Berapa Lama Durasi Minimal Itikaf? Cek Syarat dan Tata Cara Lengkapnya di Sini

Bagikan :
Ilustrasi Itikaf untuk menyambut Malam Lailatul Qadar (Pexels// Thirdman)

KabarJawa.com – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026, perhatian umat Islam kini tertuju pada perburuan malam Lailatul Qadar.

Salah satu amalan sunah yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menyambut malam kemuliaan tersebut adalah dengan melaksanakan iktikaf (berdiam diri di masjid).

Namun, sebenarnya berapa lama durasi minimal iktikaf? Apa saja syarat dan bagaimana tata cara pelaksanaannya yang benar?

Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkapnya

Waktu Iktikaf Menurut Ulama

Iktikaf merupakan ibadah yang memiliki fleksibilitas dalam hal waktu pelaksanaan. Seseorang dapat melaksanakannya selama berada di dalam masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Bahkan, iktikaf dapat dilakukan dalam waktu singkat selama seseorang berada di masjid dengan niat yang benar.

Melansir dari laman resmi Baznas, waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan iktikaf adalah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Hal ini merujuk pada kebiasaan Rasulullah SAW yang senantiasa melakukan iktikaf sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mencari keberkahan malam Lailatul Qadar.

Masih dari sumber yang sama, disebutkan pula bahwa sejumlah ulama menjelaskan iktikaf sepuluh hari tersebut biasanya dimulai sejak sebelum matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadhan dan berlangsung hingga akhir bulan Ramadhan.

Namun, terdapat pula pendapat lain yang menyebutkan bahwa iktikaf dapat dimulai setelah seseorang menunaikan shalat Subuh pada tanggal 21 Ramadhan.

Baca juga  Weton-weton yang Diprediksi Panen Cuan Lewat Jalur Dagang di 2026

Berbicara soal durasi, sumber lain mengungkap bahwa Mazhab Hanafi, Syafi’i, dan Hambali berpendapat bahwa durasi minimal iktikaf adalah sa’ah atau sesaat.

Kemudian, Mazhab Maliki juga menjelaskan pandangan berbeda dimana menyaratkan bahwa waktu minimal sehari semalam penuh. Tepatnya, dimulai sejak matahari terbenam hingga terbenam kembali pada hari berikutnya

Niat sebagai Syarat Utama Iktikaf

Sebagaimana ibadah lainnya dalam Islam, iktikaf harus diawali dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Niat tersebut tidak wajib diucapkan secara lisan, melainkan cukup diyakini dalam hati.

Meski begitu, para ulama juga mengajarkan lafaz niat agar membantu seseorang meneguhkan niatnya saat melaksanakan ibadah ini. Lafaz niat iktikaf yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

Nawaitul i’tikafa fi hadzal masjidi sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat iktikaf di masjid ini sebagai ibadah sunah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Iktikaf yang Perlu Diperhatikan

Agar pelaksanaan iktikaf benar-benar menjadi momen spiritual yang bermakna, terdapat beberapa tata cara yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim yang ingin melaksanakannya. Berdasarkan laman resmi Baznas, berikut tata cara lengkapnya.

Dilaksanakan di Dalam Masjid

Para ulama sepakat bahwa iktikaf harus dilakukan di dalam masjid. Tempat yang lebih diutamakan adalah masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah, seperti masjid jami.

Baca juga  Menikmati Keindahan Wisata Batu Makdengkeng di Pulau Sakala Saat Ngabuburit

Ketentuan ini merujuk pada firman Allah SWT yang menyebutkan:

“Dan janganlah kamu mencampuri mereka (istri-istri) sedang kamu beriktikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Mengisi Waktu dengan Ibadah

Tujuan utama iktikaf adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, waktu yang dihabiskan selama berada di masjid sebaiknya diisi dengan berbagai aktivitas ibadah seperti shalat sunah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Mengurangi Aktivitas Duniawi

Orang yang sedang beriktikaf dianjurkan untuk meminimalkan kegiatan yang tidak berkaitan dengan ibadah. Salah satunya adalah membatasi penggunaan HP, terutama untuk aktivitas yang tidak bermanfaat seperti menelusuri media sosial secara berlebihan.

Dengan mengurangi gangguan duniawi, kekhusyukan ibadah di dalam masjid dapat lebih terjaga.

Menjaga Lisan dan Perilaku

Selama berada di rumah Allah, setiap muslim dianjurkan menjaga perkataan dan perilaku. Hindari aktivitas yang tidak bermanfaat seperti bercanda secara berlebihan, bergosip, atau berdebat yang tidak perlu.

Suasana masjid sebaiknya dimanfaatkan untuk menenangkan hati dan memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Keluar Masjid Hanya untuk Keperluan Mendesak

Orang yang sedang melaksanakan iktikaf dianjurkan tetap berada di dalam masjid. Namun, mereka masih diperbolehkan keluar jika ada kebutuhan mendesak, seperti ke kamar mandi, mandi, atau mengambil makanan apabila tidak ada yang mengantarkannya.

Baca juga  Puluhan Santri dan Warga Ponpes Al Khoiriyah Tulungagung Rayakan Lebaran Lebih Awal

Selama keluar masjid hanya untuk keperluan penting dan tidak berlebihan, hal tersebut tidak akan membatalkan iktikaf.

Amalan yang Dianjurkan Saat Iktikaf

Untuk memaksimalkan pahala selama iktikaf, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan.

Membaca Al-Qur’an

Membaca dan mentadaburi Al-Qur’an menjadi amalan utama di bulan Ramadhan, mengingat bulan ini merupakan waktu turunnya kitab suci tersebut.

Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Zikir dan istighfar membantu menenangkan hati serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Amalan ini juga menjadi salah satu cara memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Membaca Doa Lailatul Qadar

Rasulullah SAW secara khusus mengajarkan doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang berharap bertemu malam Lailatul Qadar. Doa tersebut diajarkan kepada Aisyah untuk diamalkan selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Dengan memahami durasi, syarat, serta tata cara pelaksanaan iktikaf, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional