
Kabarjawa – Puluhan santri dan warga di sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoiriyah, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, menggelar perayaan Idul Fitri lebih awal dibandingkan mayoritas masyarakat.
Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan tetap mendapat penghormatan dari warga sekitar.
Salat Id Berlangsung Khidmat
Sejak pagi hari, jemaah mulai berdatangan ke Masjid Nur Muhammad untuk melaksanakan salat Idul Fitri. Suasana khusyuk terasa dengan lantunan takbir yang dikumandangkan tanpa pengeras suara, sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang masih menjalankan ibadah puasa.
Usai melaksanakan salat Id, para jemaah menggelar selamatan atau kenduri bersama di lingkungan pesantren. Tradisi ini menjadi momen kebersamaan dan ungkapan rasa syukur atas hari kemenangan.
Pengamanan dan Dukungan dari Aparat
Kegiatan salat Id di Ponpes Al Khoiriyah mendapat pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI. Kapolsek Sumbergempol, Iptu Mohammad Anshori, mengonfirmasi bahwa sekitar 70 jemaah hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari santri, warga sekitar, serta keluarga keturunan dari pimpinan pesantren.
Menurut Anshori, perayaan Idul Fitri lebih awal di ponpes ini sudah menjadi tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat sekitar pun tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam penentuan waktu perayaan.
Tradisi yang Menjaga Toleransi
Perbedaan waktu perayaan Idul Fitri di Ponpes Al Khoiriyah tidak menjadi permasalahan bagi warga sekitar. Justru, toleransi tetap dijaga dengan baik.
Bahkan, setelah perayaan di pesantren, para jemaah tetap ikut serta dalam silaturahmi bersama masyarakat yang merayakan Lebaran sesuai dengan kalender nasional.
Perayaan Idul Fitri lebih awal di Ponpes Al Khoiriyah Tulungagung mencerminkan keberagaman dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Meski berbeda dalam penentuan hari raya, persatuan tetap terjaga melalui sikap saling menghargai dan menjunjung kebersamaan. Tradisi turun-temurun ini menjadi salah satu contoh bagaimana harmoni tetap bisa terjalin di tengah perbedaan.(Kabarjawa)