Jelajah Santai Kota Lama Semarang: Merekam Bangunan Ikonik hingga Mencicip Kuliner Khas yang Nagih

Bagikan :
Ilustrasi – potret sudut kota semarang (Pixabay/gustavnd)

Kabar Jawa – Kawasan Kota Lama Semarang selalu punya cara unik untuk menyihir siapa saja yang melangkah di atas paving batu lanskapnya. Dijuluki de Europeesche Buurt atau Little Netherland, kawasan ini menyimpan deretan arsitektur kolonial bergaya neoklasik abad ke-17 hingga ke-18 yang masih berdiri megah.

Bagi para pencinta perjalanan hemat, kawasan cagar budaya seluas 72,38 hektar ini merupakan surga city walk karena seluruh sudut ikoniknya bisa dijelajahi cukup dengan berjalan kaki tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Titik Awal Perjalanan: Memulai Langkah dari Tepi Kali Semarang

Eksplorasi paling praktis dapat dimulai dari stasiun kereta api utama, Stasiun Semarang Tawang. Begitu keluar dari pintu stasiun, langkah kaki langsung menyambut batas luar kawasan Kota Lama yang membentang di tepi Kali Semarang.

Jalur jalan kaki awal yang direkomendasikan adalah mengarah ke Polder Tawang. Waduk seluas satu hektar ini tak hanya berfungsi menampung air, tetapi juga menyajikan panorama cermin air di depan deretan bangunan tua. Dari sana, rute berlanjut menuju Taman Srigunting yang menjadi jantung perjumpaan para pejalan kaki.

Baca juga  Sikap Menunduk dalam Kehidupan Orang Jawa: dari Tata Krama hingga Falsafah Hidup

Dahulu, ruang terbuka hijau ini difungsikan sebagai lokasi pemakaman umum dan lapangan parade (parade plein), sebelum akhirnya ditata anggun dengan pepohonan rindang serta bangku taman untuk tempat berkumpul wisatawan.

Deretan Bangunan Ikonik dan Spot Foto Estetik Bergaya Eropa

Sejarah pembentukan kawasan ini bermula dari ikatan perjanjian antara Kerajaan Mataram Islam dan pihak VOC pada 15 Januari 1678. VOC mendirikan benteng pertahanan awal bernama Benteng Vijfhoek seluas 31 hektar, yang kemudian digantikan oleh Benteng Fase II pada periode 1741–1756 yang melingkari seluruh pemukiman Eropa. Atas keutuhan histori dan arsitekturnya, pemerintah menetapkan kawasan ini sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional lewat SK Mendikbud No. 682/P/2020 dan telah tercatat dalam Tentative List World Heritage UNESCO sejak 2015.

Saat menyusuri lorong utama di Jalan Letjen Suprapto (Herenstraat), beberapa landmark bersejarah dan spot foto yang wajib diabadikan antara lain:

  • Gereja Blenduk (GPIB Immanuel): Berdiri sejak tahun 1753 dengan nama Nederlandsch Indische Kerk, gereja ini menjadi ikon paling masyhur berkat atap kubah cembung merahnya yang khas. Pengunjung cukup membayar retribusi sekitar Rp10.000 jika ingin melihat interior klasiknya.
  • Gedung Spiegel, Gedung Marba, dan Gedung Oudetrap: Deretan fasad megah neoklasik yang menjadi latar foto favorit bagi penikmat estetika vintage.
  • Semarang Contemporary Art Gallery: Galeri seni kontemporer dengan penataan minimalis modern di dalam gedung cagar budaya lama (tiket masuk Rp10.000).
  • Old City 3D Trick Art Museum: Tempat rekreasi visual interaktif dengan lebih dari 100 latar foto tiga dimensi yang unik (tiket masuk Rp40.000).
  • Pasar Klitikan: Berada di area Taman Garuda/bekas Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia, tempat ini menyajikan suasana nostalgia perburuan barang-barang antik dan koleksi tempo dulu.
Baca juga  Sejarah dan Asal-usul Tradisi Halalbihalal di Indonesia

Tempat Istirahat Nyaman untuk Melepas Lelah

Setelah puas mengitari lorong-lorong tua, wisatawan dapat beristirahat sejenak di beberapa titik yang sejuk dan ramah lanskap:

  • Taman Srigunting: Lokasi paling ideal untuk duduk bersantai di bangku taman di bawah naungan pohon rindang sambil menikmati hiruk-pikuk suasana Kota Lama.
  • Tepi Polder Tawang: Menyediakan area duduk terbuka dengan embusan angin sepoi-sepoi di tepi waduk penampung air.
  • Koridor Pusat Kota (Simpang Lima & Taman Indonesia Kaya): Jika energi masih cukup, pejalan kaki bisa melanjutkan jalan santai ke area Simpang Lima atau Taman Indonesia Kaya untuk menikmati taman kota dengan fasilitas tempat duduk yang luas dan air mancur.

