Teks Pembina Upacara Senin Tema Menyongsong Hari Kesaktian Pancasila 2025

Bagikan :
Ilustrasi teks pembina upacara Senin tema menyongsong Hari Kesaktian Pancasila (Pexels// Pixabay)

KabarJawa.com – Dalam waktu dekat ini, warga masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila, tepatnya pada tanggal 1 Oktober 2025.

Biasanya bakal ada berbagai macam kegiatan digelar, termasuk kegiatan upacara bendera. Namun, jelang hari H, upacara hari Senin 29 September 2025 mendatang bisa dijadikan kesempatan untuk membahas mengenai momen peringatan tersebut.

Dan bagi Anda yang bertugas sebagai pembina upacara dan menginginkan teks yang sesuai tema peringatan, maka Anda tak perlu bingung lagi. Berikut adalah contoh teks pembina upacara hari Senin tentang Hari Kesaktian Pancasila.

Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Senin tentang Hari Kesaktian Pancasila 2025

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru, dan yang saya banggakan anak-anakku sekalian,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Atas rahmat dan karunia-Nya, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama, melaksanakan upacara bendera hari Senin, tanggal 29 September 2025, dengan penuh semangat kebangsaan.

Hadirin yang saya cintai,

Hari ini kita berada di ujung bulan September, dan sebentar lagi, pada tanggal 1 Oktober 2025, kita akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal bersejarah ini tidak boleh kita lupakan, sebab menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia pernah melewati masa kelam, namun tetap mampu bangkit berkat kokohnya Pancasila sebagai dasar negara.

Sejarah mencatat, pada tahun 1965 terjadi peristiwa kelam yang dikenal dengan pemberontakan G30S/PKI. Saat itu, Pancasila hendak diganti dengan ideologi lain yang bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia.

Namun berkat pengorbanan para pahlawan bangsa, serta semangat rakyat Indonesia yang teguh, upaya tersebut berhasil digagalkan. Sejak itulah, tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, simbol dari keteguhan bangsa Indonesia untuk mempertahankan ideologi negara.

Hadirin saya banggakan,

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya.”

Tema ini sangat dalam maknanya. Mengapa disebut perekat bangsa? Karena Pancasila adalah fondasi yang menyatukan kita dalam keberagaman.

Indonesia adalah negara yang besar. Kita memiliki lebih dari 17 ribu pulau, ratusan suku bangsa, bahasa daerah yang beraneka ragam, serta agama dan budaya yang berbeda-beda.

Bayangkan, dengan keberagaman sebesar itu, apa yang bisa membuat kita tetap satu? Jawabannya adalah Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila, mulai dari Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, hingga Keadilan Sosial, merupakan titik temu dari seluruh elemen bangsa. Hal ini menjadi benang merah yang menjahit perbedaan agar tidak menimbulkan perpecahan. Tanpa Pancasila, mungkin kita sudah tercerai-berai.

Ingatlah, pengamalan Pancasila bisa kita mulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekolah maupun rumah, misalnya tidak membully teman, membantu yang kesusahan, menjaga kebersihan kelas, menghormati guru dan orang tua, serta berdisiplin dalam belajar. Hal-hal sederhana ini adalah wujud nyata dari pengamalan Pancasila.

Bapak/Ibu guru, anak-anak yang saya cintai,

Mengapa kita perlu terus menyosialisasikan Pancasila? Karena tantangan bangsa di era sekarang tidak kalah berat dibandingkan dulu.

Jika dahulu Pancasila diguncang oleh ancaman kudeta, hari ini ia diuji oleh perkembangan zaman, arus globalisasi hingga media sosial yang berpotensi merusak nilai-nilai bangsa.

Kita sering melihat fenomena perpecahan di masyarakat akibat berita hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga lunturnya rasa gotong royong. Ini semua adalah tanda bahwa pengamalan Pancasila harus lebih dikuatkan lagi.

Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sebagai acara seremonial tahunan, tetapi sebagai momentum refleksi nasional.

Mari kita bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?

Hadirin sekalian,

Sebagai generasi muda penerus bangsa, kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan ini. Harapan saya, kalian tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan berjiwa Pancasila. Ingatlah, masa depan Indonesia ada di tangan kalian.

Mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang bersatu dalam keberagaman, maju dalam pembangunan, dan sejahtera untuk seluruh rakyatnya.

Dengan berpegang teguh pada Pancasila, saya yakin cita-cita besar menuju Indonesia Raya yang adil, makmur, dan berdaulat dapat terwujud.

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan harapan antara lain:

  • Semoga generasi muda Indonesia semakin mencintai tanah air dan setia pada Pancasila.
  • Semoga nilai-nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong semakin kuat di tengah masyarakat.
  • Semoga bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan, tetap kokoh, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
  • Semoga Indonesia di masa depan menjadi bangsa yang besar, dihormati, dan disegani dunia.

Marilah kita jadikan Pancasila bukan hanya sebagai semboyan, tetapi benar-benar sebagai pedoman hidup.

Dengan begitu, tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang bisa kita rasakan bersama.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam Pancasila!

Nah, itu tadi contoh teks pembina upacara hari Senin yang membahas mengenai Hari Kesaktian Pancasila 2025. Semoga bermanfaat.***

Baca juga  10 Ide Kegiatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Sekolah: SD, SMP hingga SMA

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid