
KabarJawa.com – Bahasa Jawa dikenal sebagai salah satu bahasa daerah yang memiliki kekayaan kosakata yang luar biasa. Tingkat kedetailan bahasa ini bisa dilihat dari bagaimana masyarakat Jawa menamai benda-benda di sekitarnya.
Salah satu contoh paling menarik adalah istilah untuk menyebut biji atau isi buah-buahan. Jika dalam Bahasa Indonesia kita cukup menyebutnya dengan kata “biji” diikuti nama buahnya (misal: biji durian, biji mangga), maka lain halnya dalam Bahasa Jawa.
Orang Jawa memiliki istilah khusus untuk setiap biji buah. Pengetahuan ini disebut sebagai Arane Isi Woh-wohan. Bagi Anda yang sedang belajar Bahasa Jawa atau sekadar ingin bernostalgia dengan istilah-istilah unik ini, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut penjelasan lengkapnya.
Si Raja Buah dan Buah Populer Lainnya
Mari kita mulai dari buah-buahan yang paling sering kita temui sehari-hari.
Duren (Durian)
Biji durian yang besar dan biasanya diselimuti daging buah yang legit itu disebut Pongge.
Nangka
Nah, ini yang paling unik. Biji nangka dalam Bahasa Jawa disebut Beton. Jangan bayangkan ini material bangunan yang keras. Beton nangka justru sering direbus dan dimakan karena rasanya yang empuk dan gurih.
Mangga
Jika Anda makan mangga dan menyisakan bijinya yang pipih dan keras, biji tersebut bernama Pelok.
Biji yang Sering Dijadikan Camilan atau Mainan
Beberapa biji buah memiliki nama unik karena fungsinya yang sering dijadikan camilan atau alat permainan tradisional oleh anak-anak zaman dahulu.
Semangka
Biji semangka yang dikeringkan dan diasinkan dikenal dengan nama Kwaci. Istilah ini bahkan sudah sangat umum dipakai dalam Bahasa Indonesia.
Asem (Asam Jawa)
Biji asam yang berwarna hitam legam dan keras disebut Klungsu. Dulu, klungsu sering dijadikan alat permainan dakolan oleh anak-anak desa.
Sawo
Hampir mirip dengan asam, biji sawo yang lonjong hitam mengkilap disebut Kecik. Biji ini juga sering dijadikan alat mainan tradisional bekel atau dakon.
Istilah Biji Buah Lainnya yang Jarang Diketahui
Selain buah-buahan di atas, ada juga istilah untuk tanaman yang mungkin terdengar asing bagi generasi milenial, namun sangat akrab bagi orang tua kita.
- Salak: Biji salak yang keras itu memiliki nama Kethether.
- Pepaya (Kates): Biji pepaya yang kecil-kecil hitam disebut Trempos.
- Randu (Kapuk): Pohon randu memiliki biji yang mengandung minyak, namanya adalah Klentheng.
- Kluwak: Bumbu dapur berwarna hitam untuk rawon ini memiliki isi yang disebut Pucung.
- Kecipir: Sayuran ini memiliki biji yang disebut Botor.
- Kluwih: Mirip dengan nangka tapi lebih sering disayur, biji kluwih disebut Bethem.
- Jambe (Pinang): Buah pinang memiliki biji atau isi yang disebut Jebug.
Ada Banyak Istilah
Jadi kesimpulannya, biji duren bahasa Jawanya Pongge. Sedangkan Beton adalah nama isi buah nangka, dan Kethether untuk biji salak.
Dan adanya banyaknya detail ini menunjukkan kayanya budaya Jawa dalam mengamati alam sekitar. Mengenal istilah-istilah ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga ikut melestarikan warisan bahasa agar tidak punah tergerus zaman.***