
KabarJawa.com -Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah segera memasuki sepuluh malam terakhir, fase yang selalu dinantikan umat Islam.
Pada periode inilah terdapat satu malam yang memiliki keutamaan luar biasa, yakni Lailatul Qadar. Malam ini diyakini memiliki nilai ibadah yang melebihi seribu bulan, sehingga umat Islam berupaya menghidupkannya dengan berbagai amalan, termasuk sholat sunnah Lailatul Qadar.
Momentum sepuluh hari terakhir Ramadhan kerap menjadi waktu peningkatan ibadah secara signifikan. Masjid-masjid dipenuhi jamaah yang melakukan qiyamul lail, i’tikaf, serta memperbanyak doa dan dzikir.
Salah satu amalan yang dianjurkan untuk meraih kemuliaan malam tersebut adalah mendirikan sholat sunnah Lailatul Qadar.
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Terjadi?
Seperti diketahui, waktu pasti turunnya Lailatul Qadar merupakan rahasia Allah SWT. Malam istimewa ini dikenal sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, kepastian tanggalnya tidak pernah disebutkan secara definitif.
Meski demikian, banyak riwayat yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar berpeluang besar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Di kalangan umat Islam, malam ke-27 Ramadhan sering diyakini sebagai waktu yang paling memungkinkan.
Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, malam ke-27 Ramadhan diperkirakan jatuh pada Senin malam, 16 Maret 2026.
Kendati demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan agar tidak melewatkan peluang mendapatkan keberkahan tersebut.
Niat Sholat Sunnah Lailatul Qadar
Sholat sunnah Lailatul Qadar umumnya dilaksanakan minimal dua rakaat. Seperti ibadah lainnya, pelaksanaan sholat ini diawali dengan membaca niat sebelum takbiratul ihram. Berikut bacaan niatnya:
Arab
أُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةُ الْقَدَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Usholli sunnatan lailatul qadari rok’ataini (imaaman/makmuuman) lillaahi ta’ala.
Terjemahan
“Saya niat shalat sunnah Lailatul Qadr dua rakaat (imam/makmum) karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Lailatul Qadar 1447 H
Melansir dari laman resmi Baznas, sholat sunnah Lailatul Qadar dikerjakan dua rakaat sebagaimana tata cara sholat sunnah pada umumnya. Adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut
- Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama.
- Setelah itu membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.
- Pada rakaat kedua kembali membaca Surat Al-Fatihah.
- Dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tujuh kali pada rakaat kedua.
- Setelah salam, dianjurkan membaca istighfar sebanyak 70 kali.
Secara teknis, rangkaian gerakan sholatnya tetap mengikuti tata cara sholat sunnah pada umumnya, dimulai dari takbiratul ihram, berdiri bagi yang mampu, ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga salam.
Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Selain sholat sunnah Lailatul Qadar, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, serta memanjatkan doa.
Upaya ini dilakukan agar tidak terlewat dari malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi fase refleksi spiritual yang mendalam. Setiap malam memiliki peluang yang sama untuk menjadi Lailatul Qadar, sehingga konsistensi dalam beribadah menjadi kunci utama.***