
Kabarjawa – Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan bahwa “ketawa terbahak-bahak akan berujung pada tangisan.”
Mitos ini sudah turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya serta kepercayaan banyak orang. Namun, benarkah ada hubungan antara tertawa berlebihan dan perasaan sedih yang menyusul setelahnya? Mari kita kupas tuntas mitos ini dari berbagai sudut pandang.
Asal-usul Mitos
Mitos tentang tertawa yang diikuti tangisan diduga berasal dari kepercayaan lama yang berhubungan dengan keseimbangan emosi manusia.
Dalam beberapa budaya, kebahagiaan berlebih dianggap bisa “mengundang” kesedihan agar keseimbangan tetap terjaga.
Ini sejalan dengan konsep yin dan yang dalam filosofi Timur, di mana segala sesuatu di dunia ini memiliki pasangan yang berlawanan.
Penjelasan Psikologis
Dari sudut pandang psikologi, tertawa terbahak-bahak memicu pelepasan hormon endorfin yang membuat kita merasa bahagia.
Namun, setelah lonjakan emosi positif tersebut, tubuh kembali ke keadaan normal, yang bisa menimbulkan rasa “kosong” atau kelelahan emosional. Ini sering disalahartikan sebagai kesedihan.
Selain itu, tertawa yang sangat intens dapat memicu pelepasan emosi yang terpendam.
Kadang, seseorang yang sedang menghadapi tekanan atau beban pikiran bisa secara tidak sadar “melepaskan” emosinya setelah tertawa lepas, sehingga air mata yang keluar bukan karena sedih, melainkan pelepasan beban emosi.
Perspektif Medis
Dari sisi medis, tertawa terbahak-bahak bisa memengaruhi sistem saraf otonom, yang mengatur respons tubuh terhadap stres.
Setelah momen kegembiraan yang intens, tubuh mungkin mengalami reaksi relaksasi yang berlebihan, menyebabkan perasaan lelah atau bahkan keluarnya air mata sebagai bentuk pelepasan fisiologis.
Apakah Mitos Ini Benar?
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa tertawa terbahak-bahak secara langsung menyebabkan seseorang menangis karena nasib buruk atau keseimbangan alam.
Sebaliknya, fenomena ini lebih berkaitan dengan proses alami tubuh dalam mengatur emosi dan respons fisiologis.
Mitos bahwa tertawa terbahak-bahak akan membawa tangisan lebih banyak berakar pada kepercayaan budaya dan kesalahpahaman tentang respons emosional manusia.
Faktanya, tertawa adalah cara alami tubuh meredakan stres dan meningkatkan suasana hati. Jadi, jangan ragu untuk tertawa lepas karena itu baik untuk kesehatan fisik dan mental.(Kabarjawa)