
Kabarjawa – Renungan harian katolik, Mengasihi sesama adalah inti dari ajaran Kristiani yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya. Pada Sabtu, 15 Maret 2025, umat Katolik memasuki Hari Biasa Pekan I Prapaskah.
Hari ini juga diperingati Santa Louisa de Marillac, Janda, dan Santo Klemens Maria Hofbauer, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu yang melambangkan pertobatan dan penyesalan. Renungan hari ini mengangkat tema tentang mengasihi sesama, bahkan kepada mereka yang memusuhi kita.
Bacaan Hari Ini
Bacaan Pertama: Ulangan 26:16-19 Dalam bacaan ini, Allah memerintahkan umat-Nya untuk setia menjalankan ketetapan dan perintah-Nya dengan segenap hati dan jiwa. Sebagai balasannya, Tuhan akan mengangkat umat-Nya menjadi terpuji, ternama, dan terhormat.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 119:1-2, 4-5, 7-8 Mazmur ini mengajak kita untuk hidup menurut Taurat Tuhan, memegang perintah-Nya dengan sungguh-sungguh, dan bersyukur dengan hati yang jujur.
Bacaan Injil: Matius 5:43-48 Yesus mengajarkan cinta kasih yang melampaui batas-batas manusiawi. Kita diajak untuk mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita. Dengan begitu, kita menjadi anak-anak Bapa di surga yang penuh kasih dan pengampunan.
Mengasihi Tanpa Batas
Sering kali, kita merasa perlu membalas kebaikan seseorang sebagai bentuk rasa terima kasih. Namun, Yesus menantang kita untuk melakukan lebih dari itu.
Kita diajak untuk mengasihi tidak hanya orang-orang yang berbuat baik kepada kita, tetapi juga mereka yang memusuhi kita.
Mengasihi musuh bukanlah hal yang mudah. Ini adalah tindakan luar biasa yang membutuhkan kerendahan hati dan ketulusan hati yang mendalam.
Yesus sendiri telah memberikan teladan dalam hal ini. Di kayu salib, Ia memohon ampun bagi mereka yang menyalibkan-Nya.
Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk melampaui standar dunia dan menjadi saluran kasih Tuhan di tengah kehidupan.
Dengan berbuat baik kepada orang yang menyakiti kita, kita menunjukkan wajah Allah yang penuh cinta dan pengampunan.
Mengasihi sesama, terutama mereka yang memusuhi kita, adalah panggilan mulia yang diajarkan oleh Yesus. Melalui tindakan kasih dan pengampunan, kita menjadi cerminan kasih Allah di dunia ini.
Marilah kita berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengasihi tanpa pamrih.
Doa Penutup
Bapa yang penuh kasih, ajarlah kami untuk mengasihi sesama, bahkan mereka yang memusuhi kami. Berikanlah kami hati yang tulus dan penuh pengampunan, agar kami menjadi cerminan kasih-Mu di dunia ini. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.(Kabarjawa)