
Kabarjawa – Satu rasa dengan Yesus, Dalam perjalanan hidup, setiap orang pasti pernah merasakan pahitnya penolakan. Tidak jarang, penolakan itu datang dari orang-orang terdekat yang seharusnya mendukung kita. Hal ini juga dialami oleh Yesus Kristus sendiri.
Dalam renungan harian ini, kita diajak untuk merenungkan bagaimana Yesus menghadapi penolakan dan tetap teguh pada misi-Nya, menjadi teladan bagi kita dalam menjalani tugas dan panggilan hidup.
Yesus Menghadapi Penolakan
Bacaan hari ini diambil dari Injil Lukas 4:24-30, di mana Yesus ditolak di Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Orang-orang yang mengenal-Nya sejak kecil justru menolak pewartaan-Nya dan bahkan berusaha mencelakakan-Nya.
Bagaimana perasaan Yesus saat itu? Sebagai manusia, Ia tentu merasakan sakitnya penolakan. Namun, Ia tidak goyah atau gentar. Ia tahu betul tujuan dari misi-Nya di dunia ini, yaitu membawa keselamatan bagi banyak orang.
Belajar dari Keteguhan Yesus
Dalam menghadapi penolakan, Yesus tidak mencari pengakuan dari manusia, melainkan tetap fokus pada misi yang diberikan Allah Bapa.
Sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk meneladani sikap Yesus. Ketika pelayanan atau kesaksian kita diabaikan, janganlah kita berkecil hati.
Pengakuan yang sesungguhnya kita butuhkan adalah pengakuan dari Allah, yang telah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya melalui sakramen Gereja.
Pentingnya Kesetiaan dalam Pelayanan
Sering kali, kita mengharapkan penghargaan dari sesama atas perbuatan baik yang kita lakukan. Namun, renungan ini mengingatkan kita bahwa tujuan utama pelayanan adalah keselamatan jiwa, bukan sekadar mencari pujian.
Meskipun menghadapi penolakan, kita diajak untuk tetap setia menjadi saksi Kristus, baik melalui pewartaan maupun perbuatan baik sehari-hari.
Refleksi Diri
Apakah kita berani tetap menjalankan tugas dan panggilan kita meskipun menghadapi berbagai penolakan? Beranikah kita, seperti Yesus, untuk tetap fokus pada misi yang telah diberikan Allah kepada kita? Penolakan bukanlah alasan untuk mundur, melainkan menjadi dorongan untuk semakin giat berjuang.
Penolakan adalah bagian dari perjalanan iman. Seperti Yesus yang tetap teguh dalam menjalankan misi-Nya, kita diajak untuk tidak mudah menyerah.
Allah selalu menyertai dan memberikan kekuatan kepada mereka yang setia pada panggilan-Nya. Jadilah saksi Kristus yang tangguh, karena rahmat Allah akan senantiasa berkarya dalam setiap langkah hidup kita.
Doa
Tuhan, ajarilah kami untuk bersyukur dalam segala situasi, termasuk saat menghadapi penolakan. Jauhkanlah kami dari rasa iri dan dengki, dan bimbinglah kami untuk selalu setia pada panggilan-Mu. Amin.(Kabarjawa)