdi dalem turut serta.

Selain itu, kolaborasi besar dengan prajurit masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di DIY menjadikan jumlah total peserta mencapai 300 orang.

“Melibatkan masyarakat ini sebuah kebahagiaan. Kami ingin budaya Keraton tidak hanya hidup di dalam tembok istana, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat. Keraton adalah akar, namun seluruh warga adalah batang dan ranting yang menjaganya tetap hidup,” tutur Renggowaditro, yang akrab disapa Talcha.

Persembahan untuk Sultan dan Yogyakarta

Kirab Trunajaya kali ini bukan sekadar pementasan budaya, melainkan bagian dari peringatan Tingalan Dalem Taun Sri Sultan Hamengku Buwono X, yaitu ulang tahun kelahiran Gubernur DIY menurut penanggalan Jawa.

Baca juga  Modal Rp2 Jutaan! 5 Ide Usaha Kuliner Malam di Bantul yang Bisa Dimulai dari Rumah

Abdi Dalem Radyakartiyasa dari bidang wisata menjelaskan perbedaannya dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, kirab ini menjadi bagian dari peringatan Tingalan Jumenengan Dalem, yaitu saat Sultan bertahta.

“Tahun ini berbeda, karena memperingati kelahiran beliau. Namun semangatnya tetap sama — persembahan bakti, doa, dan penghormatan,” jelasnya.

Kirab berangkat dari halaman Gedung DPRD DIY, melintasi Malioboro yang penuh sesak, hingga berakhir di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Di sepanjang jalan, masyarakat tak henti-henti mengabadikan momen langka ini dengan kamera ponsel mereka.

Suasana pun penuh haru dan kebanggaan. Masyarakat dan wisatawan tumpah ruah di trotoar, menikmati suasana yang seolah membawa mereka melintasi waktu.

Salah satu penonton, Widya (27), warga Salatiga, tak menyangka bisa menyaksikan langsung kirab yang megah ini. Ia awalnya hanya ingin menikmati suasana Malioboro sore itu bersama teman.

“Ternyata malah beruntung bisa menonton kirab. Ini pengalaman yang tidak akan terlupakan,” ujarnya.

Komitmen Melestarikan Warisan Adiluhung

Penyelenggaraan Kirab dan Beksan Trunajaya menjadi wujud nyata komitmen Keraton Yogyakarta dalam melestarikan adat dan seni adiluhung Jawa.

Baca juga  Misteri Tulang-belulang di Pantai Krakal Terjawab, Wisatawan Hilang di Pantai Siung Akhirnya Teridentifikasi

Setiap langkah para penari, setiap hentakan gamelan, dan setiap roda kereta yang berputar membawa pesan yang sama: budaya tidak boleh diam, harus terus bergerak dan hidup di tengah masyarakat.

Kirab ini bukan sekadar perayaan ulang tahun Sultan. Lebih dari itu, ia merupakan ikrar budaya, pengikat antara masa lalu dan masa depan Yogyakarta.

Di bawah langit senja yang mulai memerah, dua kereta pusaka itu bukan hanya berjalan di atas jalanan kota, tetapi juga melintas di atas waktu, menghubungkan kejayaan sejarah dengan semangat masa kini.

Dan di antara gemuruh tepuk tangan warga, Keraton Yogyakarta sekali lagi membuktikan bahwa tradisi bukan masa lalu yang beku, melainkan denyut nadi yang terus berdetak di jantung kebudayaan Jawa.

Berita Terbaru

IMG-20261016-WA0021-2
Habiskan Anggaran Rp22 Miliar, Embung Kaliombo Rembang Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2026
1791209477_1-org
Dua Ruas Jalan di Sarang Rembang Bakal Ditangani, Pemkab Kantongi Anggaran Rp34,54 Miliar
ilustrasi demo
Apakah 20 Oktober 2026 Ada Demo di Jakarta? Ketahui Demo BEM UI Jam Berapa, Lokasi di Mana, dan Apa Tuntutannya
Screenshot (732)
Link Twibbon Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro 2026, Desain Estetik dan Gratis untuk Dibagikan ke Medsos!
triple u jateng
Menjelajah Fenomena Triple U Jawa Tengah: Harmoni Sabana, Jalur Konservasi, dan Jejak Peradaban Kuno

Terpopuler

Hamenang Wajar Ismoyo anak siapa dan dari partai apa? Simak profil, perjalanan politik, kronologi OTT KPK, serta dugaan kasusnya!
Hamenang Wajar Ismoyo Anak Siapa dan Berasal dari Partai Apa? Profil, Kronologi OTT KPK, dan Kasus yang Menjeratnya
Kenapa ChatGPT muncul This Response Couldn’t Load? Ketahui arti error, penyebab, dan cara mengatasinya berdasarkan panduan resmi OpenAI.
Kenapa Chat GPT This response couldn’t load Terus? Ketahui Arti, Penyebab, dan Cara Mengatasi Chat GPT Error
Batas mentor ACC absen dan laporan harian MagangHUB 2026 belum ditentukan. Cek aturan, solusi laporan belum ACC.
Batas Mentor ACC Absen dan Laporan Harian MagangHUB Kemnaker 2026, Berapa Lama & Bagaimana Jika Belum di-ACC
Serial Drama Korea 100 Days of Deception.
100 Days of Deception Episode 4 Tayang Jam Berapa Malam Ini? Cek Jadwal, Prediksi Cerita, dan Link Nonton Resmi
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Pixabay)
Kapan Musim Hujan 2026-2027? Ini Prediksi BMKG dan Penyebab Hujan Saat El Nino