
KABARJAWA – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa pendidikan usia dini sejatinya merupakan proses pembelajaran berbasis bermain.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Akhirussanah Kelompok Bermain (KB) – Raudhatul Athfal (RA) Baiturrohmah Drono pada Minggu (8/6/2025) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
Metode Terbaik Pendidikan Usia Dini
Danang menegaskan bahwa anak-anak usia KB dan RA masih berada pada tahap perkembangan yang membutuhkan pendekatan pembelajaran menyenangkan dan tidak membebani.
Ia menekankan bahwa bermain merupakan metode pendidikan terbaik bagi anak-anak usia dini. Oleh karena itu, para pendidik dan orang tua harus menyesuaikan metode belajar dengan dunia anak-anak.
“Kita tidak bisa menyamakan proses belajar anak usia dini dengan pendidikan di jenjang lebih tinggi. Mereka butuh ruang untuk bermain, berkreasi, dan mengenal dunia secara alami. Maka pendidikan anak usia dini harus menyenangkan dan penuh kasih sayang,” ujar Danang di hadapan para orang tua dan tenaga pendidik.
Akhirussanah, Momen Penting
Acara Akhirussanah tersebut menjadi momen penting bagi para siswa KB-RA Baiturrohmah Drono yang telah menyelesaikan masa pendidikan mereka.
Acara ini juga menampilkan pentas seni dan keterampilan dari para siswa. Ini membuktikan perkembangan potensi anak dalam aspek sosial, emosional, dan kreativitas.
Danang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas keberhasilan KB-RA Baiturrohmah Drono dalam mendidik dan meluluskan para siswa. Ia mengapresiasi komitmen dan kerja keras para tenaga pendidik yang selama satu tahun mendampingi anak-anak dalam proses tumbuh kembang mereka.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada KB-RA Baiturrohmah Drono. Lembaga ini telah berperan aktif dalam mencetak generasi penerus bangsa. Anak-anak ini adalah calon-calon generasi emas 2045 yang harus kita siapkan bersama sejak dini,” tegas Danang.
Danang mendorong para orang tua untuk terus melanjutkan pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga ke tingkat pendidikan tinggi.
Ia menilai keberhasilan pendidikan anak usia dini merupakan hasil dari kerja sama semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, maupun masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sleman terus menjalin kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan media. Kita tidak bisa bergerak sendiri. Peran yayasan seperti Baiturrohmah Drono sangat penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara utuh,” jelasnya.
Danang juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan anak-anak.
“Mari kita doakan bersama, semoga anak-anak ini menjadi generasi yang cerdas, berbudi pekerti luhur, serta membawa kemajuan bagi Sleman dan Indonesia,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi dari semua pihak, Danang optimis Sleman mampu melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (ef linangkung)