
KABAR JAWA – Yogyakarta atau yang akrab disebut Jogja tidak hanya memikat wisatawan dengan keindahan budaya, kuliner, dan destinasi wisatanya.
Kota ini juga memiliki hal menarik yang jarang disadari, yakni cara masyarakat menyebut nama jalan. Tidak sedikit nama jalan di Jogja yang lebih dikenal lewat singkatannya daripada nama aslinya.
Fenomena ini sudah menjadi bagian dari keseharian warga, bahkan ikut melekat dalam identitas kota.
Sebutan singkatan tersebut muncul karena berbagai alasan. Ada yang karena nama aslinya terlalu panjang, ada pula yang karena lebih mudah diingat dan diucapkan.
Uniknya, singkatan-singkatan ini justru semakin populer dan sering kali membuat pendatang baru merasa penasaran.
Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah tujuh nama jalan dan kawasan di Jogja yang terkenal dengan singkatannya.
1. Jakal – Jalan Kaliurang
Jika berbicara soal singkatan jalan di Jogja, Jalan Kaliurang atau yang dikenal dengan sebutan Jakal menempati posisi teratas.
Kawasan ini sangat familiar bagi mahasiswa yang berkuliah di Universitas Gadjah Mada maupun Universitas Negeri Yogyakarta.
Dari titik nol Jakal di perempatan Mirota Kampus, jalan ini membentang panjang hingga menuju daerah wisata Kaliurang di Sleman. Hampir setiap hari jalan ini ramai dilalui kendaraan, baik oleh warga lokal maupun para pendatang.
2. Tamsis – Jalan Tamansiswa
Nama Tamsis juga sudah tidak asing bagi masyarakat Jogja. Jalan Tamansiswa membujur dari utara ke selatan dan memiliki banyak titik penting.
Di sepanjang jalan ini, Anda bisa menemukan Universitas Islam Indonesia kampus Jogja, kampus desain komunikasi visual, hingga Museum Dewantara Kirti Griya.
Jalan ini juga mengarah ke Lapas Kelas IIA Yogyakarta, menjadikannya jalur yang padat dan cukup vital.
3. Jawon – Jalan Wonogiri
Tidak kalah unik, Jalan Wonogiri lebih sering disebut dengan singkatan Jawon. Jalan ini menjadi penghubung antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul.
Para pelancong yang bepergian dari Bantul menuju Gunungkidul atau sebaliknya hampir pasti pernah melewati jalur ini. Kehadirannya sangat penting karena mempermudah akses antarwilayah.
4. Monjali – Monumen Jogja Kembali
Monjali bukan sekadar nama jalan, melainkan sudah menjadi penanda kawasan di utara Kota Jogja. Singkatan ini merujuk pada Monumen Jogja Kembali, sebuah bangunan bersejarah yang didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.
Jalan Monjali membentang dari Ring Road Utara hingga ke Jalan AM Sangaji. Karena keberadaan monumen tersebut, nama Monjali lebih akrab di telinga masyarakat daripada nama jalannya sendiri.
5. Alkid – Alun-Alun Kidul
Yogyakarta memiliki dua alun-alun yang posisinya mengapit Keraton Yogyakarta, yaitu Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Kidul. Untuk membedakannya, masyarakat Jogja lebih sering menyebutnya dengan singkatan.
Alun-Alun Kidul dikenal dengan Alkid, sementara alun-alun yang berada di sisi utara keraton kerap disebut Altar.
Alkid sendiri menjadi tempat favorit warga maupun wisatawan untuk bersantai, berolahraga, atau menikmati suasana malam.
6. Concat – Condongcatur
Wilayah Condongcatur yang berada di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, juga lebih dikenal dengan sebutan Concat.
Kawasan ini termasuk strategis karena dekat dengan berbagai kampus ternama dan pusat kegiatan mahasiswa.
Tidak heran jika nama singkatannya lebih populer dan akrab di telinga, terutama di kalangan pelajar dan perantau.
7. Jokteng – Pojok Benteng
Jokteng merupakan singkatan dari pojok benteng, sebuah peninggalan sejarah yang dibangun untuk mengelilingi Keraton Yogyakarta.
Hingga kini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu simbol identitas Daerah Istimewa Yogyakarta.
Terdapat empat bagian yang dikenal masyarakat, yaitu Jokteng Wetan atau timur, Jokteng Kulon atau barat, Jokteng Lor atau utara, serta Jokteng Lor Wetan atau timur laut.
Nama Jokteng sudah begitu melekat sehingga membuat masyarakat lebih mudah menyebut kawasan tersebut.
Nah, itu tadi beberapa nama jalan di Jogja yang kini dikenal karena singkatannya.***