
KABAR JAWA – Bulan Ramadhan merupakan momen yang paling dinanti oleh umat Islam untuk memperbanyak ibadah, terutama di sepuluh hari terakhir.
Selama periode ini, umat Islam berlomba-lomba meraih keberkahan serta mencari malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.
Namun, tidak semua orang diberikan kesehatan dan mampu menjalani beribadah dengan maksimal.
Ada kalanya seseorang justru mengalami sakit di penghujung bulan suci ini.
Bagi sebagian orang, kondisi ini bisa terasa sebagai ujian berat karena menghalangi mereka untuk menunaikan beribadah.
Namun, menurut Syekh Ali Jaber, jatuh sakit bukanlah cobaan, melainkan kabar gembira yang membawa hikmah luar biasa.
Sakit Bukanlah Musibah, Melainkan Karunia dari Allah SWT
Dalam salah satu ceramahnya, Syekh Ali Jaber menegaskan bahwa sakit ujian berupa sakit bukan hanya cobaan semata, tetapi juga membawa banyak keutamaan bagi mereka yang menerimanya.
“Berita gembira bagi orang yang sakit,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada tiga alasan utama mengapa sakit justru merupakan kabar baik bagi seorang mukmin.
Berikut penjelasannya:
1. Ditingkatkan Derajatnya
Salah satu hikmah terbesar dari sakit adalah peningkatan derajat seorang hamba di sisi Allah SWT.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً ، أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً
Artinya: “Tidaklah seorang mukmin terkena duri dan lebih dari itu melainkan Allah akan mengangkat derajat dengannya atau dengannya dihapuskan kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari no. 5640 dan Muslim no. 2572)
Hadis ini menunjukkan bahwa musibah sekecil apa pun yang menimpa seorang mukmin, termasuk sakit, akan membawa kebaikan baginya.
Dan jika seseorang mengalami sakit di akhir Ramadhan, ia sebenarnya sedang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk mendapatkan tambahan pahala dan meninggikan derajatnya.
2. Dosa-dosa Berguguran
Selain menjadi sarana peningkatan derajat, sakit juga menjadi jalan bagi seorang mukmin untuk dihapuskan dosa-dosanya.
Menurut Syekh Ali Jaber, seorang yang sedang sakit akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT.
Sebab, Allah SWT senantiasa memberikan kasih sayang kepada hamba-Nya.
Lewat sakit yang dialami di penghujung Ramadhan, seseorang bakal diberikan kesempatan untuk kembali dalam keadaan lebih bersih dari dosa setelah bulan suci berakhir.
3. Doa Lebih Mudah Dikabulkan
Kesulitan dan penderitaan yang dialami seseorang saat sakit dapat menjadikannya lebih khusyuk dalam berdoa.
Syekh Ali Jaber pun menerangkan bahwa orang sakit memiliki keistimewaan dalam berdoa.
Pasalnya, Allah SWT lebih dekat dengan hamba-Nya yang sedang dalam kesulitan, dan doa mereka lebih mudah dikabulkan.
“Doa orang yang sakit lebih terkabul daripada orang yang sehat,” ucap Syekh.
Dengan demikian, hal ini bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang sedang diuji dengan sakit agar lebih banyak memanjatkan doa, terutama di malam-malam penuh keberkahan seperti di penghujung bulan Ramadhan.
Banyak Berkah di Balik Sakit yang Diderita
Jadi kesimpulannya, jatuh sakit di sepuluh hari terakhir Ramadhan bukanlah ujian yang berat.
Syekh Ali Jaber mengajarkan bahwa jatuh sakit justru merupakan kabar baik bagi seorang mukmin.
Artinya, kondisi ini bukanlah musibah semata, melainkan jalan bagi Allah SWT untuk mengangkat derajat seseorang, menghapus dosa-dosa, dan menjadikan doa lebih mustajab.
Dengan memahami makna di balik ujian sakit ini, maka seorang mukmin dapat bisa lebih ikhlas menerima takdir Allah dan tetap bersemangat dalam meraih keberkahan di penghujung Ramadhan.
Oleh karena itu, siapa pun yang tengah sakit, hendaknya tetap bersyukur serta memanfaatkan momen ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.***