
KABARJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan, khususnya para pelaku usaha, melalui kolaborasi strategis dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Yogyakarta.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal, termasuk sektor kepariwisataan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasinya kepada IWAPI atas dedikasi dan perannya dalam penguatan ekonomi berbasis perempuan.
IWAPI tidak hanya menjadi penggerak ekonomi perempuan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
“Kiprah anggotanya menjadi inspirasi bagi generasi muda perempuan,” ujar Wawan dalam kegiatan Syawalan bersama IWAPI.
Sinergi untuk Inovasi Sektor Pariwisata
Ia mengajak IWAPI untuk bersinergi menciptakan inovasi, terutama yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi.
Pemkot Yogyakarta, lanjutnya, siap mendukung berbagai inisiatif IWAPI melalui program-program lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk program Gandeng Gendong yang mendorong pemasaran produk UMKM secara kolaboratif.
“Anggota IWAPI dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung melalui Open House setiap Rabu pagi dan program Sapa Warga yang akan dimulai setiap Jumat pada Mei 2025. Pemkot sangat terbuka terhadap berbagai masukan demi kemajuan ekonomi perempuan,” tegasnya.
Wawan menekankan pentingnya peran perempuan cerdas, berani, mandiri, dan peduli lingkungan dalam pembangunan daerah. Ia percaya kolaborasi antara Pemkot dan IWAPI akan mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Komitmen IWAPI untuk Berinovasi
Senada dengan hal itu, Ketua DPD IWAPI DIY, Dr. Utik Bidayati, menyebut kegiatan Syawalan kali ini bukan hanya momen silaturahmi, tetapi juga semangat baru dalam perjuangan perempuan pengusaha.
“Kami ingin meneladani perjuangan R.A. Kartini dan membawa anggota IWAPI untuk terus naik level dan berkembang,” katanya.
Sementara itu, Ketua IWAPI Kota Yogyakarta, Indah Kurniawati, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berinovasi. Dengan dominasi UMKM yang mencapai 98 persen di Kota Yogyakarta, peran perempuan pengusaha sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi.
“Semangat kolaborasi ini menjadi modal penting untuk memperkuat posisi perempuan di berbagai lini pembangunan,” tuturnya.
Pemkot dan IWAPI berharap kerja sama ini bisa menjadi pendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan lebih inklusif di Kota Yogyakarta.***