
Kabarjawa – Kota Batu, yang dikenal sebagai destinasi wisata populer di Jawa Timur, mengalami penurunan drastis dalam jumlah kunjungan wisatawan selama bulan Ramadan. Fenomena ini terjadi di berbagai objek wisata terkenal seperti Jawa Timur Park (JTP)
Group dan Taman Rekreasi Selecta. Sejak memasuki bulan suci ini, tempat-tempat wisata terlihat sepi, berbeda dengan kondisi di luar Ramadan yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan.
Penurunan Kunjungan Wisatawan Selama Ramadan
Kondisi ini dikonfirmasi oleh berbagai pengelola tempat wisata. Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi, menyatakan bahwa meskipun akhir pekan biasanya menjadi momen puncak kunjungan wisata.
Selama Ramadan jumlah wisatawan justru menurun drastis. Jika biasanya jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan saat weekend, kini hanya berkisar ratusan orang saja.
Fenomena ini bukanlah hal baru, karena setiap tahun saat Ramadan terjadi pola yang sama. Banyak masyarakat yang lebih memilih untuk tetap beribadah dan tidak bepergian ke tempat wisata selama menjalankan puasa. Pengunjung yang datang pun mayoritas merupakan wisatawan non-Muslim.
Dampak Penurunan Kunjungan di Berbagai Tempat Wisata
Bukan hanya Taman Rekreasi Selecta, tempat wisata lain yang berada di bawah naungan Jatim Park Group, seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Jatim Park 3, Baloga, dan Museum Angkut, juga mengalami kondisi serupa.
Sejak awal Ramadan, jumlah pengunjung menurun signifikan, mengakibatkan suasana yang biasanya ramai menjadi jauh lebih sepi.
Untuk mengatasi hal ini, pihak Jatim Park Group telah mengambil langkah strategis dengan memberikan promo diskon harga tiket hingga 50%. Promo ini berlangsung sejak 1 hingga 27 Maret 2025 dengan harapan bisa menarik lebih banyak wisatawan.
Namun, hingga saat ini dampak dari promo tersebut belum terlalu terlihat karena sosialisasinya baru dilakukan beberapa hari sebelum Ramadan dimulai.
Prediksi Kunjungan Setelah Ramadan
Meskipun saat ini tingkat kunjungan wisatawan masih rendah, kondisi ini diperkirakan hanya bersifat sementara. Setelah memasuki masa libur Lebaran, jumlah wisatawan diprediksi akan kembali meningkat.
Periode pasca-Ramadan biasanya menjadi waktu favorit bagi masyarakat untuk berlibur, terutama mereka yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga setelah menjalani puasa sebulan penuh.
Turunnya jumlah kunjungan wisatawan selama Ramadan di Kota Batu bukanlah hal yang mengejutkan. Pola ini terjadi setiap tahun karena mayoritas masyarakat lebih memilih fokus pada ibadah daripada berlibur.
Meskipun berbagai strategi promosi telah diterapkan oleh pengelola wisata, dampaknya masih belum signifikan. Namun, optimisme tetap ada bahwa setelah Ramadan, wisata di Kota Batu akan kembali ramai, terutama dengan momen libur Lebaran yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Dengan demikian, meskipun Ramadan menjadi tantangan bagi sektor pariwisata, periode setelahnya tetap menjadi harapan besar bagi pelaku industri wisata di Kota Batu untuk kembali bangkit dan menarik lebih banyak pengunjung.(Kabarjawa)