
KabarJawa.com – Berbelanja di pasar tradisional Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta, memiliki seni tersendiri.
Selain barang-barangnya yang segar, interaksi antara penjual dan pembeli seringkali menggunakan istilah-istilah khusus yang unik.
Bagi Anda yang baru tinggal di Jawa, memahami istilah ini sangat penting agar tidak bingung saat bertransaksi.
Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah nama-nama istilah jual beli dalam Bahasa Jawa, mulai dari tawar-menawar hingga istilah panen.
Istilah Unik dalam Transaksi
Ada beberapa kata kerja spesifik yang mendeskripsikan cara pembelian atau barang yang dibeli. Berikut beberapa diaantaranya.
Nempur
Yang satu ini merupakan istilah khusus untuk membeli beras atau bahan pokok makanan. (Contoh: “Bade nempur sekilo” = Mau beli beras satu kilo).
Mborong (Mboro)
Kemudian, Mboro merupakan membeli barang dalam jumlah besar atau memborong dagangan sekaligus sampai habis.
Tebas / Tebasan
Ini adalah sistem jual beli hasil pertanian (seperti padi atau buah) di mana pembeli (tengkulak) membeli seluruh isi sawah/kebun sebelum dipanen. Harga ditentukan dengan sistem taksiran (kira-kira).
Ijon
Sementara itu. Ijon ialah praktik membeli hasil pertanian saat tanaman masih muda atau belum layak panen. Biasanya harga lebih murah karena petani butuh uang cepat (pembayaran di muka).
Istilah Tawar-Menawar & Harga
Di pasar, tawar-menawar adalah hal wajib. Berikut macam-macam istilahnya:
- Nowo: Menawar harga (Nego). Melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan harga termurah.
- Mirah: Sebutan untuk harga yang murah.
- Larang / Awis: Sebutan untuk harga yang mahal. (Catatan: Dalam beberapa dialek, Awon bisa berarti kondisi barang yang kurang bagus, namun Awis adalah krama inggil untuk mahal).
Kosakata Dasar Penjual dan Pembeli
Agar tidak salah ucap saat menjual maupun membeli barang, perhatikan tabel di bawah ini:
| Bahasa Indonesia | Bahasa Jawa (Ngoko) | Bahasa Jawa (Krama) |
| Membeli | Tuku | Tumbas |
| Menjual | Adol | Sadeyan |
| Berjualan | Dodolan | Sadeyan |
| Harga | Rego | Regi |
| Berapa? | Piro? | Pinten? |
- Wong Dodol: Sebutan untuk orang yang berjualan (Pedagang).
- Sudagar: Sebutan untuk pedagang besar atau kaya raya.
Contoh Percakapan Jual Beli Jawa
Jika Anda ingin membeli oleh-oleh atau barang, gunakan kalimat sopan (Krama) berikut agar pedagang lebih segan dan ramah:
Menanyakan Harga
- “Pinten niki regine?” (Berapa harga barang ini?)
- “Pinten regi gantungan kunci niki?” (Berapa harga gantungan kunci ini?)
Menyatakan Ingin Membeli
- “Kulo badhe tumbas HP niki.” (Saya mau beli HP ini).
Ada Mboro hingga Ijon
Jadi kesimpulannya, istilah jual beli dalam Bahasa Jawa antara lain Nempur (beli beras), Mboro (memborong), Nowo (menawar), hingga sistem pertanian seperti Tebasan dan Ijon.
Sementara, kini diketahui pula bahwa menguasai sedikit kosakata ini, terutama kata “Pinten” (Berapa) dan “Nowo” (Menawar), bakal membuat pengalaman belanja Anda terasa lebih akrab serta menyenangkan.***