Unik! Inilah Kata dalam Bahasa Jawa yang Mirip tapi Beda Arti

Bagikan :
Ilustrasi kata dalam Bahasa Jawa yang mirip tapi beda arti (Pexels// cottonbro studio)

KabarJawa.com – Bahasa Jawa memang menyimpan keunikan tersendiri. Tak hanya kaya dengan tingkatan bahasa seperti Ngoko, Madya, dan Krama Inggil, tetapi juga memiliki banyak kata yang terlihat mirip bahkan sama dari segi penulisannya, namun sebenarnya memiliki makna yang benar-benar berbeda.

Tak jarang, fenomena ini bisa membuat orang bingung, terutama mereka yang tidak bisa Bahasa Jawa.

Meski begitu, tak jarang pula penutur aslinya pun perlu memperhatikan konteks kalimat supaya tidak salah paham.

Dan dalam percakapan sehari-hari, kata-kata seperti ini sering muncul dan menimbulkan makna ganda yang menarik.

Untuk itu, merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh kata dalam Bahasa Jawa yang mirip, tetapi ternyata berbeda arti tergantung penggunaannya.

1. Keri

Kata keri dalam Bahasa Jawa bisa memiliki dua makna yang sangat berbeda. Pertama, keri berarti “ketinggalan”, seperti dalam kalimat aku “dompetku keri” yang berarti “dompet aku ketinggalan”.

Namun, dalam konteks lain, keri juga bisa berarti “geli” atau “merasa geli” ketika seseorang digelitik. Jadi, maknanya sangat bergantung pada situasi dan konteks pembicaraan.

Baca juga  Memahami Arti Penting Unggah-ungguh Bahasa Jawa di Era Modern

2. Geger

Kata geger juga memiliki makna ganda. Dalam konteks pertama, geger bisa berarti “berisik” atau “ramai”, misalnya “ono geger ning kono” yang berarti “ada ramai-ramai di sana”.

Namun, di sisi lain, geger juga bisa bermakna “punggung”. Sehingga, kalimat “gegerku lara” berarti “punggungku sakit”.

3. Ngelih

Kata ngelih juga cukup menarik karena bisa diartikan secara berbeda. Arti pertama adalah “lapar”, seperti dalam kalimat “aku ngelih banget” yang berarti “aku sangat lapar”. Namun, ngelih juga dapat berarti “memindahkan” sesuatu.

4. Keset

Kata keset juga memiliki dua arti yang jauh berbeda. Di satu sisi, keset bisa berarti alat pembersih kaki yang biasa diletakkan di depan pintu.

Namun, dalam konteks lain, keset juga dapat diartikan sebagai “malas” atau “enggan bergerak”, tergantung pada gaya bahasa daerah tertentu.

5. Dodol

Kata dodol sering digunakan dengan dua makna yang tidak berhubungan satu sama lain. Makna pertama adalah “menjual sesuatu”, misalnya dodol sayur berarti “berjualan sayur”.

Sedangkan makna kedua adalah nama makanan manis tradisional dari Jawa, yaitu jenang dodol.

Baca juga  Catat! Daftar Nama-nama Anak Hewan Bahasa Jawa: Anak Gajah, Kucing, Kerbau, dll

6. Keju

Kata keju tidak hanya berarti makanan dari susu yang biasa dikenal dalam Bahasa Indonesia. Dalam Bahasa Jawa, keju juga bisa berarti “pegal” atau “terasa nyeri pada otot”. Contohnya, “tanganku keju kabeh” berarti “tanganku terasa pegal semua”.

7. Cemeng

Kata cemeng juga memiliki dua arti unik. Dalam Bahasa Krama, cemeng berarti “hitam”, warna yang gelap pekat.

Namun, di sisi lain, cemeng juga bisa berarti “anak kucing”. Jadi, jika seseorang mengatakan “aku nemu cemeng”, bisa jadi ia menemukan seekor anak kucing, bukan sesuatu yang berwarna hitam.

Bahasa Jawa memang kaya akan keunikan dan nuansa makna. Satu kata yang sama bisa mengandung arti berbeda tergantung pada intonasi, konteks, dan daerah penuturnya. Inilah yang membuat Bahasa Jawa begitu menarik untuk dipelajari lebih dalam.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional