Dua Konser Musik Alam di Bantul, Wisatawan Meledak Naik 25 Persen!

Bagikan :
Royal Orchestra: Kidung Pertiwi di Hutan Pinus Mangunan/Foto: Pemkab Bantul

KABARJAWA – Dua event musik spektakuler yang digelar di alam terbuka Bantul akhir pekan lalu sukses mengguncang destinasi wisata dan mendongkrak jumlah kunjungan secara signifikan.

Dinas Pariwisata mencatat lonjakan drastis pengunjung mencapai 18.318 orang selama 20–22 Juni 2025, atau naik 25 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang hanya 14.552 orang.

Markus Purnomo Adi, Kepala Seksi Promosi, Data, dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, mengonfirmasi bahwa dua event musik alam itu menjadi magnet utama.

Konser Musik Alam di Bantul

Ia menyebut konser Keroncong Pesisir di Pantai Goa Cemara dan pertunjukan Royal Orchestra: Kidung Pertiwi di Hutan Pinus Mangunan sebagai penggerak utama ledakan wisata tersebut.

“Kami melihat tren yang sangat positif dari dua konser tersebut. Kunjungan naik signifikan dan ini bukti bahwa kolaborasi antara seni dan alam mampu menggairahkan pariwisata lokal,” ujar Markus pada Senin (23/6/2025).

Pantai Goa Cemara berubah menjadi panggung romantis ketika ribuan penikmat musik tradisional menyatu dalam irama Keroncong Pesisir. Festival yang bertepatan dengan Hari Musik Sedunia itu berhasil menyedot sekitar 3.000 penonton dari berbagai penjuru DIY dan sekitarnya.

Baca juga  Apakah Bisa Nonton Squid Game 3 Gratis? Pakai Link Nonton Berikut yang Resmi

Markus menyatakan bahwa acara tersebut bukan sekadar tontonan, tetapi juga strategi promosi wisata pantai selatan yang efektif.

Ribuan pengunjung tidak hanya menikmati alunan musik, tetapi juga membanjiri warung-warung lokal, membeli produk UMKM, dan memperpanjang masa inap di sekitar kawasan pantai.

Sementara itu, di dataran tinggi Mangunan, Kecamatan Dlingo, atmosfer berubah dramatis ketika konser Royal Orchestra: Kidung Pertiwi berlangsung megah di tengah rindangnya hutan pinus. Lebih dari 5.000 penonton hadir, menyaksikan pertunjukan kolosal musik orkestra yang melibatkan seniman lokal hingga nasional.

Antusiasme Masyarakat

Purwo Harsono alias Ipung, Ketua Koperasi Notowono Mangunan, mengungkapkan bahwa mayoritas penonton berasal dari komunitas sekitar dan tamu undangan VIP.

Mereka masuk tanpa membayar tiket karena berasal dari lingkungan lokal atau mendapat undangan khusus. Meski begitu, panitia berhasil menjual 4.430 tiket kepada publik umum, menandai keberhasilan promosi dan antusiasme masyarakat terhadap pagelaran elite di alam terbuka.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Hutan pinus berubah menjadi ruang konser yang megah dan hidup. Ini pengalaman tak terlupakan, terutama bagi warga lokal yang biasanya hanya menyaksikan pertunjukan seperti ini di kota,” ujar Ipung.

Baca juga  Bagaimana Gol Aneh Divock Origi Menit 96 di Derbi Liverpool vs Everton 2018 Tercipta?

Namun, Ipung juga mengonfirmasi bahwa pihaknya belum menyetorkan pendapatan ke kas Pemda Bantul karena acara tersebut masih dalam proses evaluasi dan pelaporan keuangan internal koperasi.

Dinas Pariwisata mencatat bahwa dua event tersebut menyumbang pendapatan langsung sebesar Rp262.398.500 selama tiga hari pelaksanaan. Jumlah ini termasuk pendapatan dari tiket masuk, parkir, dan transaksi ekonomi wisatawan di kawasan sekitar.

Markus menyebut angka tersebut sebagai indikator keberhasilan strategi wisata tematik berbasis seni budaya. Pihaknya terus mendorong event-event tematik seperti ini.

Kolaborasi antara musik, keindahan alam, dan partisipasi masyarakat lokal terbukti mampu mempercepat pemulihan sektor wisata.

Melihat kesuksesan tersebut, Pemkab Bantul berencana mengadopsi format konser alam sebagai agenda tahunan. Markus menegaskan bahwa pihaknya akan mengintegrasikan event musik ke dalam kalender pariwisata daerah dan mengembangkan potensi destinasi berbasis komunitas.

“Musik tidak hanya memanjakan telinga, tapi juga menggerakkan ekonomi. Ini bukan sekadar hiburan, melainkan strategi,” tutup Markus. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya