
KabarJawa.com – Kekayaan Bahasa Jawa memang tidak perlu diragukan lagi. Bahasa ini memiliki kosakata yang sangat spesifik untuk menyebutkan sesuatu, termasuk dalam hal profesi atau pekerjaan. Dalam istilah lokal, nama-nama pekerjaan ini disebut sebagai Arane Pegawean.
Jika dalam Bahasa Indonesia kita mungkin hanya menyebut “tukang” untuk berbagai jenis jasa, Bahasa Jawa memiliki istilah khususnya sendiri. Misalnya tukang yang mengurus gamelan berbeda sebutannya dengan tukang yang mengurus kuda.
Jika Anda sedang belajar atau sekadar ingin tahu ragam istilah-istilah ini, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah beberapa diantaranya.
Profesi di Bidang Seni dan Kerajinan
Masyarakat Jawa dikenal memiliki citarasa seni yang tinggi. Hal ini tercermin dari banyaknya istilah khusus untuk para pekerja seni dan pengrajin. Berikut beberapa diantaranya.
- Empu: Sebutan kehormatan bagi orang yang ahli membuat keris atau senjata pusaka.
- Pande Wesi: Orang yang pekerjaannya menempa besi atau pandai besi untuk dijadikan alat pertanian maupun senjata.
- Mranggi: Tukang yang memiliki keahlian khusus membuat warangka atau sarung keris.
- Kemasan: Tukang yang pekerjaannya memperbaiki atau membuat perhiasan emas.
- Niyaga (Wiyaga): Penabuh gamelan atau musisi dalam karawitan Jawa.
- Pesindhen: Seorang wanita yang pekerjaannya menyanyi (vokal) dalam iringan gamelan atau karawitan.
- Tandhak: Orang yang pekerjaannya menari.
Profesi di Lingkungan Desa dan Perdagangan
Dalam struktur masyarakat desa, terdapat beberapa peran vital yang memiliki sebutan khas. Adapun beberapa istilahnya ialah sebagai berikut:
- Carik: Juru tulis di kelurahan yang bertugas membantu Lurah dalam administrasi desa (sering disebut Sekretaris Desa).
- Malang: Sebutan untuk polisi desa atau penjaga keamanan desa.
- Bakul: Istilah umum untuk pedagang.
- Blantik (Molang): Pedagang yang spesifik menjual hewan ternak seperti sapi, kambing, atau burung.
- Sarawedi: Profesi unik bagi orang yang pekerjaannya menggosok dan menjual intan berlian.
Profesi yang Berhubungan dengan Hewan dan Alam
Interaksi masyarakat Jawa dengan alam dan hewan juga melahirkan istilah profesi yang spesifik. Berikut nama-namanya.
- Blandhong: Orang yang pekerjaannya menebang kayu di hutan.
- Kusir: Orang yang pekerjaannya mengemudikan kereta kuda (dokar atau andong).
- Pakathik: Tukang yang tugasnya khusus menuntun kuda.
- Srati: Orang yang memiliki keahlian merawat dan mengendalikan gajah.
Profesi Jasa dan Pelayanan Umum
Selain kategori di atas, ada banyak istilah untuk penyedia jasa yang membantu kehidupan sehari-hari. Beberapa istilah tersebut antara lain sebagai berikut.
- Mandhor: Orang yang menjadi pemimpin atau pengawas para kuli.
- Merbot: Punggawa atau petugas yang mengurus kebersihan dan keperluan masjid.
- Juru Tulis: Orang yang pekerjaannya menulis (sekretaris/pencatat).
- Madhaharan: Juru masak atau orang yang bekerja mengolah makanan (koki).
- Batur: Orang yang pekerjaannya membantu orang lain (asisten rumah tangga/pembantu).
- Pawongan: Sebutan untuk pelayan wanita.
- Palara-lara: Sebutan untuk abdi dalem wanita yang masih muda (nyai kecil).
- Penjahit: Tukang yang menjahit baju, celana, dan pakaian lainnya.
- Jlaga: Orang yang pekerjaannya memecah batu.
Profesi Keamanan dan Pertahanan
Dalam konteks kerajaan atau pertahanan wilayah, dikenal pula istilah berikut:
- Prajurit: Orang yang pekerjaannya membela negara atau tentara.
- Pacalang: Prajurit garis depan yang tugasnya mengawasi pergerakan musuh atau membuka jalan.
Jadi, adanya, kosakata ini menunjukkan betapa detailnya orang Jawa dalam menghargai setiap profesi yang ada di masyarakat. Nah, itulah ragam nama pekerjaan atau Arane Pegawean dalam Bahasa Jawa.***