Jangan sampai Tertukar! Ini Perbedaan Kata “Dhahar” dan “Nedha” dalam Bahasa Krama

Bagikan :
Ilustrasi perbedaan Dhahar dan Nedha (Pexels// Michael Burrows)

KabarJawa.com – Belajar Bahasa Jawa sebenarnya memang gampang-gampang susah. Uniknya, bahasa ini tidak hanya sekadar alat komunikasi, melainkan juga alat untuk menunjukkan rasa hormat dan etika sopan santun.

Salah satu momen yang paling sering membuat pemula atau siapapun yang baru belajar Bahasa Jawa merasa kebingungan yakni saat ingin mengucapkan kata “makan”. Ada dua kata yang sering terdengar, yaitu Dhahar dan Nedha.

Keduanya sama-sama berarti makan dan sama-sama terdengar halus. Namun, jika penggunaannya tertukar, Anda bisa dianggap kurang sopan, sombong, atau tidak tahu tata krama (ora ngerti unggah-ungguh).

Agar tidak salah ucap di depan calon mertua atau atasan, mari kita bedah secara tuntas Perbedaan Kata “Dhahar” dan “Nedha” berikut ini.

Mengenal Hierarki Bahasa Jawa

Sebelum masuk ke intinya, kita perlu memahami fondasinya dulu. Berdasarkan laman resmi UIN Sunan Kalijaga, tutur kata Jawa dibagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari Ngoko, Madya, Krama, dan Krama Inggil.

Tujuannya bukan untuk membeda-bedakan kasta, melainkan untuk menempatkan diri dan memuliakan orang lain. Nah, kata “makan” memiliki tempatnya masing-masing dalam hierarki ini.

Baca juga  Arti Isin Mundur, Ungkapan Bahasa Jawa yang Masih Populer hingga Kini

Kata “Dhahar” (Krama Inggil)

Kata ini menduduki kasta tertinggi untuk aktivitas makan. Adapun kata yang satu ini wajib digunakan untuk orang lain yang kita hormati. Targetnya bisa orang tua, guru, atasan di kantor, atau orang yang lebih tua dari kita.

Kata ini pun tidak boleh digunakan untuk diri sendiri. Jika Anda menyebut diri sendiri dengan kata “dhahar”, Anda akan dianggap meninggikan diri sendiri atau sombong.

Adapun contoh penggunannya adalah sebagai berikut.

  • “Mangga Bapak dhahar rumiyin.” (Silakan Bapak makan dulu.)

Contoh Salah:

  • “Kula sampun dhahar.”

Kata “Nedha” (Krama Madya)

Kata ini berada di tingkat menengah. Kata ini lebih sopan daripada “mangan” (Ngoko), tetapi posisinya di bawah “dhahar”.

Kata ini bisa digunakan untuk diri sendiri atau ketika bertemu dengan orang baru. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.

  • “Kula nedha bareng kanca-kanca (Saya makan bareng teman-teman)

Ada Perbedaan Mendasar

Jadi kesimpulannya, kunci utama memahami perbedaan kata “Dhahar” dan “Nedha” terletak pada subjeknya. Jika Anda ingin bertanya apakah orang tua sudah makan, gunakanlah Dhahar. Namun, jika Anda ingin menceritakan bahwa Anda sendiri sedang makan, gunakanlah Nedha.

Baca juga  Menelusuri Jejak Sastrawan Jawa yang Mengubah Cara Pandang Budaya Nusantara

Nah, itulah tadi penjelasan lengkap mengenai perbedaan “Dhahar” dan “Nedha” yang patut Anda perhatikan jika Anda belajar Bahasa Jawa Krama.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
tiktok-5064078_1280
Ramai di TikTok, Warung Madura Baju Kuning Viral, Apa Isi Kontennya?