
KabarJawa.com – Dalam tradisi masyarakat Jawa, pembahasan mengenai primbon hampir selalu membawa kita pada satu unsur penting, yaitu weton.
Sejak dahulu, weton dipandang sebagai bagian dari penanggalan Jawa yang dipercaya dapat menggambarkan banyak hal tentang seseorang.
Salah satu hal yang sering dikaitkan dengan weton adalah kecocokan dalam pekerjaan maupun perjalanan karier.
Bagi sebagian orang, hitungan weton digunakan sebagai panduan untuk mencari profesi yang dianggap selaras dengan karakter dan keberuntungan mereka.
Keyakinan ini tumbuh dari harapan bahwa memilih pekerjaan berdasarkan weton akan membawa kemudahan, kelancaran, serta hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.
Kebiasaan Menggunakan Weton untuk Dunia Kerja
Uraian mengenai penggunaan weton dalam urusan pekerjaan juga tercatat dalam laman resmi UIN Malang. Disebutkan bahwa perhitungan ini tidak hanya digunakan untuk menentukan pekerjaan, tetapi juga dalam memulai bisnis atau aktivitas usaha lainnya.
Cara pandang ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih memercayai hitungan weton sebagai alat bantu untuk menentukan bidang yang dianggap tepat.
Penggunaan weton dalam konteks pekerjaan tidak semata-mata ditujukan untuk memastikan kebenaran mutlak. Lebih dari itu, terdapat unsur harapan yang menjadi dasar.
Seseorang menghitung wetonnya lalu melihat hasil interpretasi dari hitungan tersebut, kemudian meyakini bahwa profesi yang direkomendasikan dapat membawa keberuntungan atau jalan yang lebih lancar.
Cara Menghitung Weton Pekerjaan
Untuk mengetahui profesi yang dianggap cocok, langkah awal dimulai dengan menghitung nilai neptu. Nilai ini diperoleh dari penjumlahan antara neptu hari lahir dan neptu pasaran.
Berikut tabel yang digunakan dalam proses perhitungannya.
Tabel Neptu Hari (Dina)
| Hari | Neptu |
|---|---|
| Senin | 4 |
| Selasa | 3 |
| Rabu | 7 |
| Kamis | 8 |
| Jumat | 6 |
| Sabtu | 9 |
| Minggu | 5 |
Tabel Neptu Pasaran
| Pasaran | Neptu |
|---|---|
| Legi | 5 |
| Pahing | 9 |
| Pon | 7 |
| Wage | 4 |
| Kliwon | 8 |
Setelah mengetahui angka dari hari lahir dan pasaran, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan nilai tersebut, kemudian menjumlahkan kembali tiga pasaran berturut turut.
Hasil akhir dari penjumlahan ini dibagi lima. Sisa pembagian menjadi penentu jenis pekerjaan yang dianggap ideal.
Berikut makna dari angka sisa tersebut:
- Sisa satu disebut wiji timur, pekerjaan yang dianggap cocok adalah bekerja pada orang lain atau menjadi pegawai pemerintah.
- Sisa dua disebut wiji selatan, profesi yang sesuai umumnya adalah berdagang.
- Sisa tiga disebut wiji barat, pekerjaan yang cocok adalah menjadi guru atau pendeta.
- Sisa empat disebut wiji utara, profesi yang dinilai sesuai adalah bercocok tanam.
- Sisa lima disebut wiji tengah, dan mereka yang mendapatkan angka ini diyakini dapat bekerja dalam profesi apapun.
Pengaruh Weton terhadap Pilihan Profesi
Pengaruh weton dalam menentukan pekerjaan sebenarnya akan berkaitan dengan keyakinan seseorang. Dengan kata lain, ketika seseorang meyakini hasil perhitungan weton, maka keyakinan itu bisa mempengaruhi cara pandangnya terhadap pekerjaan yang dipilih.
Dalam hal ini, weton lebih berperan sebagai pedoman yang diikuti dengan harapan membawa kelancaran dalam usaha, kemudahan dalam menjalani pekerjaan, dan peluang karier yang lebih baik.
Keyakinan tersebut kemudian membuat pengaruh weton terlihat nyata dalam kehidupan sehari hari. Maka, tak sedikit yang menggunakan hasil perhitungan ini sebagai acuan sebelum mengambil keputusan terkait profesi atau bisnis.
Tradisi yang Tetap Dilestarikan
Di samping itu, hitungan weton pekerjaan menjadi salah satu bagian dari kebudayaan Jawa yang masih bertahan hingga saat ini.
Meski zaman terus berubah, tradisi ini tetap dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi sebagian masyarakat, weton tidak hanya menjadi perhitungan biasa, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang tetap dijaga keberlanjutannya.
Dengan demikian, weton dan dunia kerja menjadi dua hal yang terus berjalan berdampingan dalam kepercayaan masyarakat yang masih memegang tradisi ini.***