
KabarJawa.com – Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 Kurikulum Merdeka, siswa diajak untuk mendalami keindahan sastra melalui analisis puisi.
Tersedia berbagai elemen yang dipelajari dalam bab ini. Beberapa diantaranya antara lain gaya bahasa (majas), pengimajian (citraan), hingga pemahaman mendalam mengenai penggunaan kata konkret dan kata konotatif (kiasan).
Salah satu tugas yang harus diselesaikan siswa terdapat pada halaman 173, yakni menelaah puisi berjudul “Ibu” karya penyair legendaris D. Zawawi Imron.
Dan bagi Anda yang sedang mencari referensi atau panduan belajar untuk menjawab soal tersebut, berikut adalah kunci jawaban lengkapnya.
Kunci Jawaban Telaah Puisi “Ibu” Kelas 10 Halaman 173
Secara berkelompok, kalian dapat berlatih menelaah puisi karya D. Zawawi Imron dengan mengisi tabel analisis berikut:
1. Majas (Gaya Bahasa)
Jenis Majas: Metafora (Perbandingan langsung)
Larik: “ibu adalah gua pertapaanku” dan “hanya mata air air matamu ibu”
Jenis Majas: Hiperbola (Melebih-lebihkan)
Larik: “bila kasihmu ibarat samudera / sempit lautan teduh”
Jenis Majas: Personifikasi (Mengumpamakan benda mati seperti makhluk hidup)
Larik: “bila aku berlayar lalu datang angin sakal” (angin yang digambarkan bisa datang mengadang).
2. Pengimajian (Citraan)
Jenis Pengimajian: Citraan Penglihatan (Visual)
Larik: “sumur-sumur kering / daunan pun gugur bersama reranting” dan “ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi”
Jenis Pengimajian: Citraan Pengecapan (Gustatori)
Larik: “sedap kopyor susumu”
Jenis Pengimajian: Citraan Penciuman (Olfaktori)
Larik: “saat bunga kembang menyemerbak bau sayang”
3. Isian Kata Konkret
Kata Konkret: Gua pertapaanku
Larik: “ibu adalah gua pertapaanku”
Makna: Sebuah tempat berlindung yang paling aman, tempat mencari kedamaian, ketenangan, dan jalan kembali bagi sang anak.
Kata Konkret: Sumur-sumur kering
Larik: “sumur-sumur kering,”
Makna: Menggambarkan kondisi kehidupan yang sedang sulit, krisis, atau masa-masa penderitaan saat merantau (musim kemarau).
Kata Konkret: Lokan-lokan, mutiara dan kembang laut
Larik: “lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku”
Makna: Harta karun, kekayaan, rezeki, atau hal-hal berharga dan indah yang didapatkan dari kerasnya kehidupan (samudra).
4. Kata Konotatif (Kiasan)
“Mata air air matamu”: Bermakna kasih sayang ibu atau doa ibu yang tidak pernah putus dan terus mengalir mendoakan anaknya.
“Mencuci lumut pada diri”: Bermakna proses membersihkan diri dari dosa, kesalahan, atau sifat-sifat buruk yang menempel di hati.
“Angin sakal”: Bermakna cobaan, musibah, rintangan, atau ujian berat yang datang menghadang di tengah perjalanan hidup.
“Menulis langit biru”: Bermakna menciptakan masa depan yang cerah, mengukir prestasi, atau menyebarkan kebaikan melalui karya (sajak).
Perlu diingat bahwa kunci jawaban di atas hanyalah referensi atapun panduan belajar di rumah. Dengan kata lain, jawaban di atas tidak bersifat mutlak dan dapat dieksplorasi lebih luas dan bisa berbeda-beda sesuai dengan pemahaman, imajinasi, serta arahan dari pembimbing belajar.
Nah, itulah tadi kunci jawaban lengkap untuk soal telaah puisi “Ibu” pada buku Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 173.***