
KABAR JAWA – Ramadhan hampir berakhir, dan hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum kita menyambut Idul Fitri.
Setelah hampir sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, tibalah saatnya bagi kita untuk merenung dan mengevaluasi diri.
Jadi, silahkan kita bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita benar-benar memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya? Ataukah kita masih menyia-nyiakan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat?
Introspeksi diri di penghujung Ramadhan sangat penting agar kita tidak hanya merasakan lapar dan dahaga, tetapi juga benar-benar mendapatkan keberkahan dan perubahan yang lebih baik dalam kehidupan kita.
Apalagi, Idul Fitri merupakan momen kembali ke fitrah, yakni kembali menjadi pribadi yang lebih bersih dan bertakwa.
Nah, dalam kultum subuh hari ke-28 ini, sudah sepatutnya membahas pentingnya muhasabah diri menjelang akhir Ramadhan, agar amalan yang telah kita bangun selama sebulan penuh tidak hilang begitu saja setelah bulan suci berlalu.
Yuk, simak naskah kultumnya berikut ini.
Contoh Naskah Kultum Ramadhan Hari ke-28 Tema Introspeksi Diri Jelang Lebaran
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk menjalani ibadah di bulan Ramadhan, dan juga kesehatan yang kita nikmati saat ini.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Tak terasa, kita sudah berada di hari ke-28 Ramadhan. Itu artinya, hanya tinggal beberapa hari lagi kita akan mengakhiri bulan penuh keberkahan ini dan menyambut datangnya Idul Fitri.
Namun, sebelum euforia lebaran menghampiri, ada satu hal yang perlu kita lakukan, yaitu introspeksi diri atau muhasabah.
Sebulan penuh kita telah menjalankan ibadah puasa. Kita menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, dan menjauhi segala hal yang dapat mengurangi pahala puasa.
Hanya saja, apakah semua ini telah benar-benar mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik?
Ataukah kita hanya menjalankan ibadah puasa sebagai rutinitas tahunan tanpa ada peningkatan dalam ketakwaan?
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ramadhan bukan tak hanya soal menahan diri dari makan dan minum di siang hari.
Lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah ruhani yang mendidik kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih bertakwa.
Oleh karenanya, menjelang akhir Ramadhan ini, mari kita bertanya kepada diri sendiri soal beberapa hal berikut:
- Sudahkah kita memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya?
- Sudahkah hati kita menjadi lebih bersih dan lebih dekat kepada Allah?
- Apakah setelah Ramadhan berlalu kita akan tetap istiqamah dalam beribadah?
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyr ayat 18:
خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨
Yang Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”
Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu melihat kembali amal yang telah kita lakukan dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya.
Ramadhan bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan kita menuju ketakwaan yang lebih sempurna.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Idul Fitri yang akan segera kita sambut bukan sekadar perayaan, melainkan momen untuk kembali kepada fitrah, yakni menjadi manusia yang lebih bersih, lebih baik, dan lebih bertakwa.
Jadi, jangan sampai amalan yang telah kita bangun selama Ramadhan hilang begitu saja setelah bulan ini berlalu.
Ayo kita bersama-sama jadikan berbagai ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan sebagai kebiasaan yang terus kita pertahankan sepanjang tahun.
Akhir kata, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang lebih baik setelah Ramadhan berakhir. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Demikian yang bisa saya sampaikan.
Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itu tadi naskah kultum subuh Ramadhan hari ke-28 yang bisa Anda jadikan contoh.***