Istilah Satuan Hitung dalam Bahasa Jawa: Sajodho, Sagedheng, Sajinah, dll

Bagikan :
Ilustrasi istilah satuan hitung dalam Bahasa Jawa (Pexels// Pixabay)

KabarJawa.com – Bahasa Jawa memang dikenal sebagai salah satu bahasa daerah yang sangat kaya akan kosakata. Ketelitian masyarakat Jawa dalam menamai sesuatu terlihat jelas dalam penggunaan satuan hitung atau dalam istilah lokal disebut tembung wilangan.

Dalam Bahasa Indonesia kita mungkin terbiasa menggunakan kata bantu bilangan umum seperti “sebuah”, “seikat”, atau “sepasang”. Namun dalam Bahasa Jawa, setiap objek memiliki satuan hitungnya sendiri yang sangat spesifik.

Mungkin Anda sering mendengar istilah sajodho, sagedheng, atau sajinah, namun belum benar-benar memahami artinya.

Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai ragam satuan hitung unik tersebut.

Istilah Populer yang Sering Terdengar

Ada beberapa istilah yang masih cukup sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama di pasar tradisional atau acara adat. Berikut penjelasannya:

Sajodho

Istilah ini secara harfiah berarti satu jodoh. Kata ini digunakan untuk menyebut benda atau makhluk hidup yang berpasangan. Contoh paling mudah adalah manuk sajodho (sepasang burung) atau manten sajodho (sepasang pengantin).

Baca juga  Teks Sambutan Maulid Nabi 2025 Bahasa Jawa: Contoh Singkat dan Lengkap untuk Panitia Tingkat RT

Sagedheng

Satuan ini spesifik digunakan dalam dunia pertanian. Sagedheng digunakan untuk menyebutkan satu ikat besar padi yang baru dipanen.

Satangkep

Istilah ini berasal dari kata “tangkup”. Istilah ini digunakan untuk benda yang penyimpanannya dengan cara ditangkupkan.

Contohnya adalah gula merah atau gula Jawa. Gula satangkep berarti dua keping gula yang dicetak menggunakan tempurung kelapa kemudian disatukan atau ditangkupkan menjadi satu bentuk bulat.

Sasiyung

Dalam Bahasa Indonesia kita mengenalnya dengan “siung”. Istilah ini khusus digunakan untuk bagian dari umbi lapis seperti bawang. Jadi bawang sasiyung artinya satu siung bawang.

Sajinah

Ini merupakan satuan hitung yang unik karena merujuk pada jumlah angka tertentu. Sajinah digunakan untuk menyebut kumpulan benda yang berjumlah 10 biji. Biasanya istilah ini dipakai saat membeli jajanan pasar atau makanan kecil.

Kamus Wilangan Bahasa Jawa

Selain istilah-istilah di atas, masih banyak tembung wilangan lain yang unik dan sangat spesifik tergantung pada bendanya. Berikut adalah beberapa diantaranya:

Kategori Makanan dan Tanaman

  • Gedhang salirang: Satu sisir pisang.
  • Gedhang saijir: Satu buah pisang (satuan).
  • Jagung saontong: Satu buah jagung utuh yang masih ada bonggol dan kulitnya.
  • Pete samata: Satu biji petai (bijian).
  • Pete sagada: Satu keris/tangkai petai yang berisi banyak biji.
  • Jeruk seajar: Satu ulas atau satu potong siung jeruk.
  • Krambil sajanjang: Satu tandan buah kelapa.
  • Pari sawuli: Satu tangkai padi.
  • Tebu salonjor: Satu batang tebu utuh yang panjang.
  • Tebu sauyun: Satu rumpun tanaman tebu.
  • Kencur sagrigih: Satu rimpang kencur.
  • Jae sarempang: Satu rimpang jahe.
  • Godhong sapapah: Satu pelepah daun (biasanya daun pisang atau kelapa).
  • Blarak sapapah: Satu pelepah daun kelapa kering.
  • Kategori Benda dan Hewan
  • Jaran sarakit: Sepasang kuda (biasanya yang menarik kereta).
  • Sate sasunduk: Satu tusuk sate.
  • Jarik salembar: Satu lembar kain batik/jarik.
  • Benang saukel: Satu gulungan benang (biasanya benang jahit tradisional).
  • Lenga sagendul: Satu botol minyak.
  • Suweng sasele: Satu buah anting/giwang yang tidak ada pasangannya (sebelah saja).
  • Tembako satampang: Satuan tembakau lempeng yang dicetak di atas anyaman bambu (rigen).
Baca juga  Meresapi Makna di Balik Pepatah 'Sapa Nandur Bakalan Ngunduh': Seni Menata Hidup ala Orang Jawa

Kategori Takaran Air dan Lainnya

  • Banyu satetes: Setetes air.
  • Wedang sagelas: Segelas minuman.
  • Sega sapulukan: Satu suapan nasi (menggunakan tangan).
  • Sawah sapathok: Satu petak sawah.

Penggunaan istilah yang spesifik ini menunjukkan betapa detail dan kayanya budaya Jawa dalam memandang sebuah objek di kehidupan sehari-hari. Nah, itulah ragam istilah satuan hitung atau wilangan dalam Bahasa Jawa.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya