
KabarJawa.com – Bagi sebagian orang, Aksara Jawa mungkin terlihat sama saja di mana pun tempatnya. Namun, jika Anda perhatikan lebih jeli saat berkunjung ke Kota Solo (Surakarta) dan Yogyakarta (Jogja), terdapat perbedaan mendasar dalam penerapan penulisan aksara warisan leluhur ini. Lantas, apa sebenarnya yang membedakan keduanya? Apakah bentuk hurufnya berbeda?
Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, perbedaan utama antara Aksara Jawa gaya Solo dan Jogja sebenarnya bukan terletak pada bentuk hurufnya yang drastis, melainkan pada orientasi penulisan atau tata letak (layout) terhadap huruf Latin.
Hal ini didasarkan pada konvensi penempatan dan filosofi tata ruang yang diatur oleh pemerintah daerah masing-masing. Berikut adalah rincian perbedaannya:
Aksara Jawa Gaya Surakarta (Solo)
Jika Anda berjalan-jalan di Kota Solo dan melihat papan nama jalan atau instansi pemerintahan, Anda akan menemukan ciri khas berikut:
- Penempatan: Huruf Latin diletakkan di bagian atas, sementara Aksara Jawanya berada di bagian bawah.
- Format: Latin (Atas) – Aksara Jawa (Bawah).
- Dasar Hukum: Tata cara penulisan ini memiliki landasan hukum yang kuat, yakni diatur dalam Peraturan Walikota (Perwal) Solo Nomor 3 Tahun 2008.
- Filosofi: Penempatan ini sering dimaknai sebagai upaya komunikatif, di mana huruf Latin yang lebih umum dibaca diletakkan duluan untuk memudahkan pembacaan, baru diikuti oleh aksara daerah sebagai pelestarian.
Aksara Jawa Gaya Yogyakarta (Jogja)
Berbeda dengan tetangganya, Yogyakarta memiliki aturan main tersendiri yang sangat khas dan mudah dikenali:
- Penempatan: Aksara Jawa diletakkan di bagian atas, sedangkan huruf Latin diletakkan di bagian bawah.
- Format: Aksara Jawa (atas) – Latin (bawah).
- Dasar Hukum: Hal ini diatur secara resmi melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
- Filosofi: Penempatan Aksara Jawa di posisi paling atas menyiratkan makna penghormatan. Ini adalah simbol bahwa budaya lokal (Aksara Jawa) harus “dijunjung tinggi” dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, baru kemudian diikuti oleh tulisan Latin sebagai penjelas.
Ada Banyak Perbedaan
Jadi, inti perbedaannya terletak pada tata letak. Solo memilih menempatkan Latin di atas, sedangkan Jogja memilih menempatkan Aksara Jawa di atas.
Meskipun secara bentuk dasar huruf (font) keduanya memiliki kemiripan yang sangat identik, perbedaan aturan penempatan inilah yang menjadi ciri khas identitas budaya kedua kota keraton tersebut.***