
KabarJawa.com – Jagat media sosial, khususnya TikTok belakangan diramaikan oleh tren audio atau sound viral yang unik.
Kutipan senandung lirik “Ya Allah Lindungi Bilqis” mendadak membanjiri laman For You Page (FYP) dan digunakan oleh jutaan pengguna sebagai backsound kontennya.
Fenomena ini memicu rasa penasaran warganet mengenai asal-usul suara tersebut. Meskipun kini banyak dijadikan bahan parodi, sound tersebut ternyata memiliki latar belakang sejarah yang cukup emosional dan personal dari seorang figur publik. Berdasarkan penelusuran tim redaksi KabarJawa.com, berikut adalah fakta di balik viralnya audio tersebut.
Bermula dari Doa Ayu Ting Ting
Suara yang kini viral tersebut berasal dari penyanyi dangdut papan atas Indonesia, Ayu Ting Ting. Senandung tersebut sejatinya bukanlah sebuah lagu komersial yang dirilis di pasar musik, melainkan sebuah doa yang dilantunkan Ayu untuk putri semata wayangnya, Bilqis Khumairah Razak.
Adapun senandung tersebut kemudian kembali mencuat ke permukaan dan meledak di tahun 2025, tepatnya setelah adanya tayangan podcast di kanal YouTube Comic 8 Revolution.
Dalam episode yang tayang pada tanggal 23 November 2025 tersebut, terdapat adegan dimana Ayu diminta untuk menyanyikan senandung itu.
Potongan klip dari podcast inilah yang kemudian diunggah ulang oleh warganet dan menyebar luas di TikTok. Dalam waktu singkat, audio tersebut diadopsi secara massal oleh pengguna media sosial. Selain itu, tak sedikit pula rekan-rekan artis Ayu yang kemudian juga membuat video dengan sound viral tersebut.
Adapun berikut adalah lirik lagu tersebut:
Ya Allah lindungi Bilqis
Ya Allah sehatkan Bilqis
Ya Allah jaga Bilqis
Ya Allah sayangi Bilqis
Siapa Itu Bilqis di Lagu ‘Ya Allah Lindungi Bilqis’?
Jadi terjawab sudah bahwa sosok Bilqis yang ada di lagu viral ‘Ya Allah Lindungi Bilqis’ merupakan anak Ayu Ting Ting.
Dan saat ini, sound “Ya Allah Lindungi Bilqis” telah bertransformasi menjadi fenomena internet. Pengguna TikTok tidak hanya menggunakan audio aslinya, tetapi juga melakukan adaptasi dan parodi kreatif. Konteks penggunaannya pun meluas, mulai dari video curhatan, komedi situasi, hingga konten lipsync.
Tren ini tidak hanya berhenti di TikTok, melainkan telah merambah ke platform media sosial lain seperti Instagram (IG) hingga X (dahulu Twitter).
Terlepas dari ramainya parodi yang bermunculan, warganet menyadari bahwa esensi dasar dari sound tersebut adalah manifestasi kasih sayang serta doa seorang ibu yang berharap perlindungan Tuhan untuk anaknya.***