M. Nur Kholis Setiawan Beberkan Perbedaan Kelompok Makbulin dan Muqorabin

Bagikan :
M. Nur Kholis Setiawan membedah materi krusial dari Kitab Al-Hikam hikmah ke-76, fokus utama pembahasan adalah mengenai cara manusia mengidentifikasi posisi mereka di hadapan Allah SWT. (Youtube/ Prof. Dr. M. Nur Kholis Setiawan Channel)

KabarJawa.com – Dalam sebuah ulasan mendalam mengenai spiritualitas Islam, pakar studi Islam M. Nur Kholis Setiawan membedah materi krusial dari Kitab Al-Hikam hikmah ke-76. Fokus utama pembahasan kali ini adalah mengenai cara manusia mengidentifikasi posisi mereka di hadapan Allah SWT, khususnya perbedaan mendasar antara kelompok makbulin (mereka yang diterima) dan kelompok muqorabin (mereka yang didekatkan).

Menurutnya, pemahaman ini sangat penting bagi setiap individu untuk melakukan introspeksi diri terhadap “pangkat” spiritual yang mereka emban saat ini.

Indikator Makbulin: Kesalehan Sosial dan Lingkungan yang Kondusif

Dalam penjelasannya, M. Nur Kholis Setiawan memaparkan bahwa kelompok makbulin umumnya merujuk pada kalangan awam atau masyarakat umum yang berada pada jalur kebaikan. Indikator utama bagi kelompok ini bersifat lahiriah, yakni dilihat dari bagaimana Allah menempatkan (yukimuka) seseorang dalam rutinitas dan lingkungan sosialnya,. Jika seseorang merasa dimudahkan untuk berada di lingkungan yang baik dan memiliki kebiasaan positif, maka itu adalah tanda ia termasuk golongan yang diterima dan berbahagia (asuada).

Baca juga  Kapan IEEE Student Brench UNESA Secara Resmi Berdiri dan Siapakah yang Menjabat Sebagai Counselor? Ini Jawabannya

Ia menekankan bahwa bagi kelompok ini, ketaatan adalah buah dari lingkungan yang mendukung. Sebaliknya, mereka yang tertolak atau tidak bahagia biasanya disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat karena faktor pergaulan atau milieu yang tidak kondusif.

“Ketika kehidupan kita ini ternyata berada dalam satu milieu, dalam satu suasana kumpul dengan orang-orang baik lalu memiliki hobi, memiliki kebiasaan untuk juga berbuat baik begitu ya, maka Insyaallah kita termasuk orang-orang yang kabul atau orang yang diterima di sisi Allah,” ujar Prof. M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan ciri kelompok makbulin.

Kedudukan Muqorabin: Kehadiran Allah di Dalam Hati

Berbeda dengan kelompok makbulin, M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahwa kelompok muqorabin berada pada level khos atau khusus. Perbedaan mendasarnya terletak pada kedalaman hubungan batin. Jika makbulin diukur dari aktivitas fisik dan lingkungan, maka muqorabin diukur dari sejauh mana hati mereka mampu menemukan kemahakuasaan Allah dalam setiap keadaan.

Indikator bagi kaum muqorabin adalah intensitas kehadiran Allah di dalam hati mereka. Kelompok ini tidak hanya sekadar melakukan ketaatan secara formal, tetapi telah mencapai derajat di mana Allah menjadi pusat dari segala kesadarannya. Hal ini merujuk pada kaidah bahwa kedudukan seorang hamba di sisi Allah setara dengan bagaimana hamba tersebut menempatkan Allah dalam hatinya.

Baca juga  Bahaya Istidraj: Mengapa Rezeki Lancar Saat Maksiat? Ini Penjelasan M. Nur Kholis Setiawan

“Bagaimana kehadiran Allah dalam diri kita dalam hati kita, bagaimana keberadaan Allah dalam hati kita ini yang menjadi indikator yang menjadi tolak ukur bagi orang yang khost tadi itu,” tegas M. Nur Kholis Setiawan mengenai kelompok muqorabin.

Perbedaan Fundamental: Antara ‘Diterima’ dan ‘Didekatkan’

Poin krusial yang digarisbawahi oleh M. Nur Kholis Setiawan adalah dampak dari kedua kedudukan ini terhadap perilaku harian. Bagi kelompok muqorabin, kehadiran Tuhan yang konstan dalam hati berfungsi sebagai “rem” otomatis terhadap perbuatan maksiat. Mereka tidak akan merasa bahagia atau ringan saat melakukan kesalahan karena adanya kesadaran ketuhanan yang sangat kuat.

Sementara itu, bagi kelompok makbulin, ketaatan masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti lingkungan. Namun, beliau menekankan bahwa menjadi bagian dari kelompok makbulin adalah ambisi minimal yang harus dimiliki setiap mukmin agar tidak tergolong sebagai orang yang celaka atau tertolak.

“Makin banyak makin intensif Allah hadir dalam hati kita maka kita Insyaallah termasuk orang-orang yang muqarabin,” tambah M. Nur Kholis Setiawan sebagai penutup ulasannya mengenai derajat kedekatan dengan Sang Pencipta.

Baca juga  Jadwal Daftar Ulang dan Cara Cek Hasil Pengumuman SPMB SMA/SMK Jawa Timur 2025, Segera Pakai Link Berikut!

Relevansi bagi Kehidupan Modern

Melalui penjelasan ini, M. Nur Kholis Setiawan mengajak masyarakat untuk tidak sekadar terjebak dalam rutinitas tanpa makna. Dengan memahami apakah kita berada di jalur makbulin atau muqorabin, seseorang dapat lebih terarah dalam memperbaiki kualitas spiritualnya. Beliau menyarankan agar setiap individu mulai memperhatikan dengan siapa mereka bergaul dan apa yang paling sering mendominasi pikiran serta hati mereka setiap harinya sebagai bahan evaluasi diri yang komprehensif.

Kesimpulannya, perbedaan antara makbulin dan muqorabin adalah transisi dari kesalehan yang berbasis lingkungan menuju kesalehan yang berbasis kesadaran hati yang mendalam.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
tiktok-5064078_1280
Ramai di TikTok, Warung Madura Baju Kuning Viral, Apa Isi Kontennya?