
KABARJAWA – Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kulon Progo merayakan hari jadi yang ke-8 di Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Kapanewon Temon, Senin, 21 April 2025.
Acara tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus tonggak penting bagi para pramuwisata Kulon Progo untuk terus berperan aktif dalam memajukan sektor pariwisata daerah.
Momen spesial ini ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis, menyiratkan harapan akan kekompakan dan sinergi yang semakin kuat dalam menghadapi tantangan dunia pariwisata yang dinamis.
Sekretaris DPC HPI Kulon Progo, Arche Anggrainy Sudjatno, menegaskan bahwa peringatan ulang tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menguatkan tekad dan strategi dalam mengoptimalkan potensi wisata Kulon Progo.
Ia menyampaikan bahwa sinergi antara DPC HPI, pelaku wisata, dan pemerintah daerah harus terus ditingkatkan agar potensi wisata yang masih tersembunyi dapat tergali dan terpromosikan secara maksimal.
“Kami harus berperan serta dalam optimalisasi potensi wisata. Kami, para pramuwisata, adalah garda terdepan dalam memperkenalkan pariwisata Kulon Progo, lengkap dengan kekayaan budaya dan kearifan lokalnya,” ujar Arche dengan penuh semangat.
Penguatan Kapasitas Pramuwisata untuk Hadapi Tantangan Global
Tak hanya soal sinergitas, Arche juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas para pramuwisata, terutama dalam menghadapi wisatawan mancanegara.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu kemampuan vital yang perlu dimiliki, seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata internasional ke wilayah tersebut.
Dukungan terhadap penguatan kapasitas pramuwisata Kulon Progo juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HPI DIY, Royen Lodewyk Pardede. Ia menyampaikan bahwa seluruh anggota HPI harus terus meningkatkan kemampuan dan memperkokoh peran strategis mereka dalam sektor pariwisata.
“Anggota HPI diharapkan bisa lebih berperan aktif dan menjadi bagian penting dari upaya promosi wisata daerah. Pengembangan diri adalah kunci untuk tetap relevan dan profesional,” ungkap Royen.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memajukan pariwisata.
Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus bahu-membahu menjadikan Kulon Progo sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi setiap wisatawan.
“Semoga di usia ke-8 ini, DPC HPI Kulon Progo selalu menjaga kekompakan dan semakin solid dalam mendukung pariwisata daerah,” ujar Joko.
Peringatan HUT ke-8 ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga refleksi bersama untuk terus mendorong kemajuan pariwisata Kulon Progo secara berkelanjutan.
Dengan kolaborasi dan semangat yang terus dijaga, para pramuwisata diharapkan mampu membawa nama Kulon Progo lebih dikenal di kancah nasional hingga internasional.***