
KabarJawa.com – Menjelang penghujung bulan suci Ramadhan, umat Islam di berbagai belahan dunia biasanya meningkatkan intensitas ibadah.
Hal ini tidak terlepas dari harapan untuk mendapatkan malam yang sangat istimewa dalam Islam, yakni malam Lailatul Qadar.
Malam tersebut diyakini memiliki kemuliaan yang luar biasa. Banyak umat Muslim berlomba memperbanyak amalan pada periode akhir Ramadhan demi meraih keberkahan yang dijanjikan pada malam tersebut.
Melansir dari dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), malam Lailatul Qadar merupakan malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Keutamaan ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Qadr ayat 3.
Meski begitu, waktu pasti terjadinya malam Lailatul Qadar tidak pernah disebutkan secara pasti. Allah merahasiakan waktunya, sementara Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Perkiraan Waktu Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan 1447 H
Pada Ramadhan tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, terdapat perbedaan penetapan awal puasa antara Muhammadiyah dan Pemerintah.
Perbedaan tersebut berpengaruh pada estimasi waktu sepuluh malam terakhir Ramadhan yang menjadi momentum berburu malam Lailatul Qadar.
Dengan mempertimbangkan perbedaan tersebut, malam Lailatul Qadar diperkirakan berada dalam rentang tanggal 9 hingga 19 Maret 2026.
Untuk itu, berikut adalah rincian jadwal sepuluh malam terakhir Ramadhan 1447 Hijriah berdasarkan dua versi penetapan awal Ramadhan:
| Malam Ramadhan | Versi Muhammadiyah | Versi Pemerintah |
| Malam ke-21 (Ganjil) | 9 Maret 2026 malam | 10 Maret 2026 malam |
| Malam ke-22 | 10 Maret 2026 malam | 11 Maret 2026 malam |
| Malam ke-23 (Ganjil) | 11 Maret 2026 malam | 12 Maret 2026 malam |
| Malam ke-24 | 12 Maret 2026 malam | 13 Maret 2026 malam |
| Malam ke-25 (Ganjil) | 13 Maret 2026 malam | 14 Maret 2026 malam |
| Malam ke-26 | 14 Maret 2026 malam | 15 Maret 2026 malam |
| Malam ke-27 (Ganjil) | 15 Maret 2026 malam | 16 Maret 2026 malam |
| Malam ke-28 | 16 Maret 2026 malam | 17 Maret 2026 malam |
| Malam ke-29 (Ganjil) | 17 Maret 2026 malam | 18 Maret 2026 malam |
| Malam ke-30 | 18 Maret 2026 malam | 19 Maret 2026 malam |
Malam-malam ganjil dalam daftar tersebut diyakini memiliki peluang lebih besar sebagai waktu turunnya malam Lailatul Qadar.
Oleh karena itu, banyak umat Islam memilih memperbanyak ibadah seperti iktikaf, sholat malam, membaca Al-Qur’an, hingga berzikir pada malam-malam tersebut.
Tanda-tanda Alam Saat Terjadinya Malam Lailatul Qadar
Walaupun waktunya dirahasiakan, sejumlah hadis sahih menyebutkan adanya tanda-tanda yang menyertai malam Lailatul Qadar. Tanda-tanda ini sering dijadikan petunjuk bagi umat Islam yang sedang beribadah pada malam tersebut.
Menukil dari laman resmi Baznas, berikut adalah beberapa tanda terjadinya malam Lailatul Qadar.
Matahari Terbit dengan Cahaya Putih Lembut
Salah satu tanda yang disebutkan dalam hadis adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar. Matahari akan tampak terbit dengan sinar yang lebih redup dan tidak menyilaukan.
“..Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya mataharinya terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim no. 762).
Suasana Malam Terasa Tenang dan Terang
Ciri lainnya adalah suasana malam yang terasa sangat tenang. Langit tampak cerah seakan diterangi bulan purnama, tetapi tidak menimbulkan rasa panas maupun dingin yang berlebihan.
Kondisi tersebut memberikan ketenangan bagi orang-orang yang sedang beribadah pada malam itu.
Angin Berembus Lembut
Malam Lailatul Qadar juga ditandai dengan hembusan angin yang sejuk dan lembut. Udara terasa nyaman sehingga menambah kekhusyukan bagi umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah.
Langit Terlihat Bersih Tanpa Bintang Jatuh
Tanda lain yang disebutkan dalam riwayat hadis adalah kondisi langit yang bersih. Pada malam tersebut tidak terlihat bintang jatuh atau meteor hingga menjelang pagi.
Anjuran Memperbanyak Ibadah di Akhir Ramadhan
Karena kemuliaannya yang sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan meningkatkan ibadah.
Sejumlah amalan yang dianjurkan antara lain sholat malam seperti tahajud, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta melakukan iktikaf di masjid.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan harapan dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.***