Pilihan Kuliner Legendaris Khas Semarang

Menjelajahi sejarah terasa belum lengkap tanpa mencicipi kelezatan olahan kuliner lokal yang ada di sekitar rute jalan kaki:

  1. Sate & Gule Kambing 29: Kedai kuliner legendaris yang beroperasi sejak tahun 1945-an di depan Gereja Blenduk. Menu sate buntel dan gule kambingnya yang kaya rempah dibanderol mulai dari Rp30.000-an.
  2. Lunpia Gang Lombok: Ikon kuliner khas Semarang berisian rebung, telur, dan udang yang dibalut kulit renyah (sekitar Rp22.000/pcs).
  3. Soto Bangkong: Sajian soto bening segar khas Jawa Tengah dengan aneka sate puyuh dan kerang sebagai pendamping.
  4. Nasi Ayam Bu Pini & Tahu Gimbal Pak Eddy: Makanan tradisional berkuah santan opor gurih atau siraman bumbu kacang petis yang menggugah selera.
  5. Angkringan & Kafe Vintage: Wisatawan juga bisa menikmati suasana malam sepanjang Jalan Letjen Suprapto atau Jalan Kepodang sambil menikmati secangkir kopi di kafe ala Eropa atau gerobak angkringan lokal.
Baca juga  Kalau Lagi di Jogja dan Cari Kuliner Pedas, Coba Deh Ayam Pedas Artomoro yang Lagi Hits Ini

Perkiraan Bujet Wisata Hemat (Rincian Anggaran)

Menjelajahi Kota Lama Semarang sangat bersahabat di kantong. Berikut perkiraan biaya operasional perjalanan satu hari:

Komponen Pengeluaran Estimasi Biaya Keterangan
Tiket Masuk Kawasan Gratis Bebas jelajah area terbuka & taman
Sewa Sepeda / Skuter (Opsional) Rp10.000 – Rp25.000 Pilihan wahana keliling kawasan
Tiket Spot Indoor (Opsional) Rp10.000 – Rp40.000 Blenduk (Rp10k), Gallery (Rp10k), 3D Museum (Rp40k)
Makan & Minum Harian Rp60.000 – Rp180.000 Makan di warung/kedai lokal
Total Perkiraan Bujet ± Rp100.000 – Rp200.000 Sangat terjangkau untuk liburan 1 hari

Tips Praktis Berkunjung Agar Tetap Nyaman

  • Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari (pukul 07.00–09.00 WIB) saat udara masih sejuk dan trotoar lengang, atau sore menuju malam hari saat lampu-lampu temaram menyinari bangunan kuno.
  • Gunakan Sepatu Nyaman: Pilih alas kaki bernapas dengan sol empuk karena jalur pejalan kaki sebagian besar menggunakan material batu paving.
  • Perlengkapan Pribadi: Selalu bawa botol minum isi ulang, tabir surya, dan uang tunai secukupnya untuk belanja di lapak usaha kecil.
  • Atur Ritme Perjalanan: Pilih 5 hingga 7 titik fokus utama agar perjalanan terasa santai dan tidak terburu-buru.

Berita Terbaru

pixabay, gustavnd
Jelajah Santai Kota Lama Semarang: Merekam Bangunan Ikonik hingga Mencicip Kuliner Khas yang Nagih
Ilustrasi kerjainan batik solo mahmurmarganti
Menyesap Kehangatan Malam di Kampung Batik Kauman: Menyusuri Gang Tua, Goresan Canting, dan Jejak Warisan Keraton Solo
budaya zaman dahulu
Dari Bunyi Penumbuk Padi Menjadi Harmoni Bersama, Menelusuri Suara Lesung dan Wajah-Wajah Pelestarinya
erwinbosman-gas-station-10380240
Antrean Panjang BBM Padati SPBU Jatim, Pemerintah Pastikan Stok Aman dan Kerahkan Pengiriman 24 Jam
Screenshot (742)
Link Live Streaming Nonton Persija Jakarta vs Persik Kediri di BRI Super League 2026 Lengkap Prediksi Skor Akhir

Terpopuler

Lokasi Tilang Jakarta Hari Ini
Operasi Patuh Jaya 2026 Digelar, Ini Titik Lokasi Rawan Razia Tilang ETLE Jakarta dan Sekitarnya
Screenshot (738)
Link Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di La Liga 2026, Lengkap Prediksi Skor dan Susunan Pemain
Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda
Teks Pembina Upacara Sekolah Senin 26 Oktober 2026: Naskah Singkat Jelas & Mudah Dihafal
Kenapa ChatGPT muncul This Response Couldn’t Load? Ketahui arti error, penyebab, dan cara mengatasinya berdasarkan panduan resmi OpenAI.
Kenapa Chat GPT This response couldn’t load Terus? Ketahui Arti, Penyebab, dan Cara Mengatasi Chat GPT Error
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya