
KabarJawa.com – Fenomena Gerhana Bulan Total akan kembali menyapa langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026.
Peristiwa astronomi ini bukan sekadar kejadian alam biasa, tetapi juga memiliki nilai spiritual mendalam bagi umat Islam.
Dalam ajaran Islam, gerhana menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang dianjurkan untuk disikapi dengan memperbanyak ibadah.
Umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan Sholat Gerhana Bulan atau yang dikenal dengan Sholat Khusuf. Hukum pelaksanaannya adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
Seruan terkait pelaksanaan ibadah ini juga telah disampaikan secara resmi oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pedoman bagi masyarakat Muslim.
Jadwal Lengkap Fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Agar pelaksanaan sholat dapat dilakukan tepat waktu, umat Islam perlu memperhatikan tahapan gerhana sesuai zona waktu masing-masing wilayah di Indonesia. Berdasarkan informasi resmi Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, berikut rincian fase Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026:
Waktu Indonesia Barat (WIB)
- Gerhana Sebagian Mulai: 16:50:00
- Gerhana Total Mulai: 18:04:26
- Puncak Gerhana: 18:33:37
- Gerhana Total Berakhir: 19:02:45
- Gerhana Sebagian Berakhir: 20:17:10
Waktu Indonesia Tengah (WITA)
- Gerhana Sebagian Mulai: 17:50:00
- Gerhana Total Mulai: 19:04:26
- Puncak Gerhana: 19:33:37
- Gerhana Total Berakhir: 20:02:45
- Gerhana Sebagian Berakhir: 21:17:10
Waktu Indonesia Timur (WIT)
- Gerhana Sebagian Mulai: 18:50:00
- Gerhana Total Mulai: 20:04:26
- Puncak Gerhana: 20:33:37
- Gerhana Total Berakhir: 21:02:45
- Gerhana Sebagian Berakhir: 22:17:10
Dengan mengetahui jadwal ini, umat Islam dapat menyesuaikan waktu pelaksanaan Sholat Gerhana di daerah masing-masing, baik dilakukan secara berjamaah di masjid maupun secara mandiri di rumah.
Bacaan Niat Sholat Gerhana Bulan (Khusuf)
Sholat Gerhana Bulan dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Bacaan niat dibedakan sesuai posisi dalam sholat, apakah sebagai imam, makmum, atau sholat sendiri.
Niat Sholat Gerhana bagi Imam
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah SWT.”
Niat Sholat Gerhana bagi Makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُومًا لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini makmûman lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT.”
Niat Sholat Gerhana Sendiri
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”
Amalan yang Dianjurkan Saat Gerhana Bulan
Selain mendirikan Sholat Khusuf, momen gerhana juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan.
Melansir dari dari laman resmi Baznas, terdapat sejumlah amalan yang sangat dianjurkan ketika gerhana berlangsung, antara lain adalah sebagai berikut.
Melaksanakan Sholat Gerhana
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk segera melaksanakan sholat ketika melihat gerhana. Ibadah ini menjadi bentuk ketundukan dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT.
Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Selama fase gerhana berlangsung, umat Islam diimbau untuk memperbanyak dzikir, membaca istighfar, serta memanjatkan doa. Waktu tersebut dianggap sebagai momen yang baik untuk memohon ampun atas kesalahan dan kekhilafan.
Jadi, Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk tidak hanya menyaksikan fenomena astronomi yang langka, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual melalui ibadah dan doa.
Dengan memahami jadwal fase gerhana serta bacaan niat yang benar, pelaksanaan Sholat Khusuf dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan tepat waktu.***