
KABAR JAWA – Alun-alun Kidul Yogyakarta selalu ramai saat malam tiba. Salah satu daya tarik utamanya adalah odong-odong hias yang murah meriah dan jadi hiburan favorit keluarga serta wisatawan.
Ketika malam menjelang, Alun-alun Kidul atau yang akrab disebut Alkid di Yogyakarta menjelma menjadi pusat keramaian.
Area ini bukan hanya tempat berkumpulnya wisatawan, tetapi juga menjadi ruang hiburan masyarakat setempat.
Suasana semakin semarak terutama pada malam Minggu, ketika ribuan orang memadati kawasan ini untuk mencari hiburan murah dan kebersamaan.
Selain menikmati kuliner khas kaki lima atau mencoba tradisi menyeberang di antara dua pohon beringin kembar, daya tarik lain yang selalu mencuri perhatian adalah odong-odong atau becak hias.
Kendaraan unik berbentuk sepeda tandem berlampu warna-warni ini menjadi ikon hiburan malam Alkid.
Mencari odong-odong di Alkid tidaklah sulit. Puluhan penyewa berjajar di sekitar alun-alun, menawarkan kendaraan hias dengan berbagai bentuk, mulai dari karakter kartun, mobil balap, hingga hewan. Harga sewanya pun relatif terjangkau.
Dengan biaya sekitar Rp30.000, satu odong-odong dapat dinaiki hingga enam orang, tergantung ukuran kendaraan.
Meski disebut kendaraan, odong-odong tidak digerakkan dengan mesin. Penumpanglah yang harus mengayuh pedal agar kendaraan bisa melaju.
Aktivitas ini menciptakan kebersamaan tersendiri, baik bersama keluarga, pasangan, maupun teman. Namun, jangan berharap perjalanan berlangsung mulus.
Ramainya jumlah odong-odong yang memenuhi Alkid sering kali membuat laju kendaraan terhambat. Meski demikian, inilah yang justru menjadi bagian dari keseruan malam di sana.
Seorang mahasiswa asal Tulungagung, Wawan, berbagi pengalamannya saat mencoba odong-odong bersama teman-teman. “Ada sensasinya naik bareng-bareng. Seru banget, setelah itu bisa lanjut menikmati wedang ronde, rasanya makin lengkap,” tuturnya.
Selain sensasi mengayuh pedal, daya tarik utama dari odong-odong adalah hiasan lampu LED yang berkelap-kelip.
Saat malam tiba, lampu-lampu tersebut menciptakan suasana meriah dan memukau. Banyak wisatawan memanfaatkan momen ini untuk berfoto, mengabadikan kebersamaan dengan latar kendaraan bercahaya yang mencolok.
Beberapa pengemudi bahkan menambahkan musik dari pengeras suara, sehingga perjalanan terasa semakin hidup.
Hiburan sederhana ini menjadi pilihan favorit masyarakat bawah maupun wisatawan karena tidak memerlukan biaya besar.
Lebih dari sekadar kendaraan hias, odong-odong di Alun-alun Kidul menghadirkan pengalaman yang menyatukan tawa, keramaian, dan kebersamaan dalam suasana malam Yogyakarta yang hangat.
***