
KabarJawa.com – Spanyol datang ke semifinal Piala Konfederasi 2009 dengan status sebagai salah satu tim paling sulit dikalahkan di dunia.
Mereka telah melewati 35 pertandingan tanpa kekalahan sebelum berhadapan dengan Amerika Serikat di Bloemfontein, Afrika Selatan, pada 24 Juni 2009.
Namun, rangkaian panjang tersebut akhirnya berhenti dengan cara yang cukup mengejutkan. Amerika Serikat, yang secara teori bukan unggulan dalam duel tersebut, berhasil menumbangkan Spanyol 2-0.
Dua gol AS dicetak oleh Jozy Altidore pada menit ke-27 dan Clint Dempsey pada menit ke-74. Hasil tersebut bukan hanya mengantar AS ke final, tetapi juga menghentikan rentetan 15 kemenangan beruntun milik Spanyol.
Rekap Jalannya Pertandingan
AS Unggul di Babak Pertama Lewat Jozy Altidore
Sejak kick-off, AS berani mengambil risiko. Mereka mencoba memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Spanyol dan beberapa kali mengancam melalui Clint Dempsey serta Charlie Davies.
Spanyol tetap mampu menguasai bola dan menciptakan tekanan. Torres dan Villa beberapa kali mendapatkan kesempatan, tetapi Tim Howard tampil sigap di bawah mistar.
Pertandingan berubah pada menit ke-27. Dempsey memberikan bola kepada Jozy Altidore yang berada di sekitar kotak penalti Spanyol.
Altidore kemudian menggunakan kekuatan fisiknya untuk memenangkan duel dengan Joan Capdevila. Penyerang Amerika Serikat tersebut mendapatkan ruang untuk menembak dari jarak sekitar 20 yard.
Tendangannya sempat mengenai Casillas, tetapi bola tetap melaju dan mengenai tiang sebelum masuk ke gawang.
Gol tersebut menjadi pukulan bagi Spanyol. Mereka langsung meningkatkan intensitas permainan dan berusaha mencari gol penyeimbang.
Setelah kebobolan, Spanyol semakin banyak menguasai bola. Mereka mencoba membongkar pertahanan AS melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan pemain depan.
Namun, barisan belakang Amerika Serikat tampil disiplin. Jay DeMerit, Oguchi Onyewu, dan Carlos Bocanegra menjadi bagian penting dari pertahanan yang membuat para penyerang Spanyol kesulitan menemukan ruang tembak. Babak pertama akhirnya selesai dengan keunggulan tipis Amerika Serikat.
Spanyol Meningkatkan Tekanan Setelah Jeda
Memasuki babak kedua, Spanyol langsung mengambil inisiatif. Mereka terus menekan pertahanan AS dan berusaha menciptakan peluang dari berbagai sisi.
Villa dan Torres menjadi ancaman utama, sementara Xabi Alonso ikut membantu membangun serangan dari lini tengah.
Tim Howard kembali menjadi salah satu pemain penting Amerika Serikat. Kiper tersebut harus menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan babak pertama.
Tetapi AS tidak sepenuhnya bertahan. Setiap kali mendapatkan kesempatan, mereka berusaha melakukan serangan balik. Strategi tersebut akhirnya kembali membuahkan hasil.
Clint Dempsey Mengubah Skor Menjadi 2-0
Memasuki menit ke-74, Amerika Serikat memperoleh kesempatan dari serangan yang berkembang di sisi lapangan.
Benny Feilhaber membawa bola ke area pertahanan Spanyol dan kemudian mengalirkannya kepada Landon Donovan.
Donovan mengirimkan bola ke area berbahaya. Pertahanan Spanyol gagal mengantisipasi bola dengan sempurna sehingga peluang terbuka bagi Dempsey.
Tanpa membuang kesempatan, Dempsey menyelesaikannya dari jarak dekat. Gol kedua ini membuat situasi semakin sulit bagi Spanyol.
AS Kehilangan Satu Pemain pada Menit-Menit Akhir
Pada menit ke-86, Michael Bradley menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Xabi Alonso. Amerika Serikat harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Spanyol tentu semakin agresif setelah unggul jumlah pemain.
Bola terus diarahkan ke wilayah pertahanan AS. Namun, pertahanan Amerika Serikat mampu menahan gelombang serangan tersebut.
Pergantian pemain juga digunakan untuk menjaga energi dan mempertahankan keunggulan. Altidore ditarik keluar pada menit ke-84 dan digantikan Conor Casey, sedangkan Dempsey kemudian digantikan Jonathan Bornstein.
Waktu terus berjalan dan Spanyol tidak kunjung mendapatkan gol. Peluit akhir memastikan skor tetap 2-0 untuk Amerika Serikat.
Bagi Spanyol, hasil ini menjadi salah satu kekalahan paling mengejutkan pada era tersebut. Mereka datang dengan reputasi sebagai tim yang sedang berada di puncak, tetapi justru gagal melewati Amerika Serikat di semifinal.
Sementara bagi AS, kemenangan tersebut punya arti jauh lebih besar. Mereka berhasil mencapai final Piala Konfederasi untuk pertama kalinya setelah menyingkirkan salah satu tim terbaik dunia.***