
Kabarjawa – Jajanan tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat saat bulan Ramadan dan Lebaran tiba. Salah satu camilan yang selalu diburu untuk takjil dan sajian kumpul keluarga adalah kue bikang basah.
Di Desa Kalikajar Wetan, Paiton, Kabupaten Probolinggo, kue bikang basah buatan Buk Mus menjadi primadona berkat cita rasanya yang khas dan lembut.
Rahasia Kelezatan Kue Bikang Basah
Kue bikang Buk Mus dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu, tepung padi, dan tepung kanji yang dicampur dengan santan, pewarna alami dari daun pandan, serta topping potongan buah nangka.
Proses pembuatannya pun cukup mudah, dimulai dengan memasak santan bersama air daun pandan hingga merata. Kemudian, campuran ini dituang ke dalam tepung yang sudah disiapkan dan diaduk hingga menjadi adonan halus.
Setelah adonan siap, langkah berikutnya adalah menuangkannya ke cetakan khusus, lalu menambahkan santan dan topping nangka.
Saat matang, kue diangkat menggunakan sendok dengan cara dicongkel secara hati-hati agar bentuknya tetap cantik dan mekar sempurna.
Untuk mempertahankan keindahan bentuk, kue yang sudah matang dirapikan menggunakan tangan dan diberi dudukan sebelum akhirnya dibungkus sesuai pesanan.
Perjalanan Buk Mus Merintis Usaha
Buk Mus mulai merintis usaha kue bikang sejak lima tahun lalu demi membantu perekonomian keluarga.
Berbekal tekad kuat, ia belajar membuat bikang secara otodidak melalui tutorial di YouTube. Berbagai resep dicoba hingga akhirnya menemukan racikan yang pas dan memikat hati para pelanggan.
Kini, kue bikang basah buatannya menjadi favorit warga sekitar, terutama di bulan Ramadan dan saat Lebaran.
Dalam sehari, Buk Mus mampu menjual 30 hingga 50 porsi kue bikang. Tidak hanya warga lokal, pembeli juga datang dari luar kota seperti Bondowoso dan Jember.
Kenikmatan yang Selalu Dicari
Salah satu hal yang membuat kue bikang bu mus berbeda adalah teknik pengangkatannya dari cetakan. Alih-alih langsung diangkat dari atas kompor, cetakan terlebih dahulu diturunkan, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan cita rasa yang khas.
Selain itu, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan hanya Rp 10 ribu per porsi, pelanggan bisa menikmati kue bikang yang lembut dan lezat.
Tak heran jika banyak warga yang menjadikannya sebagai hidangan spesial untuk berbuka puasa, camilan saat tadarus, hingga sajian utama di meja keluarga saat Lebaran.
Kue bikang basah Buk Mus bukan sekadar jajanan tradisional, melainkan bagian dari tradisi yang menghangatkan momen kebersamaan.
Rasanya yang autentik dan teksturnya yang lembut membuatnya selalu dirindukan, baik untuk berbuka puasa maupun saat merayakan hari kemenangan bersama keluarga tercinta. Jika berkunjung ke Probolinggo, jangan lewatkan kesempatan mencicipi lezatnya kue bikang basah Buk Mus.(Kabarjawa)