Perhitungan Jodoh Weton: Bukan Sekadar Angka, tapi Keselarasan Karakteristik

Bagikan :
Ilustrasi perhitungan jodoh weton yang juga soal keselarasan karakteristik (Pexels// Tapos Biswas)

KabarJawa.com – Saat kita berbicara tentang tradisi Jawa, maka ada satu pembahasan yang hampir selalu muncul, yaitu mengenai weton.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton tidak hanya dianggap sebagai catatan hari kelahiran, tetapi juga diyakini memiliki kaitan erat dengan karakter manusia.

Bahkan, sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa menghitung weton dapat membantu mengetahui kecocokan jodoh. Bukan semata mata soal angka, tetapi tentang bagaimana sifat dan watak dua orang bisa saling bertemu dan menyatu.

Sejak dahulu, perhitungan weton digunakan sebagai cara untuk membaca harmoni dalam hubungan. Ketika dua orang hendak menikah, keluarga biasanya mencoba memahami weton masing masing untuk melihat gambaran masa depan rumah tangga.

Dalam proses ini akan terlihat sifat positif dan negatif yang kemungkinan besar dimiliki kedua calon pasangan. Keyakinan ini kemudian berkembang menjadi tradisi turun temurun yang tetap hidup hingga sekarang.

Weton sebagai Perhitungan Jodoh

Menurut keterangan dalam laman resmi Universitas Negeri Surabaya, perhitungan weton memang masih banyak digunakan terutama ketika memasuki pembahasan tentang pernikahan.

Bagi sebagian masyarakat, pasangan yang memiliki kecocokan weton dianggap lebih berpeluang membangun rumah tangga yang tenteram.

Sebaliknya, jika hitungan weton menunjukkan ketidaksesuaian, maka diyakini akan ada tantangan yang mungkin muncul dalam kehidupan pernikahan.

Baca juga  7 Hadiah Natal 2025 untuk Teman: Ada yang Murah hingga Paling Premium

Tradisi ini bukan hanya tentang mencari keberuntungan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengenal lebih dalam karakter calon pasangan.

Melalui weton, keluarga berusaha memproyeksikan kemungkinan harmoninya hubungan dua insan. Meski tak semua orang mempercayainya, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Jawa dan tidak jarang dijadikan pertimbangan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Cara Mudah Menghitung Weton Jodoh

Untuk mengetahui kecocokan weton antara dua orang, langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung nilai neptu.

Nilai ini diperoleh dari penjumlahan angka yang mewakili hari lahir dan pasaran. Terdapat dua tabel utama yang digunakan, yaitu tabel neptu hari atau dina dan tabel neptu pasaran seperti berikut.

Tabel Neptu Hari (Dina)

Hari Neptu
Senin 4
Selasa 3
Rabu 7
Kamis 8
Jumat 6
Sabtu 9
Minggu 5

Tabel Neptu Pasaran

Pasaran Neptu
Legi 5
Pahing 9
Pon 7
Wage 4
Kliwon 8

Langkah awal dalam perhitungan ini adalah menjumlahkan nilai hari dan pasaran seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Jumat Kliwon memiliki perhitungan 6 ditambah 8 sehingga hasilnya 14.

Contoh lainnya, seseorang yang lahir pada Selasa Pon memiliki nilai 3 ditambah 7 sehingga hasilnya 10. Setelah nilai weton kedua orang diketahui, tahap selanjutnya adalah menjumlahkan kedua nilai tersebut.

Misalnya, jika 14 dipadukan dengan 10, maka totalnya 24. Nilai inilah yang kemudian digunakan untuk mengetahui arti kecocokan jodoh berdasarkan tafsir weton Jawa.

Baca juga  Kuat Lahir Batin! 5 Weton Ini Dipercaya Memiliki Daya Tahan Fisik Tinggi

Arti Jumlah Weton dalam Hubungan Jodoh

Berikut makna dari hasil penjumlahan weton tersebut:

Pegat

Kategori ini menandakan potensi hubungan yang penuh pertentangan. Pasangan dengan nilai weton 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, dan 36 dianggap memiliki kemungkinan besar menghadapi banyak konflik hingga berujung perpisahan jika tidak dikelola dengan baik.

Ratu

Maknanya sangat positif. Kategori ini menggambarkan hubungan yang harmonis, penuh kebahagiaan, dan dianggap sebagai jodoh terbaik. Nilai yang termasuk dalam kategori ini adalah 2, 11, 20, dan 29.

Jodoh

Kategori ini sangat mendukung keserasian. Pasangan dengan jumlah weton 3, 12, 21, atau 30 dipandang cocok satu sama lain dan berpeluang besar membentuk rumah tangga damai.

Topo

Maknanya adalah perjalanan yang penuh ujian. Pasangan dalam kategori 4, 13, 22, dan 31 dipercaya akan menjalani masa awal pernikahan yang cukup berat, tetapi jika keduanya mampu bertahan, hubungan mereka bisa menjadi sangat kuat.

Tinari

Kategori ini sering dikaitkan dengan keberuntungan. Nilai 5, 14, 23, dan 32 dipercaya membawa kelancaran rezeki serta kehidupan yang sejahtera.

Padu

Kategori ini menggambarkan hubungan yang dipenuhi perdebatan kecil. Nilai 6, 15, 24, dan 33 sering kali menandakan adanya perselisihan, tetapi sebagian besar dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

Baca juga  Selasa Wage Apakah Tulang Wangi? Ini Jumlah Neptu, Tibo Apa, hingga Khodam Menurut Primbon Jawa

Sujanan

Kategori yang memiliki peringatan cukup serius. Nilai 7, 16, 25, dan 34 dianggap mengandung potensi perselingkuhan dari salah satu pihak jika tidak dijaga dengan baik.

Pesthi

Kategori ini melambangkan hubungan damai. Pasangan dengan nilai 8, 17, 26, dan 35 dipercaya dapat membangun hubungan yang tenteram dan penuh pengertian.

Keselarasan Karakteristik, Bukan Sekadar Angka

Dari seluruh pembahasan tersebut, dapat terlihat bahwa perhitungan jodoh weton bukan hanya berbicara mengenai hasil angka.

Lebih dari itu, tradisi ini merupakan cara masyarakat Jawa untuk memahami bagaimana karakter dua orang bisa dipadukan menjadi hubungan yang seimbang.

Meskipun hidup telah banyak berubah seiring perkembangan zaman, kepercayaan terhadap weton tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang tidak mudah hilang.

Kini, weton lebih banyak dipandang sebagai sarana untuk mengenali diri dan pasangan, bukan sebagai penentu mutlak masa depan.

Dengan demikian, keselarasan hubungan tetap bergantung pada komitmen, komunikasi, dan usaha kedua belah pihak. Namun bagi sebagian masyarakat, tradisi ini tetap memiliki tempat khusus di hati karena menjadi simbol kebijaksanaan leluhur yang terus lestari hingga hari ini.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya