Makna Panggung Sanggabuwana, Keraton Surakarta: Bangunan yang Jadi Sorotan Usai Diresmikan Menbud Fadli Zon

Bagikan :
Panggung Sanggabuwana, Keraton Surakarta yang belakangan jadi sorotan (Instagram// @balaikota.solo)

KabarJawa.com – Ikon bersejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Panggung Sanggabuwana, kembali menyita perhatian publik.

Bangunan yang menjulang tinggi di kompleks keraton tersebut baru saja selesai menjalani proses revitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia (RI), Fadli Zon, secara langsung meresmikan rampungnya pemugaran bangunan tersebut pada Selasa (16/12/2025) malam.

Dalam kesempatan itu, Fadli mengungkap soal nilai historis bangunan yang didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono III tersebut.

Ia menyebut bahwa Panggung Sanggabuwana pernah memegang rekor sebagai bangunan tertinggi di Pulau Jawa pada masanya dan kini telah menjadi Cagar Budaya Nasional.

Lantas, apa sebenarnya filosofi dan fungsi di balik kemegahan bangunan yang telah berdiri selama lebih dari dua abad ini? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai makna Panggung Sanggabuwana bagi Keraton Surakarta.

Filosofi Nama dan Simbolisme

Panggung Sanggabuwana bukan sekadar menara biasa, melainkan sebuah manifestasi spiritual dan identitas kerajaan. Secara etimologis, nama bangunan ini terdiri dari tiga suku kata.

Kata “Panggung” dimaknai sebagai bangunan yang tinggi, “Sangga” berarti menyangga atau menahan dari bawah, dan “Buwono” yang berarti jagat atau alam semesta.

Baca juga  7 Fakta Soal Suksesi Keraton Surakarta: Jadwal Penobatan hingga Dinamika Internal

Berdasarkan laman resmi eprints Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), makna Panggung Sanggabuwana adalah sebagai lambang laki-laki.

Simbol ini merepresentasikannya sebagai pembawa benih kehidupan. Perspektif ini juga mengajarkan bahwa untuk mencapai kesempurnaan hidup, seorang manusia hendaknya senantiasa menyelaraskan perbuatan baik secara lahiriah dengan sikap batin yang bersih.

Kemudian makna lain yaitu berkaitan dengan bagian bangunan tersebut yaitu bentuk segi delapan yang juga menyimbolkan delapan arah penjuru mata angin.

Arsitektur Perpaduan Jawa dan Eropa

Panggung Sanggabuwana memiliki desain arsitektur yang sangat khas. Bangunan ini berbentuk segi delapan atau dalam istilah Jawa disebut Hasta Wolu.

Menara ini memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter dan terbagi menjadi empat tingkat. Struktur bangunan mencerminkan akulturasi budaya yang kental.

Berdasarkan laman resmi Pemerintah Kota Surakarta, diketahui bahwa dindingnya terbuat dari batu bata yang diplester kokoh, dilengkapi dengan teras-teras yang dipagari balustrade (pagar pembatas). Pengaruh arsitektur Eropa terlihat pada bagian atap.

Atap bangunan ini dirancang dengan denah segi delapan mengerucut yang menggunakan bahan sirap kayu. Desain atap ini bergaya Art Nouveau yang populer di Eropa.

Baca juga  KGPAA Purbaya Lakoni Prosesi Jumenengan PB XIV Hari Ini

Selain itu, terdapat bukaan atap atau dormer window yang kental dengan nuansa arsitektur Renaissance. Pada bagian puncak menara terdapat area yang disebut “Tutup Saji”.

Dahulu, bangungan ini disebut sebuah lonceng besar yang berfungsi sebagai penanda waktu bagi warga keraton dan sekitarnya.

Fungsi Strategis – dari Meditasi hingga Militer

Sebagai bangunan tertinggi di zamannya, Panggung Sanggabuwana memegang peranan multifungsi yang sangat vital bagi pertahanan dan spiritualitas keraton.

Secara militer, ketinggian menara ini dimanfaatkan oleh pihak keraton untuk mengintai gerak-gerik tentara kolonial Belanda yang bermarkas di Benteng Vastenburg, yang letaknya tidak jauh dari keraton.

Sementara dari sisi spiritual, menara ini berfungsi sebagai tempat semedi bagi Raja. Di tempat ini pula sering dilakukan ritual sesaji untuk memohon keselamatan kerajaan.

Pertemuan dengan Ratu Kidul

Selain fungsi fisik dan filosofis, Panggung Sanggabuwana juga diselimuti oleh kisah yang melegenda di tengah masyarakat Jawa.

Terdapat kepercayaan bahwa menara ini merupakan lokasi sakral tempat bertemunya Raja Keraton Surakarta dengan penguasa laut selatan, Kanjeng Ratu Kencana Hadisari atau yang lebih dikenal sebagai Nyi Roro Kidul.

Baca juga  Kecelakaan Ambulans dan Mobil Karimun di Gamping Sleman, Begini Kronologinya

Pertemuan gaib ini dipercaya sebagai bentuk hubungan spiritual untuk menjaga kedaulatan dan ketentraman kerajaan.

Hingga kini, Panggung Sanggabuwana tetap berdiri kokoh sebagai saksi bisu perjalanan sejarah panjang kebudayaan Jawa di Surakarta.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid