
KABAR JAWA – Gerhana bulan total merupakan fenomena langka yang bakal terjadi pada Minggu malam hingga Senin dini hari, tepatnya tanggal 7 sampai 8 September 2025.
Peristiwa ini sering kali menarik perhatian, tidak hanya dari sisi ilmiahnya tetapi juga dari sisi budaya serta kepercayaan yang masih dijaga oleh sebagian masyarakat.
Salah satu tradisi yang masih kuat dipercaya terutama di kalangan masyarakat Jawa adalah adanya pantangan khusus bagi ibu hamil ketika gerhana bulan terjadi.
Keyakinan tersebut diwariskan secara turun-temurun, bahkan hingga sekarang masih banyak yang meyakininya.
Konon, melanggar pantangan ini dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bagi sang ibu maupun bayi yang dikandungnya.
Lantas, apa saja pantangan yang dipercaya tidak boleh dilakukan ibu hamil saat gerhana bulan? Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa diantaranya.
Mitos Ibu Hamil saat Gerhana Bulan
Larangan Menggunakan Benda Tajam
Pantangan pertama yang paling sering disebut adalah larangan memakai benda tajam. Pisau, gunting, atau alat pemotong lainnya diyakini dapat membawa dampak buruk jika digunakan ibu hamil saat gerhana bulan berlangsung.
Ada yang percaya bahwa penggunaan benda tajam bisa membuat bayi lahir dengan kondisi cacat, atau terkena pengaruh buruk dari energi gerhana.
Kepercayaan ini tidak hanya dikenal di Jawa, tetapi juga muncul dalam astrologi India yang mengimbau agar wanita hamil sebaiknya menjauhi aktivitas memotong dengan pisau ketika gerhana terjadi.
Walau terdengar seperti mitos, keyakinan tersebut masih dipegang erat oleh banyak orang hingga kini.
Pantangan Menanam Sesuatu
Selain benda tajam, ada pula larangan menanam tanaman ketika gerhana bulan berlangsung.
Tak sedikit yang kemudian mempercayai bahwa segala sesuatu yang ditanam pada saat itu tidak akan tumbuh subur atau bahkan gagal hidup.
Keyakinan ini membuat banyak orang memilih menunda kegiatan bercocok tanam ketika gerhana sedang terjadi.
Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Melihat Gerhana
Ada pula kepercayaan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak melihat gerhana bulan secara langsung. Konon, pandangan ibu hamil terhadap fenomena ini bisa membawa pengaruh negatif bagi janin.
Walau begitu, secara medis sebenarnya tidak ada bukti yang menyatakan bahwa melihat gerhana bulan berbahaya.
Namun, berbeda halnya dengan gerhana matahari yang memang tidak boleh dilihat langsung tanpa pelindung khusus karena bisa merusak mata.
Larangan Keluar Rumah
Dari semua pantangan, larangan keluar rumah saat gerhana adalah yang paling populer.
Masyarakat Jawa percaya bahwa ibu hamil sebaiknya tetap berada di dalam rumah hingga gerhana berakhir.
Konon, jika melanggar aturan ini, hal-hal yang tidak diinginkan bisa menimpa ibu hamil dan bayinya. Oleh karena itu, banyak yang memilih untuk tetap berada di rumah demi merasa aman dan tenang.
Anjuran untuk Ibu Hamil saat Gerhana

Terlepas dari berbagai pantangan tersebut, ada baiknya ibu hamil tetap menjaga kondisi tubuh dengan cara yang benar.
Misalnya dengan cukup beristirahat, menjaga tubuh tetap terhidrasi, menjaga ketenangan pikiran, serta menghindari aktivitas yang berisiko.
Jika merasa ragu atau khawatir, berkonsultasi dengan dokter tentu jauh lebih bermanfaat dibanding hanya terpaku pada mitos.
Antara Mitos dan Kenyataan
Jadi kesimpulannya, daftar pantangan ibu hamil saat gerhana bulan 7 September 2025 seperti larangan memakai benda tajam, menanam sesuatu, melihat gerhana, hingga keluar rumah.
Berbagai larangan tersebut masih menjadi bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat. Walau banyak yang menganggapnya sekadar mitos, cerita-cerita ini tetap hidup serta diwariskan dari generasi ke generasi.
Yang jelas, bagi ibu hamil, menjaga kesehatan serta ketenangan diri tetap menjadi hal yang utama. Tidak ada salahnya menghormati kepercayaan yang ada, namun tetap mengedepankan pengetahuan medis agar ibu dan bayi tetap dalam kondisi sehat selama fenomena alam yang menakjubkan ini berlangsung.***