
Kabar Jawa – Lailatul Qadar merupakan malam penuh keberkahan yang hadir di bulan Ramadan. Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana rahmat dan ampunan Allah SWT tercurah bagi mereka yang beribadah dengan penuh keimanan.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: Apakah Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil atau bisa terjadi di malam genap?
Untuk memahami lebih dalam mengenai kapan malam Lailatul Qadar berlangsung, mari kita telaah berbagai pendapat ulama dan dalil yang mendukungnya.
Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an dan Hadis
Dalam Surah Al-Qadr ayat 3, Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.”
Ayat ini menunjukkan betapa istimewanya malam tersebut. Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya mencari Lailatul Qadar dengan meningkatkan ibadah, terutama di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Salah satu hadis yang menjadi dasar pencarian Lailatul Qadar adalah:
“Carilah Lailatul Qadar di malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi pegangan banyak ulama yang meyakini bahwa Lailatul Qadar lebih berpeluang terjadi pada malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.
Namun, apakah itu berarti malam genap tidak memiliki kemungkinan menjadi Lailatul Qadar?
Pendapat Ulama tentang Malam Ganjil
Mayoritas ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan. Pandangan ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi)
Beberapa ulama juga berusaha menentukan malam spesifik yang paling besar kemungkinan sebagai Lailatul Qadar:
- Imam Syafi’i berpendapat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23 Ramadan berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.
- Sebagian besar ulama meyakini malam ke-27 sebagai waktu paling kuat berdasarkan riwayat dari Ubay bin Ka’ab, yang berkata:
“Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam itu adalah malam ke-27, sebagaimana Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.”
- Pendapat lain menyatakan bahwa Lailatul Qadar dapat bergeser setiap tahunnya di antara malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Namun, bagaimana dengan kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada malam genap?
Lailatul Qadar Bisa Terjadi di Malam Genap?
Meskipun banyak ulama lebih condong pada malam ganjil, ada juga pandangan yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar bisa jatuh pada malam genap.
Pendapat ini didukung oleh hadis Rasulullah SAW:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam kesembilan yang tersisa, atau malam ketujuh yang tersisa, atau malam kelima yang tersisa.”
Menurut Imam Al-Hanbali, jika Ramadan berjumlah 30 hari, maka malam-malam yang tersisa itu akan jatuh pada malam-malam genap.
Sebaliknya, jika Ramadan berjumlah 29 hari, maka malam-malam yang tersisa adalah malam-malam ganjil.
Dari sini, kita bisa melihat bahwa tidak ada ketetapan pasti apakah Lailatul Qadar hanya terjadi pada malam ganjil.
Oleh karena itu, para ulama menyarankan memaksimalkan ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir, baik malam ganjil maupun genap.
Cara Memanfaatkan Malam Lailatul Qadar
Karena waktu pastinya tidak diketahui secara pasti, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qadar. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
“Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Untuk itu, berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar:
- Shalat malam (Qiyamul Lail) – Perbanyak shalat tahajud dan witir.
- Membaca Al-Qur’an – Tingkatkan tilawah dan tadabbur.
- Memperbanyak doa – Rasulullah SAW menganjurkan membaca:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
(Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.) - Dzikir dan istighfar – Banyak mengingat Allah dan memohon ampunan-Nya.
- Bersedekah – Memperbanyak kebaikan kepada sesama.
- I’tikaf di masjid – Menyendiri untuk fokus beribadah.
Meskipun banyak hadis menunjukkan bahwa Lailatul Qadar lebih cenderung terjadi pada malam ganjil, ada juga pendapat yang menyebut bahwa malam ini bisa jatuh di malam genap.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan tanpa terkecuali.
Dengan bersungguh-sungguh dalam mencari malam penuh keberkahan ini, semoga kita semua mendapatkan limpahan rahmat, ampunan, dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
***