
KabarJawa.com – Film Pemikat Jiwa dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026 dan langsung menjadi perbincangan publik karena mengangkat kisah tentang pelet, salah satu mitos yang telah lama dikenal dalam budaya Jawa.
Film ini diadaptasi dari thread viral di platform X yang berjudul Jimat Rambut Pemikat, sehingga kembali memunculkan rasa penasaran masyarakat mengenai asal usul, jenis, hingga pandangan ilmiah terhadap fenomena tersebut.
Perbincangan mengenai pelet kembali ramai seiring mendekatnya jadwal penayangan Pemikat Jiwa. Film bergenre horor mistis tersebut mengangkat cerita tentang ilmu pengasihan yang berubah menjadi teror mengerikan setelah ritual terlarang dilakukan.
Ketertarikan masyarakat tidak hanya tertuju pada alur cerita film, tetapi juga pada mitos pelet yang selama ini menjadi bagian dari kepercayaan tradisional di sejumlah daerah, khususnya di Jawa.
Kisah yang menjadi dasar film tersebut sebelumnya telah viral di media sosial X dan menarik perhatian banyak pembaca karena disebut berangkat dari pengalaman nyata.
Sinopsis Film Pemikat Jiwa Angkat Kisah Pelet Berujung Teror Mistis
Pemikat Jiwa mengisahkan Jay (Fajar Nugra), seorang penjual ayam yang jatuh cinta kepada Wulan (Givina). Namun, cintanya tidak berbalas karena Wulan telah bertunangan dengan pria lain.
Tidak mampu menerima kenyataan tersebut, Jay kemudian memilih jalan pintas dengan menggunakan ilmu pelet sesat untuk mendapatkan perempuan yang dicintainya. Keputusan itu justru menjadi awal dari rangkaian peristiwa mistis yang mengancam keselamatan mereka.
Ritual yang dilakukan Jay berubah menjadi petaka. Teror supranatural mulai bermunculan dan membawa konsekuensi mengerikan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Berawal dari Thread Viral di X Berjudul Jimat Rambut Pemikat
Film Pemikat Jiwa merupakan adaptasi dari thread populer di platform X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Cerita tersebut ditulis oleh kreator Nugroho Agung atau yang lebih dikenal sebagai Nuugro Agung. Thread berjudul Jimat Rambut Pemikat sempat viral karena mengangkat kisah mengenai praktik pelet yang berakhir dengan teror mistis.
Popularitas thread tersebut membuat banyak pengguna media sosial membahas kembali kepercayaan mengenai ilmu pengasihan sekaligus bahaya yang dikaitkan dengan praktik ilmu hitam dalam berbagai cerita rakyat.
Mitos Pelet dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa
Sementara, dalam tradisi Jawa, pelet dikenal sebagai salah satu bentuk ilmu pengasihan yang dipercaya mampu memengaruhi alam bawah sadar seseorang agar muncul rasa cinta atau ketertarikan secara mendalam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, diketahui bahwa kepercayaan ini telah berkembang sejak lama sebagai bagian dari tradisi spiritual masyarakat.
Praktiknya diyakini memadukan mantra atau japa, laku spiritual, hingga visualisasi energi gaib untuk memengaruhi target tertentu.
Berdasarkan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, ilmu pelet tidak dapat diperoleh secara instan. Kekuatan pelet dipercaya berasal dari proses penyatuan energi batin orang yang mengamalkannya melalui ritual tertentu.
Jenis-Jenis Ilmu Pelet yang Paling Dikenal
Dalam tradisi Jawa, terdapat sejumlah ajian pelet yang memiliki fungsi dan karakteristik berbeda.
Pelet Jaran Goyang
Pelet Jaran Goyang merupakan salah satu ajian yang paling populer. Menurut kepercayaan yang berkembang, target yang terkena pengaruh ilmu ini akan terus merasa rindu, tergila-gila, bahkan sulit tidur karena selalu memikirkan orang yang menggunakan pelet tersebut.
Pelet Lintrik
Ajian ini menggunakan media kartu tradisional seperti kartu ceki atau kartu Belanda. Kartu tersebut dipercaya dimantrai untuk mengikat atau memanggil kembali sukma orang yang menjadi sasaran.
Pelet Semar Mesem
Ajian ini dikenal sebagai ilmu pengasihan yang berpusat pada senyuman. Orang yang mengamalkannya dipercaya memiliki daya tarik kuat dan memancarkan aura kasih sayang sehingga lebih mudah menarik perhatian lawan jenis.
Ajian Pengeretan
Jenis pelet ini dipercaya digunakan untuk meluluhkan hati seseorang, terutama target yang dianggap mapan secara ekonomi. Dalam kepercayaan tersebut, korban diyakini akan lebih mudah memberikan harta atau menuruti keinginan orang yang menggunakan ajian tersebut.
Penjelasan dari Sudut Pandang Sains Modern
Di luar kepercayaan yang berkembang dalam budaya masyarakat, sains modern memiliki penjelasan berbeda mengenai fenomena pelet.
Secara logika ilmiah, pelet tidak dipandang bekerja melalui sihir maupun makhluk gaib. Fenomena tersebut lebih sering dijelaskan melalui pendekatan psikologi, hipnotis, serta neurosains yang berkaitan dengan sugesti dan manipulasi pikiran.
Meski demikian, perbedaan pandangan antara kepercayaan tradisional dan penjelasan ilmiah justru menjadi salah satu alasan mengapa tema pelet terus menarik perhatian masyarakat hingga sekarang.
Film Pemikat Jiwa pun hadir di tengah rasa penasaran tersebut dengan mengangkat kisah yang berawal dari thread viral di media sosial.
Kehadirannya diperkirakan kembali memicu diskusi mengenai mitos pelet yang telah lama menjadi bagian dari kisah maupun kepercayaan di nusantara.***