
KabarJawa.com – Tak terasa, ibadah puasa Ramadhan 1447 H kini telah menginjak hari ke-20. Fase ini menjadi titik balik yang sangat krusial karena menandai akhir dari sepertiga kedua Ramadhan sekaligus menjadi gerbang pembuka menuju fase 10 hari terakhir yang penuh dengan keistimewaan.
Memasuki hari ke-20 ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk semakin mengencangkan sabuk ibadahnya. Selain memperbanyak amal saleh, memanjatkan doa-doa harian juga menjadi sarana untuk memohon rida Allah SWT.
Salah satu doa yang sangat direkomendasikan pada hari ke-20 ini memuat permohonan yang begitu indah: meminta dibukakannya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, serta diberikan kemudahan dalam menelaah Al-Qur’an.
Bacaan Doa Puasa Hari ke-20 Ramadhan
Berikut bacaan doa untuk hari ke-20 Ramadhan yang dapat diamalkan oleh umat Islam, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya.
Arab
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Latin
Allâhummaftah lî fîhi abwâbal jinâni wa agliq ‘annî fîhi abwâban nîrân wa waffiqnî litilâwatil qur’âni yâ munzilas sakînata fî qulûbil mu’minîn.
Terjemahan
“Ya Allah, bukakanlah bagiku di bulan ini pintu-pintu menuju surga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berikanlah kemampuan padaku untuk menelaah Al-Qur’an di bulan ini. Wahai yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin.”
Momentum Menyambut 10 Malam Terakhir Ramadhan
Seiring berakhirnya hari ke-20 Ramadhan, umat Islam juga bersiap menyambut malam ke-21 yang menandai dimulainya sepuluh malam terakhir. Periode ini sangat dinantikan karena menjadi waktu utama dalam mencari malam Lailatul Qadar.
Malam tersebut memiliki keutamaan luar biasa karena disebut lebih baik daripada seribu bulan. Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan berbagai amalan kebaikan.
Melansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), diketahui bahwa sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama sepuluh malam terakhir Ramadhan, antara lain adalah sebagai berikut.
Melaksanakan Shalat Malam
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah menghidupkan malam dengan berbagai shalat sunnah. Selain melaksanakan shalat Tarawih, umat Islam dapat menambah ibadah dengan shalat Taubat, shalat Tasbih, shalat Tahajud, shalat Hajat, hingga menutupnya dengan shalat Witir.
Ibadah malam ini menjadi salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan kualitas spiritual selama Ramadhan.
Melaksanakan Iktikaf di Masjid
Amalan lain yang dianjurkan adalah melaksanakan iktikaf. Iktikaf merupakan kegiatan berdiam diri di dalam masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT.
Melalui iktikaf, umat Islam dapat memfokuskan diri pada ibadah dan menjauhkan diri dari kesibukan duniawi. Momen ini juga sering dimanfaatkan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri terhadap perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya.
Bertaubat dan Istighfar
Sepuluh malam terakhir Ramadhan juga menjadi kesempatan besar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak taubat dan istighfar sebagai bentuk penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Membaca dan Menelaah Al-Qur’an
Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, membaca dan menelaah Al-Qur’an atau tadarus menjadi ibadah yang sangat dianjurkan.
Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya memperbanyak membaca Al-Qur’an selama Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir.
Tak hanya sebatas membaca, umat Islam juga perlu memahami makna ayat-ayat yang terkandung di dalamnya.
Dengan memasuki hari ke-20 Ramadhan, umat Islam diharapkan semakin mempersiapkan diri untuk menyambut sepuluh malam terakhir dengan penuh kesungguhan dalam beribadah.***