Unik! 7 Nama Jalan di Jogja yang Lebih Dikenal Lewat Singkatannya

Bagikan :
Ilustrasi – Nama jalan di Jogja yang dikenal karena singkatannya (Foto: Pexels// nhy)

KABAR JAWA – Yogyakarta atau yang akrab disebut Jogja tidak hanya memikat wisatawan dengan keindahan budaya, kuliner, dan destinasi wisatanya.

Kota ini juga memiliki hal menarik yang jarang disadari, yakni cara masyarakat menyebut nama jalan. Tidak sedikit nama jalan di Jogja yang lebih dikenal lewat singkatannya daripada nama aslinya.

Fenomena ini sudah menjadi bagian dari keseharian warga, bahkan ikut melekat dalam identitas kota.

Sebutan singkatan tersebut muncul karena berbagai alasan. Ada yang karena nama aslinya terlalu panjang, ada pula yang karena lebih mudah diingat dan diucapkan.

Uniknya, singkatan-singkatan ini justru semakin populer dan sering kali membuat pendatang baru merasa penasaran.

Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah tujuh nama jalan dan kawasan di Jogja yang terkenal dengan singkatannya.

1. Jakal – Jalan Kaliurang

Jika berbicara soal singkatan jalan di Jogja, Jalan Kaliurang atau yang dikenal dengan sebutan Jakal menempati posisi teratas.

Kawasan ini sangat familiar bagi mahasiswa yang berkuliah di Universitas Gadjah Mada maupun Universitas Negeri Yogyakarta.

Baca juga  Mau Rumah Murah? Cara Beli Rumah Subsidi di Jogja: Tersedia di Wilayah Sleman, Bantul, dll

Dari titik nol Jakal di perempatan Mirota Kampus, jalan ini membentang panjang hingga menuju daerah wisata Kaliurang di Sleman. Hampir setiap hari jalan ini ramai dilalui kendaraan, baik oleh warga lokal maupun para pendatang.

2. Tamsis – Jalan Tamansiswa

Nama Tamsis juga sudah tidak asing bagi masyarakat Jogja. Jalan Tamansiswa membujur dari utara ke selatan dan memiliki banyak titik penting.

Di sepanjang jalan ini, Anda bisa menemukan Universitas Islam Indonesia kampus Jogja, kampus desain komunikasi visual, hingga Museum Dewantara Kirti Griya.

Jalan ini juga mengarah ke Lapas Kelas IIA Yogyakarta, menjadikannya jalur yang padat dan cukup vital.

3. Jawon – Jalan Wonogiri

Tidak kalah unik, Jalan Wonogiri lebih sering disebut dengan singkatan Jawon. Jalan ini menjadi penghubung antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul.

Para pelancong yang bepergian dari Bantul menuju Gunungkidul atau sebaliknya hampir pasti pernah melewati jalur ini. Kehadirannya sangat penting karena mempermudah akses antarwilayah.

4. Monjali – Monumen Jogja Kembali

Monjali bukan sekadar nama jalan, melainkan sudah menjadi penanda kawasan di utara Kota Jogja. Singkatan ini merujuk pada Monumen Jogja Kembali, sebuah bangunan bersejarah yang didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Baca juga  Daftar Wisata Jogja Indoor di Kota Bebas dari Panas Terik dan Hujan Lebat: Cocok untuk Keluarga dan Anak-anak

Jalan Monjali membentang dari Ring Road Utara hingga ke Jalan AM Sangaji. Karena keberadaan monumen tersebut, nama Monjali lebih akrab di telinga masyarakat daripada nama jalannya sendiri.

5. Alkid – Alun-Alun Kidul

Yogyakarta memiliki dua alun-alun yang posisinya mengapit Keraton Yogyakarta, yaitu Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Kidul. Untuk membedakannya, masyarakat Jogja lebih sering menyebutnya dengan singkatan.

Alun-Alun Kidul dikenal dengan Alkid, sementara alun-alun yang berada di sisi utara keraton kerap disebut Altar.

Alkid sendiri menjadi tempat favorit warga maupun wisatawan untuk bersantai, berolahraga, atau menikmati suasana malam.

6. Concat – Condongcatur

Wilayah Condongcatur yang berada di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, juga lebih dikenal dengan sebutan Concat.

Kawasan ini termasuk strategis karena dekat dengan berbagai kampus ternama dan pusat kegiatan mahasiswa.

Tidak heran jika nama singkatannya lebih populer dan akrab di telinga, terutama di kalangan pelajar dan perantau.

7. Jokteng – Pojok Benteng

Jokteng merupakan singkatan dari pojok benteng, sebuah peninggalan sejarah yang dibangun untuk mengelilingi Keraton Yogyakarta.

Baca juga  The Kharma Villas Yogyakarta, Sensasi Staycation Bernuansa Bali di Utara Jogja

Hingga kini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu simbol identitas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Terdapat empat bagian yang dikenal masyarakat, yaitu Jokteng Wetan atau timur, Jokteng Kulon atau barat, Jokteng Lor atau utara, serta Jokteng Lor Wetan atau timur laut.

Nama Jokteng sudah begitu melekat sehingga membuat masyarakat lebih mudah menyebut kawasan tersebut.

Nah, itu tadi beberapa nama jalan di Jogja yang kini dikenal karena singkatannya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid