Bahaya Kufur Nikmat: M. Nur Kholis Setiawan Ungkap Konsekuensi bagi Mereka yang Tidak Pandai Bersyukur

Bagikan :
M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahaya kufur nikmat dalam kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah. (Youtube/ Prof. Dr. M. Nur Kholis Setiawan Channel)

KabarJawa.com – Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari limpahan anugerah, baik dalam bentuk kesehatan, kesempatan, maupun materi. Namun, seringkali manusia terjebak dalam kelalaian untuk mengakui sumber dari segala kenikmatan tersebut. Dalam sebuah ulasan hikmah terbaru, akademisi sekaligus tokoh agama, Prof. Dr. M. Nur Kholis Setiawan, memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi fatal bagi individu yang tidak pandai mensyukuri nikmat Allah SWT.

Melalui bedah kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari, khususnya hikmah ke-67, M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahwa sikap tidak bersyukur atau kufur nikmat bukan sekadar masalah etika spiritual, melainkan sebuah tindakan yang secara langsung membahayakan keberlangsungan nikmat itu sendiri dalam kehidupan seseorang.

Memahami Hikmah Ke-67: Antara Syukur dan Kehilangan

Dalam penjelasannya, M. Nur Kholis Setiawan mengutip bait hikmah yang berbunyi: “Man lam yaskurin nama faqod taar liwaliha waman sakaroha faqod qoyadaha biqolha”. Makna dari pernyataan tersebut sangat mendalam, yakni barang siapa yang tidak mensyukuri nikmat, maka ia sedang mempertaruhkan nikmat tersebut untuk segera sirna.

Baca juga  7 Weton yang Konon Paling Berpeluang Menikah atau Berpacaran di Tahun 2026

Menurutnya, ada korelasi langsung antara perilaku manusia dengan stabilitas anugerah yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa ketidakmampuan untuk bersyukur adalah undangan terbuka bagi datangnya kerugian.

“Begitu banyaknya anugerah atau kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita, kalau kita sama sekali tidak mensyukurinya, maka kita sedang melebarkan jalan untuk kehilangan kenikmatan itu,” ujar M. Nur Kholis Setiawan dalam keterangannya.

Konsekuensi Nyata: Hilangnya Keberkahan dan Nikmat

M. Nur Kholis Setiawan menekankan bahwa konsekuensi utama dari sikap tidak bersyukur adalah “zawal” atau hilangnya nikmat. Ketika seseorang menganggap remeh pemberian Tuhan atau bahkan mengeluh atas apa yang dimiliki, maka secara hakikat, nikmat tersebut akan mulai menjauh.

Ia mengingatkan bahwa syukur berfungsi sebagai pengikat, sedangkan kekufuran berfungsi sebagai pelepas. Tanpa syukur, posisi nikmat dalam hidup seseorang menjadi sangat rapuh.

“Sebaliknya, kalau kita mampu mensyukuri kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, kita sejatinya sedang mengikat kenikmatan itu untuk tetap kencang atau untuk tetap ada di dalam kehidupan kita sehari-hari,” jelas Ia lebih lanjut.

Baca juga  Poster dan Spanduk HUT Jepara 2026: Download Referensi Desain Resmi Hari Jadi ke-477 untuk Media Publikasi

Selain hilangnya nikmat yang sudah ada, ketidakmampuan bersyukur juga menutup pintu bagi tambahan nikmat (ziyadah). Mengacu pada Surat Ibrahim ayat 7, M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahwa janji penambahan nikmat hanya berlaku bagi mereka yang bersyukur, sementara bagi yang ingkar, konsekuensinya adalah hilangnya ketetapan nikmat tersebut.

3 Cara Mengikat Nikmat Menurut M. Nur Kholis Setiawan

Agar terhindar dari konsekuensi buruk tersebut, M. Nur Kholis Setiawan menjabarkan tiga cara implementatif dalam bersyukur yang harus dilakukan secara terintegrasi:

1. Syukur dengan Hati (Bil Qalbi)

Tahap pertama adalah meyakini sepenuhnya dalam batin bahwa segala anugerah, tanpa terkecuali, berasal semata-mata dari Allah SWT. Ini adalah fondasi utama agar manusia tidak menjadi sombong atas pencapaiannya.

2. Syukur dengan Lisan (Bil Lisan)

Mengucapkan tahaddus binni’mah atau menyebut-nyebut kebaikan Allah melalui ucapan seperti “Alhamdulillah”. Hal ini dilakukan bukan untuk pamer, melainkan sebagai bentuk pengakuan atas kemurahan Tuhan.

3. Syukur dengan Tindakan (Bil Jawarih)

Konsekuensi syukur yang paling nyata adalah melalui amal perbuatan. M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahwa menggunakan nikmat untuk ketaatan dan menjauhi apa yang tidak diridai Allah adalah bentuk syukur yang paling berkualitas.

Baca juga  Panduan THR Lebaran 2026 untuk Anak Kecil, Remaja dan Dewasa: Segini Besaran Uang yang Ideal

“Kalau kita tidak pandai bersyukur, bahkan mengeluh, maka kenikmatan-kenikmatan itu akan hilang dan menjauh dari kita. Syukur harus menjadi pelecut untuk makin mendekatkan diri kepada Allah,” tegas M. Nur Kholis Setiawan.

Menjadikan Syukur sebagai Gaya Hidup

Sebagai penutup, Prof. Dr. M. Nur Kholis Setiawan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan setiap anugerah sebagai piranti untuk meningkatkan kualitas diri sebagai hamba. Dengan bersyukur secara total, melalui hati, lisan, dan perbuatan, seseorang tidak hanya akan mempertahankan apa yang dimiliki, tetapi juga mendapatkan jaminan keberlanjutan dan penambahan nikmat di masa depan.

Tanpa rasa syukur, manusia hanya akan berjalan di jalur yang sempit menuju hilangnya keberkahan hidup. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengingat bahwa setiap detik kehidupan adalah anugerah yang menuntut pengakuan dan ketaatan kepada Sang Pemberi.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?