
Kabarjawa – Kisah Inspiratif! Tak semua orang mampu menaklukkan tantangan hidup dengan penuh semangat dan harapan, namun Hendra Lana Saputra, pemuda asal Brebes, Jawa Tengah, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Berasal dari keluarga sederhana dengan latar belakang pendidikan yang terbatas, Hendra berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik Universitas Tidar (Untidar) dengan predikat cumlaude dan IPK 3,94.
Cerita perjuangannya menginspirasi banyak kalangan, terutama generasi muda yang sedang berjuang meraih pendidikan tinggi.
Perjalanan Pendidikan yang Penuh Perjuangan
Hendra merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Dari seluruh saudaranya, hanya Hendra yang berhasil menempuh pendidikan hingga bangku kuliah.
Sang ayah, Sudi, bekerja sebagai buruh tani harian dengan penghasilan yang sangat terbatas, sedangkan ibunya, Daminah, tetap mendukung meski secara finansial keluarga tak memiliki banyak pilihan.
Ketika diterima di Prodi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Untidar lewat jalur prestasi, Hendra langsung mendapatkan bantuan melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Namun, beasiswa tersebut belum cukup untuk mencukupi seluruh kebutuhannya selama kuliah di Magelang. Untuk menyambung hidup, Hendra berinisiatif membuka usaha kecil-kecilan dengan berjualan makanan khas Tegal, Olos, secara daring kepada rekan dan kenalan selama masa magang.
Usaha mandiri ini dijalankannya sejak semester empat, dan menjadi sumber tambahan untuk menutupi kebutuhan harian serta biaya tak terduga.
Dukungan Terbatas, Semangat Tak Terbatas
Walaupun dukungan orang tua tidak bisa sepenuhnya diberikan secara materi, namun doa dan restu tetap menyertai setiap langkah Hendra.
Bahkan, ayahnya sempat melarangnya untuk kuliah dan mendorong Hendra bekerja saja demi membantu perekonomian keluarga.
Namun dengan tekad kuat, Hendra berhasil membagi waktu antara kuliah, kegiatan organisasi, dan berjualan demi mewujudkan impiannya.
Selama masa kuliah, Hendra juga aktif di berbagai kegiatan kampus dan luar kampus. Ia menjadi bagian dari Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Magelang serta Duta Anti-Narkoba.
Kesibukannya juga meluas hingga menjadi pembawa acara (MC) untuk kegiatan formal maupun nonformal, menunjukkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun relasi.
Ingin Membuka Jalan Pendidikan untuk Adiknya
Setelah menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan 20 hari, Hendra kini bertekad melanjutkan perjuangan untuk keluarganya. Salah satu impiannya adalah agar sang adik yang saat ini belum melanjutkan sekolah dapat kembali duduk di bangku pendidikan.
Ia berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan yang layak, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga untuk membantu keluarganya agar bisa merasakan kesejahteraan yang lebih baik.
Kisah hidup Hendra Lana Saputra adalah cerminan nyata bahwa keberhasilan tak selalu lahir dari latar belakang keluarga yang serba cukup.
Dengan semangat, kerja keras, dan manajemen waktu yang baik, ia mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang. Justru dari keterbatasan itulah semangat besar muncul untuk meraih impian.
Bagi generasi muda yang sedang berjuang menempuh pendidikan, kisah Hendra menjadi inspirasi bahwa tak ada yang mustahil selama ada tekad.
Semoga ke depannya, Hendra dapat terus mengembangkan potensinya, membahagiakan orang tua, serta membuka jalan pendidikan yang lebih baik bagi keluarganya.(Kabarjawa)