
KabarJawa.com – Dalam mempelajari Aksara Jawa, menghafal 20 huruf dasar (Aksara Nglegena) saja belum cukup. Anda juga perlu memahami berbagai jenis sandhangan atau penanda bunyi supaya bisa menuliskan kata-kata yang kompleks.
Salah satu jenis sandhangan yang paling sering membingungkan pemula adalah Sandhangan Wyanjana. Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai pengertian, fungsi, dan jenis-jenis Sandhangan Wyanjana.
Apa Itu Sandhangan Wyanjana?
Sederhananya, Sandhangan Wyanjana adalah sandhangan yang digunakan untuk menuliskan gugus konsonan yang berada di tengah suku kata.
Sandhangan ini berfungsi mengubah bunyi dasar aksara menjadi bunyi rangkap. Contoh, huruf Ka jika diberi Sandhangan Wyanjana (Cakra) akan terbaca menjadi Kra.
Tanpa sandhangan ini, kita akan kesulitan menulis kata-kata seperti Pramuka, Kyai, atau Klapa.
Fungsi Sandhangan Wyanjana
Fungsi utama Sandhangan Wyanjana adalah untuk menyisipkan huruf konsonan semi-vokal pada satu suku kata. Adapun huruf sisipan yang dimaksud meliputi bunyi:
- r
- re
- y
- l
- w
Jenis Sandhangan Wyanjana
Berikut adalah lima jenis sandhangan wyanjana yang wajib diketahui:
Cakra
Adapun fungsinya melambangkan sisipan konsonan ‘r’. Sementara, bentunya menyerupai mangkuk atau lengkungan yang menggantung di bawah kaki huruf.
Cakra Keret
Yang satu ini fungsinya melambangkan bunyi ‘re’ (bunyi r diikuti vokal pepet /ə/). Sandhangan ini menggantikan fungsi Cakra + Pepet (yang tidak boleh ditulis berbarengan). Singkatnya, ini termasuk sandhangan dari ‘ra’ yang dipepet.
Pengkal
Kemudian, ada pula Pengkal yang fungsinya melambangkan sisipan bunyi ‘y’. Yang satu ini bentuknya menempel di sebelah kanan huruf utama.
Panjingan La
Yang satu ini fungsinya menyisipkan bunyi ‘l’ di bawah aksara. Adapun bentuknya mirip dengan aksara ga yang memiliki ekor dan ditaruh di bawah aksara Jawa.
Gembung
Terakhir ada pula Gembung yang fungsinya menyisipkan bunyi ‘w’. Sandhangan ini juga menggantung di bagian ekor.
Kelompok Sandhangan
Jadi kesimpulannya, sandhangan Wyanjana adalah kelompok sandhangan yang bermanfaat untuk menuliskan gugus konsonan dengan semi-vokal (r, re, y, l, w) di dalam satu suku kata. Penggunaannya sangat penting agar penulisan kata menjadi efisien dan pembacaannya tepat.
Nah, itulah tadi penjelasan singkat mengenai sandhangan Wyanjana yang perlu Anda pahami saat belajar Aksara Jawa. Semoga bermanfaat.***