Jangan sampai Salah, Ini Perbedaan “Tindak” dan “Kesah” dalam Bahasa Jawa

Bagikan :
Ilustrasi perbedaan “Tindak” dan “Kesah” dalam Bahasa Jawa (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Saat belajar Bahasa Jawa, kita akan menemukan keunikan di mana satu kata dalam Bahasa Indonesia bisa memiliki banyak variasi dalam Bahasa Jawa, tergantung siapa yang kita ajak bicara.

Salah satu yang sering membingungkan adalah penggunaan kata “Tindak” dan “Kesah”. Kedua kata ini memiliki arti yang sama persis, namun memiliki hierarki atau tingkatan yang berbeda. Jika salah menempatkan, maka Anda bisa dianggap kurang sopan atau justru terdengar sombong.

Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan serta cara menggunakan kata “Tindak” dan “Kesah”.

Arti Kata “Tindak” dan “Kesah”

Sebelum masuk pada perbedaannya, mari kita samakan persepsi dulu. Secara harfiah, baik kata “Tindak” maupun “Kesah” memiliki arti tunggal, yaitu pergi atau yang dalam bahasa Ngoko disebut Lunga.

Namun, dalam tata krama Bahasa Jawa, subjek atau pelaku yang melakukan kegiatan “pergi” inilah yang menentukan kata mana yang harus dipakai.

Perbedaan Penggunaan

Jadi, cara paling mudah membedakan keduanya adalah dengan memahami untuk siapa kata itu ditujukan.

Baca juga  Unik! Inilah Kata dalam Bahasa Jawa yang Mirip tapi Beda Arti

Kesah (Krama Lugu)

Kata “Kesah” merupakan bentuk Krama (sopan) dari Lunga. Kata ini digunakan untuk membahasakan diri sendiri atau orang yang setara maupun lebih muda.

Dan dalam budaya Jawa, kita harus merendahkan diri sendiri (andhap asor) saat berbicara dengan orang lain. Oleh karena itu, untuk diri sendiri gunakanlah kata yang levelnya standar.

Contoh:

  • “Kula badhe kesah dateng peken” (Saya hendak pergi ke pasar).

Tindak (Krama Inggil)

Kata “Tindak” merupakan tingkatan tertinggi atau yang sangat sopan. Kata ini hanya boleh digunakan untuk orang lain yang lebih tua, dihormati, atau memiliki jabatan.

Namun, kata yang satu ini haram hukumnya digunakan untuk diri sendiri. Jika Anda berkata “Kula badhe tindak”, maka Anda akan dianggap sombong karena meninggikan derajat diri sendiri.

Adapun contohnya adalah berbagai berikut:

  • “Panjenengan badhe tindak pundi?” (Anda mau pergi ke mana?).

Supaya lebih jelas lagi, silahkan perhatikan tabel di bawah ini.

Fitur Kesah Tindah
Arti Pergi (Sopan Standar) Pergi (Sangat Sopan)
Tingkatan Krama Lugu / Madya Krama Inggil (Halus)
Subjek Diri Sendiri (Kula) Orang Lain (Panjenengan)
Contoh Kula kesah. Simbah tindak.
Baca juga  Cerita Rakyat Jawa: dari Roro Jonggrang hingga Timun Mas, Warisan yang Tak Pernah Usang

Beda Subjek

Jadi kesimpulannya, perbedaan “Tindak” dan “Kesah” dalam Bahasa Jawa terletak pada subjek atau pelakunya.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gunakanlah “Kesah” jika menceritakan kepergian diri sendiri atau untuk merendahkan hati.

Sementara itu, gunakanlah “Tindak” jika menanyakan atau menceritakan kepergian orang yang dihormati maupun untuk meninggikan orang lain.

Nah, sekian kiranya penjelasan lengkap mengenai perbedaan antara “Tindak” dan “Kesah” dalam Bahasa Jawa. Semoga bermanfaat.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya